Blog Archives

Susah Tidur…

Image

Sudah tiga bulan ini, saya susah tidur.

Saya cuma melamun, dan melamun dibalik selimut memandang langit-langit kamar yang gelap karena lampu sudah padam. Lalu saya akan membalikkan badan ke kiri, ke kanan, lalu kembali lagi ke tengah..

Dipan dan kasur empuk yang besar ini, seolah tak sanggup lagi menopang rasa kesendirian dan kesepian yang terus mengusik. Mungkin sudah saatnya saya tidak lagi tidur sendiri. Tapi mesti tidur sama siapa? Sama kamu?

Kamu, mungkin setiap malam sudah nyenyak terlelap dalam pelukan selimut dan tumpukan bantal di ranjang empuk dengan seprei warna tosca kesukaanmu. Saya masih ingat lampu tidurmu yang berbentuk kerucut, dan berwarna abu-abu. Katamu, itu warna-warna aneh yang menenangkan. Tosca, Abu-abu, Khaki, dan Merah Marun, adalah warna hidupmu.

Saya? Ya masih setia dengan putih dan hitam. Seperti ratusan bulan lalu saat saya dan kamu pertama berjumpa.

Sekarang, malam ini, saya malah bicara tentang kamu. Saya dan kesendirian, kamu dan kesendirian. Mengapa tak kita hapuskan saja segala tentang harga diri ini, dan mengenyahkan kesepian untuk bersama?

Kamu pasti akan menggeleng, seperti biasanya.

Dan saya pasti akan tersenyum aneh, karena patah hati.

Saya paham betul air matamu, dan kerut-kerut tipis diujung bibirmu yang tebal. Saya paham betul kata tidak mu. Saya mengerti benar, mengapa kita harus selalu tenggelam dalam hening, setiap malam tiba.

Karena hening seharusnya bisa membuat saya memikirkan kamu. Memikirkan air matamu, yang mengalir jauh sampai ke hati saya. Kemudian menyadari bahwa perjalanan air mata itu terlalu jauh, maka ia harus berhenti.

Tapi sayang, setelah air matamu berhenti, air mata saya yang mengalir.

Dan inilah mengapa saya enggak bisa tidur. Karena sadar bahwa air mata yang membasahi pipi ini, tak sampai ke hatimu. Ia berhenti disini, dan menenggelamkan jiwa saya dalam heningnya malam…

***

*Keengggakjelasan yang ditulis selama lima menit *gak bisa tidur *kayanya cuma deg2an mikirin launching *buat kamu, iya kamu. *kamu aja, biar cepet *Yasmina please deh *somebody help me, please *merem…mereeeemmm…

Ayo Main di TAMAN MAIN!!

Image
Ayo Main di TAMAN MAIN!!

Belakangan ini lingkaran hitam dibawah mata saya, kurang lebih, menebal ketimbang sebelumnya. Hehehe..

Karena sebuah proyek yang tadinya iseng-iseng dilontarkan begitu saja, ternyata malah jadi, dan luar biasa mendebarkan. Iya, asli iseng-iseng banget. Karena sekitar 10 bulan yang lalu, saya, citra dan eva lagi ngobrol-ngobrol sore sambil ngeledek citra yang sedang gendong-gendong timur (anaknya eva).

Citra memang punya “children’s hands” banget, yang semua anak kecil akan nempel sama dia, meski belum kenal. Menurut saya dan eva, yang tidak disenangi anak kecil, punya kemampuan macam itu adalah “gift” dan gaboleh disia-siakan. Daripada melenceng jadi profesi penculik anak, mendingan jadi pimpinan sekolah toh?

Akhirnya tercetuslah “KITA BIKIN DAYCARE YUK!”

LOGO2

Satu kalimat yang akhirnya membuat kita plus resna (yang wajib ikut karena kita sepaket, dan Cuma dia yang bisa diandalkan untuk ngurus keuangan plus marketing plan) juga tante nung (tante saya yang udah amat berpengalaman dalam mendirikan sekolah) berjibaku dalam mendirikan sebuah yayasan pendidikan bernama “TIMUR KELANA Foundation”.
Karya pertama foundation ini adalah TAMAN MAIN.

Daycare? Iya daycare. Childcare.

BABY ROOM

Belakangan ini, memang masih ada dua kubu sih di kalangan emak-emak dalam berbagai forum. Emak yang pro dan yang kontra. Yang pro biasanya setuju dengan menitipkan anak di daycare karena susah cari nanny yang bisa dipercaya, gak mau nyusahin orangtua, lebih baik diberi kegiatan di daycare ketimbang dirumah sama ART, hingga setidaknya ada tambahan waktu bersama anak di perjalanan berangkat dan pulang kantor juga merasa aman karena anaknya dekat (buat ortu yang milih daycare dekat kantor).

CREATIVE ROOM

Sementara yang kontra biasanya lebih karena khawatir jika anak dititipkan pada orang lain yang tidak dikenal, merasa aman jika anak ada dirumahnya sendiri, merasa tarif daycare cukup mahal, usulan daycare ditolak mentah-mentah oleh neneknya si anak (alias orangtua atau mertua), dan ada juga temen saya yang malah ngerasa kasian anak diajak macet-macetan tiap hari.

DINING ROOM

Hmmm…ya memang budaya childcare ini masih tergolong baru di sini. Masih agak sulit beradaptasi dengan kebiasaan bule yang satu ini. Bebas aja setiap orang bisa punya pendapatnya masing-masing.

Tapiii….Kalo menurut pendapat pribadi saya sih, yang paling ideal ya memang orangtua ada bersama anak. Sayangnya belakangan situasi kadang tak memungkinkan, ya? saya bukan ibu bekerja yang punya kewajiban keluar setiap hari. Tapi saya ibu freelance-an, yang ada juga keluar kerjanya sesekali. Nah, kalau masih memungkinkan sebetulnya saya lebih memilih untuk bawa abib, kemanapun.

ISOLATION ROOM

Unfortunately, kadang, situasi bener-bener ga oke dan abib juga suka ngeluh kalau pekerjaannya membosankan. Misalnya harus meeting dan makan waktu cukup lama. Kalau masih bisa diakali dengan memilih tempt meeting didepan playground, atau bahkan di area playground anak, saya akan tetap ajak abib. Itu win-win solution kan.
Tapi kalo tidak ada opsi, saya akhirnya memilih daycare. Loh iya, gak mungkin kan saya bisa kepikiran bikin daycare kalo gak pernah nyobain? Hehehe…

LOCKER

Biasanya saya akan pilih opsi titip harian, karena kan enggak setiap hari kerjanya. Dan daycare yang saya pilih, ya tergantung lokasi tempat saya bekerja hari itu. misalnya saya meeting di daerah kemang, pejaten dan sekitarnya, ada langganan saya daycare di wilayah itu. begitu juga kalau harus meeting di wilayah senayan, senopati dan sekitarnya. Untungnya abib anak yang cukup mudah ya, jadi dia bisa adaptasi dengan teman-teman dan pengasuh dimanapun. Hehe..anak yang pengertian.

PLAYROOM 2

Tapi memang saya juga pernah beberapa kali kecewa dengan beberapa daycare di wilayah tertentu. Kalau sudah begitu sih saya enggak akan nitip disitu lagi. biasanya yang mengecewakan itu, kalau dititipkan seharian, anak-anak tidak diberi kegiatan yang bermanfaat. Malah dibiarkan saja bermain bebas, lalu menonton tv. Lah, dirumah aja tv saya batasi kok.

SANDBOX

Lalu yang ada juga yang enggak mengajarkan kemandirian, karena males ribet, jadi lebih milih terus2an nyuapin dan gak mengajarkan anak-anak makan sendiri. Macam-macam lah. Nah pengalaman ini akhirnya bikin saya jadi belajar, bahwa BIKIN DAYCARE ITU GAK MUDAH.
Tapi pasti bisa. Hahaha OPTIMIS!

TOODLER ROOM

Keberadaan daycare memang plus minus ya. Buat saya sendiri, yang sering saya khawatirkan itu adalah ketularan sakit. Karena kalau playgroup, orangtua bisa memilih untuk menyekolahkan anak atau tidak di saat ia sedang sakit. Sementara di daycare kan gak bisa. Trus saya juga suka khawatir berantem sama anak-anak lain. jadi biasanya saya liat-liat dulu, kalau daycare nya terlalu penuh, saya gak jadi titip abib.

Takutnya pengasuh enggak bisa handle, dan anak saya tusuk-tusukan sama anak orang *lebay. Ahahahahah…yagitulah intinya. Saya juga kadang khawatir dengan menu masakannya . karena kan si abib saya masakin sendiri dirumah, dia gak makan manis-manis terlalu banyak, dia ga makan garem terlalu banyak, dan dia ga makan makanan berpengawet tinggi.

Iya, saya lumayan bawel sih. Tapi kan gapapa ya? toh saya bayar…

Maka itu, standar tinggi ini saya tempatkan d taman main. Saya berusaha untuk mengakomodir keinginan utama orangtua, meminimalisir kekhawatiran orangtua, dan berusaha untuk memberikan setiap manfaat dari pendidikan untuk setiap anak. Saya dan temen-temen pengennya TAMAN MAIN ini jadi tempat yang nyaman, anak-anak banget dari segi interior, dan punya program yang juga menghormati sekali ‘jabatan’ mereka sebagai anak-anak.

SANDBOX

PLAYROOM 1

Maksudnya, TAMAN MAIN berusaha menghargai perbedaan setiap individu, mengerti bahwa setiap anak punya speciality masing-masing, tapi tetep menerapkan standar kemampuan yang harus dipenuhi setiap anak berdasarkan milestone. Karena mereka kan juga harus belajar disiplin, belajar untuk memiliki life skills, adab saat bersosialisasi, kemauan untuk belajar, dan tentunya semua dilakukan dengan cara BERSENANG-SENANG!!

Buat saya, bisa bersabar menahan keinginan, bisa bersikap ramah, bisa meminta dengan baik, bisa mengantre, jauh lebih penting untuk diajarkan kepada balita, ketimbang ngajarin calistung.

Oh iya, di taman main juga akan diberlakukan standar untuk melakukan adab-adab dan melatih berbagai kemampuan tersebut berdasarkan tuntunan islam. Hehehe…

So, itulah taman main. Kami akan memberlakukan program harian-bulanan yang sifatnya tematik. Setiap anak akan dibekali dengan buku laporan perkembangan harian. Kami juga punya dokter anak, psikolog anak, dan dokter gigi. Karena khawatir akan penularan penyakit, kami punya kamar isolasi. Jadi yang sedang flu atau sakit lainnya, akan tidur di kamar tersebut.

Kami memberlakukan sistem 1 pengasuh untuk empat anak, dan 1 pengasuh untuk 1 bayi. Sebetulnya standar pemerintah Indonesia, dalam aturan pendirian tempat penitipan anak, adalah, 1 orang pengasuh bisa untuk 8 anak. WAW ya..cetar sekali. Kami enggak deh, gak bisa kebayang ngurus toddlers 8 orang.

Ohiya, masakan! Kita sih berusaha semaksimal mungkin untuk ngejaga banget kualitas masakan di TAMAN MAIN. Karena lumayan banyak ya dapet makannya, dari sarapan, makan siang, makan sore dan snack. Wuih, kalo gak dijaga dari msg, kadar garam, kadar gula dll, bahaya juga buat ksehatan anak. Ribet juga kita kalo mereka jadi sering sakit. Padahal kuncinya kan makanan.

Buat bayi yang masih nenen, kita juga akan nyediain freezer ASIP kok. So, tinggal titip2 aja ASIP nya sesuai kebutuhan harian si bayi. Kita gak akan nyediain menu susu di makanan harian, jadi kalo anaknya terbiasa minum susu, ya silakan bawa sendiri. So far, “kitab” menu andalan kami akan tetap wied harry apriadji. Hehehe…

OH IYA, saya emang orangnya cukup posesif sama anak. Maksudnya, saya suka deg2an kalo ngebayangin harus ninggalin si abib nun jauh disana, di bekesyong. Sementara saya melalangbuana ke jakarta. Sementara kalau dia ada di jarak yang dekat, saya biasanya ngerasa lebih aman. So, kalo sampe ada apa-apa, saya gak kejauhan nyamperinnya.

Itu dia ide awalnya mengapa TAMAN MAIN ada di Jalan Wijaya XVI No 23, Wijaya, Jaksel. Lokasinya kan deket banget dari kantor-kantor, dekat dari kemang, blok m, dari senayan, radio dalam, pondok indah, senopati, SCBD, sebut deh. Hehehe..selain itu lokasinya didalam komplek, dengan jalanan yang lebar dan pepohonan rindang, nyaman dan engggak berisik, cocoklah buat anak-anak kecil. Aman in Syaa Allah.

Ini lumayan lama loh nyari lokasinya. *LapKeringet hahahaha…

Nah karena emang bawaannya adem ni di wijaya ya, kita bikin tempat bermain pasir yang outdoor di TAMAN MAIN. Seru deh, bentuk bak pasirnya boat, jadi anak-anak bisa berkhayal mereka ada di laut. Lalu kita juga punya CCTV yang bisa di connect ke handphone, jadi orangtua bisa ngeliat langsung kegiatan anak-anaknya.

Jam buka sama kok seperti daycare lain, jam 07.00-18.00. tapiiii….. ingat ini ya, kita punya overnight daycare!! Yihaaa…jadi kalo harus lembur di kantor, ga usah bingung mikirin anak-anak gimana, nanti kita urusin sampe jam berapapun. Weekend harus kerja atau ada kuliah? OH jangan sedih. TAMAN MAIN bisa aja buka weekend kok. Tapi ya, ada additional charges yaaa…hehehe..kan harus bayar lemburan pegawai :))

APAAAAHHHHH?? Nanya tarif??? Hahahaha…ini udah sengaja ditunda-tunda daritadi, padahal ini pertanyaan pertama dari semua orang tiap kali ada yang nelepon.

Hihihi…saya sih tetep gak akan ngumbar tarif disini, biar pada nelepon dooong. Tapi seperti yang udah diumumin di website http://www.tamanmain.co.id kita punya promo opening loh, diskon sampe 1,5 juta untuk pendaftar bulanan. AYOOOO SIAPA CEPAT DIA DAPAAAT!!

Tapi kita ada harian, half day dan full day, ada bulanan, ada overnight, ada weekend. Lalu kalau mahal atau gak mahal, ya sebetulnya relatif ya. coba deh, kalau memilih dititipkan sitter dirumah. Gajinya sudah berapa? Itu baru gaji sitter, belum gaji ART yang beberes rumah. Lalu kan tetap harus masakin anak-anak. Itu juga biayanya banyak. Nah kalau di taman main, kita udah full semua. Dari mandi pagi, sarapan, makan siang, tidur siang, ngemil, makan sore, mandi sore. Dijemput udah rapi tinggal pulang dan bobo.

OH IYA, foto-foto disini seluruhnya adalah gambar 3D dari TAMAN MAIN. Sekarang sih sebetulnya sudah nyaris rampung, tinggal finishing touch. YA DONG, kan Sabtu, 3 Oktober 2015 kita akan launching. Jadi, harus sudah selesai.

Untuk interior design, kita kerjasama dengan teman-teman dari INCH(ES) interior. Bisa liat di instagram nya @inchesinterior kerja mereka oke banget. Cepet, gaperlu diuber2. Adis dan virie, keduanya sama-sama komunikatif dan seru banget diajak diskusi soal design. Hasilnya CAKEP, dan sesuai keinginan. Harga masih masuk kok, karena sesuai dengan hasil. Seneng banget bisa kerjasama dengan mereka.

IMG-20150911-WA0006

Huuuffftt…ini sebetulnya adalah postingan semi review ngiklanin produk sembari curhat. So, sorry ya karena hasilnya jadi panjang dan bertele-tele. Karena sekarang saya rasanya emang deg2an gak keruan. Ini adalah pengalaman pertama saya set up sebuah bisnis beneran. Maklum ya, mental kacung. Hahahaha…

Apalagi kerjanya barengan sama tim yang emang udah dari dulu kerja bareng. Meski belum pernah ngerjain sesuatu yang seserius ini sih sebetulnya. Hahaha…tapi rasanya jadi tambah seru aja. Kita udah kerja bareng dari 2010. Awalnya dari nyiapin nikahan saya, lalu nikahan resna, lalu nikahan eva yang DAHSYAT itu. Kita jadi udah tau gimana cara menyamakan ritme kerja, udah tau job desk masing-masing (yang emang tiap orang beda, dan punya kerjaannya masing2 tanpa harus disuruh), udah tau kapan harus bercanda saat ada yang udah mulai emosi. Nyaman banget.

IMG-20150904-WA0003

So, rasanya jadi SENEEENG BANGET, apalagi karena emang cita-cita banget pengen punya tempat buat anak-anak. Pengen jadi bagian dari pendidikan anak negeri. Pengen turut serta dalam melakukan sesuatu. MELAKUKAN SESUATU dan gak ngomel doang setiap habis baca berita.

Rencana kedepannya juga kita akan banyak bikin acara charity untuk anak Indonesia. Kita pengen semua anak terlibat dalam keberadaan timur kelana foundation. Kami pengen berbagi lebih banyak dan bersenang-senang dengan anak-anak. Saya sendiri, kepengen ngajarin abib, bahwa ada begitu banyak anak di dunia yang sama besarnya dengan dia, namun punya kisah yang jauuuh lebih beragam. Semoga proyek yang ini juga berhasil seiring sejalan dengan taman main yaaaa…aaamiin…

For now, saya mau ngundang setiap anda untuk hadir yuk!!!!

UNDANGAN ONLINE_4

Kami akan berusaha untuk menjadi tuan rumah yang menyenangkan, dan bisa siap sedia bermain bersama. YUK, MAIN YUK!!

Kehilangan lagi….

Image
Kehilangan lagi….

Idup emang lucu ya, upside down banget. Kadang seneeeeeng terus. Tapi kadang juga dapet ujian yang bertubi-tubi sampe terasa beraaaaaaat gak keruan.

Curhat min? Biarin lah ya…

Jadi gini, akhir juli lalu, kami sekeluarga liburan lebaran ke bali. Well, bukan mudik sih, Cuma liburan aja rame-rame sekeluarga besar sama mertua. Lagipula disana juga kan ada saudara. Biar berasa lebaran banget lah.

Namun, karena liburannya pas si mbak dirumah masih mudik, ya artinya kami kesulitan meninggalkan anak-anak kaki empat dirumah. So, mulai lah mencari-cari pet hotel yang layak dan enggak jauh dari rumah. Biar nanti saat sudah kembali lagi ke jakarta, bisa langsung ambil, gak ditunda-tunda.

Saya kan anaknya rese, jadi susah betul percaya sama petshop. Parno ajalah bawaannya. Lagian kasian kan ngebayangin tu kucing2 akan dipajang di tengah petshop, rame, orang hilir mudik, ditowel2 anak kecil. AAAAARRGGGHH…

Akhirnya saya mikir, mungkin akan lebih baik kali dititipin di dokter hewan. Sebab, gimanapun, setidaknya dokter kan paham akan pentingnya kebersihan, perputaran udara, resiko penularan penyakit dan lain sebagainya. Lagipula kan kalau ada kejadian darurat, bisa segera ditangani. Ada dua klinik hewan yang pernah saya datangi dan lumayan lah, tapi yang satu itu meski besar,tempat perawatan kucingnya sumpek banget. Saya agak khawatir.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada klinik hewan di daerah caman, tengah2 antara galaksi dengan jati asih. Saya dulu pernah kesana dan dokternya cukup oke karena tindakannya cepat, taktis, dan gak demen bekelin antibiotik. Kalo memang sakitnya ga ada obatnya, ya dia gak kasih obat. Ga diada-adain.

Ditinggallah 4 anak saya selama 6 hari. Sepanjang liburan, yang ada dikepala saya Cuma mereka. Saya sms dokternya sehari sampe 5-6 kali. Bayangin dah tuh enegnya jadi dia. abis mereka kan bukan kucing kandang. Atu dan aling pernah saya titipin duluuuu empat tahun lalu, di drh ida. Setelah itu, kita yang emang gak terlalu demen nginep2 ini gak pernah ninggalin mereka. Alhamdulillah selama ini kalo pergi2, selalu ada mbak dirumah. Jadi mereka ya dirumah aja.

Kata dokternya, mreka keliatan cukup stress. Cucut dan johnny gak mau makan dua hari. Tapi johnny masih mau makan raw foods nya. Sementara cucut yang emang ga gitu doyan daging mentah, ya gak makan apa2. Johnny bahkan sempet kejang satu kali. Atu dan aling cenderung diam. Usai liburan, sampe bandara, saya langsung menuju ke tempat mereka dititip. Saya KANGEN BANGET GAK KARUAN.

*Tiga hari berlalu*

Saya udah mulai hilir mudik kesana kesini ngurus ini itu yang kemarin tertunda karena pergi lama. tiba-tiba hari itu saat baru balik malem dan lagi selonjoran karena pegel banget, aling naik ke pangkuan saya dan mulai garuk-garuk. WADUH KUTU???

Ternyata….

Lebih parah.

Jamuran, scabies dan jamur item2 kecil seluruh badan. Gusti…kasian banget. Saya langsung buru2 sirimin jamur2nya itu pake cuka apel, ya penanganan pertama aja. Abis gak tega liat dia garuk2. Besooknya langsung ke drh Nyomie yang di duren sawit.

PhotoGrid_1438499564710

Dan yak, asli lah sebadan-badan banget sampe Aling harus digundulin, biar gampang ngobatinnya. Sedih banget saya liatnya. Ya kalo bulu sih santai yah, kan bisa tumbuh lagi. tapi liat kulitnya penuh jamur gitu pasti perih dan gatel kan rasanya.

Lalu saya rasanya keseeeeelllll banget. Gusti, udah lama banget gak ada yang kena kutu, jamur dan sebagainya, karena kucing2 saya kan udah tua dan ya gitu2 aja. Gak terkontaminasi apa2 dari manapun. INI NITIP SATU MINGGU DOANG KOK BISA JAMURAN SEBADAN-BADAN. Untung yang lain gak ada yang kena jamur sama sekali. Memang sih, biasanya kan karena daya tahan tubuhnya menurun.

Yaudah tapi hari itu saya sempat bersykur, karena Cuma kehilangan bulu yang mana bisa tumbuh lagi nantinya. Setidaknya gak kehilangan anak.
Dan ternyata…..

Saya salah.

Gak lama dari gundulin Aling, tiba-tiba saya menyadari si cucut keliatan agak berat nafasnya. Dan si Atu pupnya keras kaya batu. Untuk Atu, saya lebihin porsi raw food nya, biar dia gak konstipasi. Tapi cucut, gak saya apa2in. Hingga akhirnya satu malam dia tiba2 bibirnya membiru, dan nafas sesak bukan main sampai gak bisa tiduran.

IMG-20131009-01836

Itu jam 8.30 malam, dan yang ada di kepala saya Cuma nebulizer. Saya pikir, mungkin dia butuh di inhalasi. Jadi saya berangkat lagi ke dokter hewan yang kemarin saya titipin anak2. Dia raba-raba, dan dia bilang:

“Ini harus dirontgen mbak, tapi saya sih curiganya hernia diafragmatika. Kondisi memar dalam, saat ada benturan keras, dan membuat selaput diafragmanya robek. Lalu organ2 dari bawah, seperti usus, menjejal masuk ke dalam diafragma (tempat paru-paru dan jantung). Yah namanya juga kucing kampung kan suka main keluar, gak ketauan kebentur apa..”

KEBAYANG GAK PERASAAN SAYA? Itu diagnosa sudah berlalu hampir sebulan lalu, tapi setiap kali menyebut hernia diafragmatika, kepala saya berdenyut dan nafas saya sesak. Gak bisa terbayang apa rasanya usus masuk ke diafragma…

Dia gak memberikan tindakan apa2, karena ia yakin bahwa ini kasus hernia dan gak ada obatnya, kecuali operasi. Yaaaaang….hasilnya gak taulah, karena belum ada alat lengkap untuk penyakit macam ini di Indonesia. Dan itu sudah malam, klinik besar yang menyediakan fasilitas rontgen sudah tutup.

Maka saya menghabiskan semalaman itu dengan tidur di karpet berdua cucut, yang sesak semalaman dan Cuma bisa duduk tegak karena kesakitan. Itu hari senin, dan sellasanya saya ada meeting siang. tapi saya semalaman betul2 gak bisa tidur karena ngebayangin usus di diafragma. BISA GAK NGEBAYANGIN?

20150224_143000

Paginya, sebelum berangkat rontgen, saya whatsapp drh Erwin, karena saya udah desperate. Saya nanya soal hernia dan kemungkinan lain dari sesak nafas. Dia kasih saya link, gambar dan berbagai informasi. Biar saat ke drh tempat rontgen ini saya gak kosong banget, jadi nyambunglah sama diagnosa nya dari hasil rontgen.

IMG-20150824-WA0012

Sampai di klinik besar ini, hasilnya adalaaaah: CHF. Congestive heart failure. Gagal fungsi jantung, bawaan. AAAAARGGGHHH. Saya gimana ya ngejelasinnya, tapi yang jelas saya gak suka banget sama sikapnya ini dokter. Saya masuk, dia lagi megang hape. Lalu periksa sebentar dan bilang kemungkinan hernia tipis, dia curiganya CHF. Kemudian nyuruh asistennya untuk rontgen, dan harus hati2, kalau cucut melawan, jangan dipaksa, nanti jantungnya berhenti. Setelah itu, dia udah keluar lagi dr ruang praktek dan sibuk nanya2 soal pasien lain ke karyawan-karyawannya.

Saya diem aja, karena bawa abib. Lagian saya capek dan ngantuk banget kan semaleman gak tidur, kayanya udah ga ada energi. Saya sampe udah izin ga ikut meeting karena mikir si cucut bakalan langsung dioperasi. 15 menit kemudian, asistennya turun dari ruang rontgen dan bawa cucut serta hasil rontgen. Dan dokter itu memersilakan saya masuk lagi, kemudian memampang gambar thorax dan ia menceritakan bahwa cucut kena chf.

Yang bisa dilakukan hanya memberi obat biar gak tambah sesak. Sudah itu saja, karena yang rusak organnya, tidak bisa diperbaiki. Saya aga kebingungan. KALO CACAT BAWAAN BERARTI KAN DIA PERNAH JUGA SESAK YA, kok cucut enggak. Dokternya bilang: ya memang munculnya bisa suatu waktu aja, belum tentu muncul dari kecil.

Saya ragu. RAGU BANGET. Dan untuk kejadian ragu semacam ini, pada penyakit yang membingungkan dan tebak2an gini, saya Cuma punya dua tempat yang bisa dipercaya: Drh Erwin di Bandung, Drh Dudung atau Drh Danny di IPB. Rabu pagi, saya, abib dan citra meluncur ke dramaga. IYA CUCUT CUMA KUCING KAMPUNG. Kucing yang dibuang orang di depan pagar saya, saat masih ada tali puser menggelantung dan mata merem, dua tahun lalu. Tapi dia anak saya, kesayangan saya, terserah lah mau gondrong kek pesek kek mancung kek. Nyawanya berharga sekali.

Disana, Drh Danny kebingungan liat hasl rontgen. Katanya foto rontgennya blur, gak keliatan apa2. Ya saya manut saat dia minta untuk difoto ulang. Hari itu saya juga bawa atu yang konstipasi. Dan dia juga dirontgen. Hasilnya…

Atu: konstipasi berat, dan harus diganti makanannya, karena dia udah tua kan. Jadi gabisa lagi banyak2 makan kibbles. Kalo mau kibbles pun harus yang grain free. Daya tahan tubuh mudah menurun dan langsung bikin konstipasi. Itu sampe gassy dan penuh gitu perutnya. Tapi selebihnya fine.

Cucut: ehem. HYDRO THORAX. Ada cairan memenuhi paru-parunya. Yang mana penyebab nya memang susah banget dicari, tapi kemungkinan karena virus. Tapi sebetulnya rabu pagi itu dia udah mau makan. Meski dari senin-selasa dia gak mau makan sama sekali, minum pun susah. Akhirnya drh danny bilang ada dua opsi: 1. Cairannya disedot dengan cara ngebolongin dari luar. Namanya thoracentesis. Tapi keberhasilannya 50:50 krn ada resiko stress dan membuat jantung berhenti. Cuma kalo berhasil, lumayan banget. Eh namun kemungkinan cairan terisi kembali ya ada juga.
2. terapi obat, kontrol 2 minggu-1 bulan sekali. Resikonya lama, dan cucutnya capek karena susah nafas.

Saya GALAU. Akhirnya drh Danny bilang, coba obat dulu 2 minggu. Nanti dirontgen lagi setelah 2 minggu. Kalau bagus, ya terus obat aja. Gausah operasi. Dia juga pesan, kuatkan daya tahan tubuh dengan makanan yang baik. pulang dari bogor, saya gak bisa tidur lagi. akhirnya belajar sampe pagi. Cari tau makanan terbaik, penyakit ini itu, dan sebagainya.

Iya, udah lama banget sejak teteh meninggal 3 tahun lalu, saya gak belajar soal kucing. Saya melihara aja, banyakin makanan yang mentah dan emang ga ada apa2. Mereka semua tumbuh sehat. Bahkan si cucut yang ga pernah minum asi pun tumbuh normal. Akhirnya saya jorr-in makanan. saya kasih VCO di dagingnya. Saya olesin essential oil yang udah di dillute dengan VCO, ke badannya. Saya ganti kibblesnya dengan yang grain free. Saya peluk tiap malem. Saya ajak dia minum terus. Saya jemur sambil jalan2 diluar.

PhotoGrid_1440406821382

Dan yess, dia meembaik. Makannya makin banyak. Dia udah bisa guling2 manja dan ngajak saya main, meski masih belum bisa lari2. Dia udah bisa tidur nyenyak sambil rebahan. Pup nya lancar dan bagus. Semua bagus.

Masih sangat bagus sampai kemarin. Saya tinggal dia pagi2, setelah makan dan minum obat. Saya peluk dia seperti biasa dan bilang bahwa saya ada acara mungkin sampe malem.
Ya dia biasa aja. Manja dan gelendotan. Meski naaps masih putus2 kaya orang asma.

Tiba2 jam 8.30 malam saat saya udah didepan komplek, citra nelp dan bilang tadi nia (mbak yang dirumah) nelp dia dan bilang kalo cucut tiba2 gak bisa nafas, dan kejang. Dia nelp saya tapi gak bisa2. Mungkin sinyal. Kami langsung ngebut. Dan sampe rumah mendapati cucut…

Yang sudah kaku dan biru.

*brb *nangisDulu

Kata Nia, jam 7an tiba2 cucut masuk ke kandang sendiri. Diam aja ngelamun. lalu tiba2 sesak parah sampe kejang. Dan jam 8 meninggal.

Saya gak bisa ngomong apa2 dan Cuma bisa melukin cucut yang biru, tanda kehabisan oksigen. Inalillahi wa inna illaihi raajiun. Saya kehilangan dua anak dalam waktu yang sangat berdekatan. Rasanya pengeeeeen banget nyalahin orang. Nyalahin liburan ke bali. Nyalahin dokter yang bisa2nya bikin anak2 saya pada sakit. Nyalahin diri sendiri, karena pulang kemaleman dan ga ada disana saat cucut sesak.

Tapi, apa yang udah terjadi sama kita, pasti yang terbaik untuk semua, bukan?
Hmmmpppfff…padahal tadinya udah janjian sama citra dan drh danny mau kontrol selasa, besok. Masih deg2an mau liat hasil thorax nya lagi. mau ini mau itu.

Cut, gimana sih????? Huhuhuhuhuhu

Saya tuh kalo liat cucut selalu inget mamah. Soalnya saya nemuin dia pas mama mulai sakit, dua tahun lalu. Saya sambil nemenin mama, harus bawa2 kucing kemana-mana karena harus disusui 2 jam sekali. Lalu saat pekan terakhir sebelum mama meninggal, cucut itu sering bikin mama yang udah kepayahan tersenyum. Karena seneng gelendotan dan ajak mama main.

Buat saya cucut itu precious, karena dia satu2nya yang gak kapok sama abib. Sementara kucing2 lain udah pada males karena sering dikejar2 abib. Cucut ga peduli. Dia selalu rela ngasih badannya untuk dibejek2 gemes sama abib. Dan dia ga pernah ngelawan. That’s why, cucut yang selalu dicari abib buat nemenin tidurnya tiap malem.

20150126_173302

Sekarang ga ada lagi yang bisa kita godain tiap hari, ga ada lagi yang heboh lompat2 ngejar kecoa atau hewan kecil lainnya, gak ada lagi yang mau tidur dikelonin abib tiap malem. Saya tadinya berharap banyak dia bs sembuh dari paru2 basah itu, karena kucingnya citra survived dan hidup sampe skg. Tapi poe ngingetin saya: “Bejo kan disusui ibunya sampe 3 bulan, ibunya hamil dan makan bergizi, mereka tinggal dirumah risma yang bersih dan dikasih makanan sehat tiap hari. Lah cucut, ibunya udah pasti makan sampah, kemudian di umur beberapa hari, dia dipisah gitu aja. Ga pernah minum asi. ga ada jilatan ibu, ga ada pelukan ibu. Yang cucut punya tuh Cuma kamu, ibu manusia. Dan unfortunately, dia kucing. Setidaknya dia gak mati dijalanan hari itu, seenggaknya dia pernah tahu bahwa ada manusia yang sangat sayang sama dia. setidaknya dia sempet ngerasain punya keluarga. Allah lebih sayang sama dia..”

Dan saya pun nangis lagi…..

kucing1

Menyalahkan Orang Lain?

Image

Oke. Kali ini saya mau curhat dikit.

Kemarin, saya mampir ke salah satu toko kue waralaba. Kondisi saya agak terburu-buru, dan di toko tersebut menerapkan sistem self service kepada customer.

Kue-kue yang hendak saya ambil terpampang manis di dalam showcase. Nah, saat saya hendak membayar kue-kue yang saya pilih, kemudian saya teringat untuk mengambil lagi satu kue keju. Iya, saya lihat disitu ada seorang ibu dengan anak kecil yang juga sedang memilih kue. Tapi karena sedang terburu-buru, maka saya membuka showcase kue nya dengan gerakan cepat. Tanpa sempat melihat posisi tangan si anak kecil tersebut.

Saat saya sudah mengambil kue yang saya ingin beli, tiba-tiba ibu itu menegur saya pelan “Mbak, lain kali hati-hati ya bukanya, tadi tangan anak saya ada disitu (sambil nunjuk pintu kaca showcase), untung enggak kejepit…”

Saya kaget lalu senyum sekilas.

Setelah pergi dari toko jadi kepikiran…

Iya sih saya salah karena saya keburu-buru maka kurang perhatian. Tapi, saya enggak pernah melakukan tindakan yang ibu tadi lakukan terhadap saya, kepada Abib.

Sebab menurut saya, itu jadi sama saja dengan menepuk meja jika kepala Abib kejedot.

Bener atau enggaknya, entah ya. Tapi buat saya, itu jadi seperti menyalahkan orang lain ketimbang memperingatkan anak sendiri untuk berhati-hati. Mosok yang ditegur orang lain? kan orang itu gak mungkin dengan sengaja mau menjepit tangan anak saya di show case toko kue…

Kecuali kalo lagi di playground dan ada anak yang lebih besar, dengan sengaja mendorong Abib sampai jatoh ya…itu lain cerita. *siapin Sarungtinju

Saya jadi inget baca di bukunya Ayah Edy:

1. Raja yang Tak Pernah Salah
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.

Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.

Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”

Nah ya kan??

Saya sih gak tersinggung ya dengan ditegur sama ibu itu. namanya juga orang tua, kan suka terlalu sayang sama anak. Tapi, sayang dalam definisi saya gak seperti itu. sayang buat saya, adalah mengajak anak saya mandiri, berani dan bisa menjaga diri. Karena saya enggak pernah tahu, sampai kapan saya bisa hidup dan melindungi anak saya.

Kalo besok saya mati, dan anak saya selalu benar, maka celakalah saya. Karena saya sudah bikin dia susah dengan menjadikannya anak yang dirasanin orang lain mulu. Saya sudah bikin Tuhan marah karena mendidik anak untuk menjadi orang yang egois dan menyalahkan orang lain. Saya juga sudah bikin orang lain yang berada di sekitar dia susah, karena dia akan melawan terus. Sebab dia selalu merasa benar…

Kalo kata Dr Sears…”Initially a child believes behaviors are right or wrong because you tell her so, or she considers the consequences. By five years of age your child begins to internalize your values: what’s right for you becomes right for her. Your values, virtuous or not, become part of your child.”

Hehehe…

Sekian curhat kecil malam ini. Semoga ini bisa jadi pengingat dalam hidup saya, dalam membesarkan anak.

30 tahun…

Image

Tadi sahur abis nonton grudge match. Film cheesy sylvester stallone. Di endingnya ada evander hollyfield dan mike tyson yang ceritanya diminta tanding ulang.

Saya jadi ngakak.

Saya bukan penonton pertandingan olahraga. Boro2 penikmat. Saya suka film tinju, tapi bukan fans pertunjukan tinju. Tapi siapa yang enggak tau insiden mike tyson mengggigit kuping hollyfield sampe copot?

Saya sebenernya lupa taun berapa. Tapi kata web2 sport sih taun 1997. Yang saya inget Cuma saya waktu itu masih SMP. Dan kemarin, world cup 2014, ada lagi pemain bola yang menggigit lawannya. Sekali lagi, saya ini juga bukan penonton sepakbola. Saya bahkan enggak nonton satu pertandingan pun di WC 2014 ini. Tapi kabar Suarez gigit bahu Chiellini ada di semua portal berita, ramai di twitter dan socmed lainnya.

Jadi, yang bikin saya ngakak sebenernya adalah; saya masih hidup dan menyaksikan hal-hal itu. hehehe…

**

Emang sih jarak kejadian insiden gigit menggigit itu bukan 70 tahun. Cuma 17 tahun. But still…

Saya bersyukur banget.

Ya bukan bersyukur karena bisa menyaksikan insiden gigit menggigit. Tapi bersyukur karena masih dikasih Tuhan umur sampe 30 tahun.

2014-07-22 07.16.12

**

13 juli, usia saya 30. HAHAHAHA. Banyak banget ucapan selamat dan ucapan ledekan juga enggak kalah banyaknya. Saya bahkan dapet 6 kardus susu kalsium sebagai simbolik ledekan dari seorang teman, karena saya makin tua. Hehehee

Tapi sebenernya, usia 30 ini berarti cukup banyak buat saya.

Saya, enggak pernah menyangka bahwa Tuhan masih kasih saya hidup sampai 30 tahun. Masya Allah. Setelah semua hal yang udah saya lewati, ternyata, saya masih terus dikasih kesempatan sama Tuhan.

Dari kecil, saya bukan anak yang sehat sepeerti anak-anak pada umumnya. Banyak kegiatan yang enggak bisa saya ikuti, karena sakit. Saya harus minum obat rutin bertahun-tahun. Harus mengalami diet makanan gorengan dll di usia 8 tahun (saat itu, saya makan rebusan, mentahan, nasi merah dan juice aja selama hampir setahun).

Saya hampir enggak pernah ikut kegiatan olahraga, karena enggak kuat. Dan saya ngalamin masa-masa tiap hari pingsan, sampe kuliah. Heu,,,

Puncaknya adalah, jantung saya pernah berhenti berdetak dan saya berhenti bernafas di usia 22 tahun, selepas lulus kuliah, selama beberapa detik. Hingga akhirnya saya harus “disetrum” alat pacu jantung. Alhamdulillah hidup lagi. Heu..

Saya bukan orang kebanyakan, karena itu, saya selalu merasa hidup saya Cuma sebentar. Saya selalu merasa Tuhan enggak akan kasih saya banyak kesempatan, sebab saya penyakitan. Saya alergi berat, dan pernah ngalamin hampir semua jenis penyakit yang berkaitan dengan kinerja paru, jantung dan liver serta pencernaan.

Mungkin karena itu saya ngejalanin hidup yang less ribet, dan less drama.

Setelah kejadian “hampir mati” itu, saya akhirnya mikir bahwa ini saya yang baru. Yang dikasih kesempatan kedua sama Tuhan. saya
harus berhenti merusak badan, dan harus berubah jadi orang yang lebih baik.

Buat poin kedua, entah ya, udah kejadian atau belom. Karena enggak ada ukurannya. Hehe..tapi buat yang pertama, ya akhirnya saya menjalani pola hidup sehat. Sebab, tadinya, saat masih ABG, saya cenderung ngerusak badan sendiri. Saya, dan pola pikir yang ABG banget, selalu mikir hidup saya gak akan lama, saya jaga-jaga makan dan jalanin hidup sehat juga percuma, saya pasti gak akan sembuh.

Sekarang, saat saya lebih banyak menjejali badan dengan raw foods, ternyata berasa banget bedanya. Hahaha..ini saya berasa mau iklan ekstrak kulit manggis deh.

Mungkin akhirnya cara berpikir makin dewasa juga yes? Plus happiness. Haha..

Percaya deh, naik turun hidup saya yang terasa berat justru ada nya di masa kecil. Makanya saya engggak pernah bilanng “Enak ya dulu, kaya gak ada beban hidup..” kalo liat foto-foto masa kecil/ABG. Hehehe…saat itu idup saya sebenarnya terasa lebih berat, ketimbang sekarang.

Saya berhenti asma, saat menikah. Yang biasanya sebulan dua kali kumat, setelah nikah jadi setahun sekali. Setelah melahirkan, saya bahkan 2,5 tahun enggak kumat asmanya sama sekali. Akhirnya saya sadar, Tuhan enggak pernah salah.

Karena saya dulu engggak pernah pengen menikah dan enggak suka anak kecil maka enggak kepengen punya anak. Sesuatu yang saya benci banget itu, ternyata hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya.

2014-07-22 06.51.56
(gini klo punya suami romantis, kuehnya roti tawar pake nutella…hahahaha)

**

Jadi, 30 tahun. Hehe

Bolehlah bebas saya diledekin tua. Berumur. Renta. Dan sebagainya.

Tapi saya merasa bahagia. Iyalah bahagia. Tuhan sayang sekali sama saya, karena terus dikasih kesempatan untuk hidup dan pastinya untuk berbuat baik. Buat diri sendiri dan bekal setelah kematian nanti, maupun buat mahluk lain.

Lagipula, di usia 30 ini, rasanya saya sudah punya semuanya. Semua yang saya butuhkan untuk berbuat lebih banyak. Termasuk energi yang rasanya malahan lebih banyak ketimbang waktu SMA/kuliah dulu. Hahaha..ya iyalah dulu mah kerjanya pingsan mulu.

Maka, ya, saya bersyukur banget. Semoga saya masih akan terus disayang Tuhan, dengan caraNya.

2014-07-22 07.13.20

Sedih, dan berpuisi..

Image

Sampai hari ini, langitku masih berwarna abu-abu

Sarapanku abu-abu

Tanamanku abu-abu..

Katamu, ada kabut dimataku.

Kurasa bukan Cuma kabut, tapi asap tebal.

Kata orang, angin akan membawa asap tebal menyebar ke seluruh penjuru

Mungkin Cuma air yang bisa membantuku

Atau…

Senyummu?

**

November rain has come with a burst from the heavy clouds

The black clouds come and hide the crying sky

My soul is dying.

November rain is falling heavy, and as the rain fall, my tears are falling too

My ego wants to force a smile, but my soul doesn’t feel the need

This sadness doesn’t taste bitter, it is sweet.

**

(Bekasi, 18 November 2013)

*helaNafas

Here’s to never growing up..

Image

Oh well, saya bukan penggemar Avril Lavigne. Bahkan saya enggak tau banyak lagu2nya. Tapi 2 pekan belakangan ini saya banyak menghabiskan waktu dijalanan.

Akhirnya dengerin lagu-lagu top 40 nya prambors.

Dan berakhir dengan mellow setiap lagu here’s to never growing up nya mba Avril ini dimainkan.

Jadi kangen…

IMG2_0001 (2)

Singing Radiohead at the top of our lungs
With the boom box blaring as we’re falling in love
Got a bottle of whatever, but it’s getting us drunk
Singing here’s to never growing up

IMG2_0004 (2)

Call up all our friends, go hard this weekend
For no damn reason, I don’t think we’ll ever change
Meet you at the spot, half past ten o’clock
We don’t ever stop, and we’re never gonna change

Say, won’t you stay forever stay
If you stay forever hey
We can stay forever young

IMG_4453

Singing Radiohead at the top of our lungs
With the boom box blaring as we’re falling in love
Got a bottle of whatever, but it’s getting us drunk
Singing, here’s to never growing up

IMG_4972
We’ll be running down the street, yelling “Kiss my ass!”
I’m like yeah whatever, we’re still living like that
When the sun’s going down, we’ll be raising our cups
Singing, here’s to never growing up

IMG_9941

Oh whoa, oh whoa, here’s to never growing up
Oh whoa, oh whoa, here’s to never growing up

1_124228228l

We live like rock stars, dance on every bar
This is who we are, I don’t think we’ll ever change (hell no!)
They say just grow up, but they don’t know us
We don’t give a fuck, and we’re never gonna change

IMG2_0004

Say, won’t you stay forever stay
If you stay forever hey
We can stay forever young

Singing Radiohead at the top of our lungs
With the boom box blaring as we’re falling in love
Got a bottle of whatever, but it’s getting us drunk
Singing, here’s to never growing up

IMG2_0006

We’ll be running down the street, yelling “Kiss my ass!”
I’m like yeah whatever, we’re still living like that
When the sun’s going down, we’ll be raising our cups
Singing, here’s to never growing up

DSCN1385

Oh whoa, oh whoa, here’s to never growing up
Oh whoa, oh whoa, here’s to never growing up

DSC04315

Say, won’t you stay forever stay
If you stay forever hey
We can stay forever young

IMG2_0003

Singing Radiohead at the top of our lungs
With the boom box blaring as we’re falling in love
I got a bottle of whatever, but it’s getting us drunk
Singing, here’s to never growing up

Scan1

We’ll be running down the street, yelling “Kiss my ass!”
I’m like yeah whatever, we’re still living like that
When the sun’s going down, we’ll be raising our cups
Singing, here’s to never growing up

DSC04452

DSC04512

IMG_9938

Kakak adik

IMG2 (2)

IMG2_0005

Betiga

IMG_9932

DSC05040

n547253770_918494_2968

Hihihihi…dulu itu lucu amat ya. Gak sih, saya enggak akan bilang ‘kaya gak ada beban hidup’ hahaha dulu justru rasanya beban hidup saya JAUH lebih berat ketimbang sekarang.

Tapi, karena punya banyak temen, orang-orang yang selalu ada, selalu rame dan selalu bikin ngakak tiap hari, jadi rasanya happy terus.

Like a family i never had.

Haha.. miss y’all..

IMG_9985

We are, we are, Not your ordinary fama-mily
But we can all agree that
We are, we are
Close as close can be

So it don’t matter what it looks like, We look perfect to me
We got every kind of lover, We’re so lucky indeed
They can keep on talking, It don’t matter to me cause
We are, we are family

We are are are are (We are are)
We are are are are (We are are)
We are are are are (We are are)
We are, we are family, family, family
We are, we are family

So what? We don’t look, we don’t act
We don’t walk, we don’t talk, Like you do
So what?
If we hang just a hang and no shame
We both do what we want to

Cause we come from everywhere, Searching for ones to care
Somehow we found it here, We found us a home

We are, we are
Not your ordinary fami-mily
But we can all agree that
We are, we are
Close as close can be

So it don’t matter what it looks like, We look perfect to me
We got every kind of lover, We’re so lucky indeed
They can keep on talking, It don’t matter to me cause
We are, we are family

Ok, so the links in our chains makes us strange
But really they make us stronger
And no one would replace not a thing
Mother or father
Cause we…

Cause we come from everywhere, Searching for ones to care
Somehow we found it here, We found us a home

We are, we are
Not your ordinary fami-mily
But we can all agree that
We are, we are
Close as close can be

So it don’t matter what it looks like
We look perfect to me
We got every kind of lover
We’re so lucky indeed
They can keep on talking
It don’t matter to me cause
We are, we are family

(Family)
(We are, we are)
We are, we are family

From Ice Age: Continental Drift