Benvenuti, Signora Pasta…

Gallery

Saya demen pasta. Iya, demen banget.

Saat semua temen2 saya sangat tergila-gila memburu sushi, sashimi dan sake, saat restoran eksotis thailand, vietnam, korea dan cina mem booming di mol, saya biasa aja. Karena buat saya masakan Indonesia tetap masakan PALING NIKMAT di dunia, urutan pertama. Yang kedua, tentu saja: makanan Italia. Selanjutnya baru masakan timur tengah, mengambil posisi ketiga di hati saya..Hehehe..

Ya, saya udah pernah sampe ke Timur Tengah, ke Saudi Arabia dan Kuwait. Tapi, hehe, belom pernah sampe ke Italy. Hiks.. yah, setidaknya restoran-restoran yang menyediakan menu Italy di Jakarta udah pernah saya jajal satu per satu. Dimulai dari Pizza Hut tentunya, yang menyediakan menu Italia, rasa Indonesia hehe. Kemudian menjajal restoran2 makanan kesukaan Kura2 ninja yang ada di mol, lainnya. Macam Domino’s Pizza, Red Tomato Pizza, PEPeNero, Pisa Cafe, sampe favorit saya Pizza Marzano. Itu diluar sajian2 a la Italy di restoran umum macam Cheese Cake Factory atau restoran2 di Bandung yang bikin pizza homemade kaya cloud9, atau Kafe Asix dll.

Sampe akhirnya, Agustus 2011 lalu, saya baca artikel ini. PENASARAN! Tentu saja. Macam mana pulak ini restoran yang dibikin sama orang Italy beneran, dan nyempil di Cirendeu. Maka, BERANGKUTS lah saya dan @poento. Sampe disana, begini ni tampilan restoran mungil itu.

Kapasitasnya paling banyak juga Cuma buat 20 orang-an lah. Enggak bisa banyak. Tapi suasananya, rumah banget. Enggak sih, enggak nyaman kaya dirumah sendiri yang bisa makan sambil angkat kaki pake daster dan gak mandi. Hehehe…rasanya kaya main kerumah temen. Padahal enggak kenal, tapi si empunya, Giuseppe Coglitore alias Pino  langsung ramah menyapa. Duduk di samping kita dan ajak ngobrol, layaknya temen lama. Gak Cuma itu, dia juga bawain bruchetta yang dimata saya asing banget. Iya soalnya tu roti, yang biasanya disediakan restoran2 Italy dengan bentuk kecil, banyak topping dan banyak rasa, kali ini terlihat polos. Tu roti panggang ukurannya gede, dan sepi. Cuma pake minyak zaitun, daun basil plus oregano sama tomat kering. Udah. Pino bilang, itu resep turun temurun. Dan rasanya juga enggak main-main, men. ENAK!

Setelah itu, tentunya kita memesan makanan-makanan yang ada di menu. Saya nyobain spaghetti bolognese, dan Ravioli. Sementara si Poento pesan pizza capricciosa. Minumannya, saya pesan pantera rosa, dan Poe pesan frappe alla banana. Plus, tentu saja eskrim mangga dan secangkir mungil esspreso khas italiano.

Jadi, saya ini kemanapun pergi selalu demen pesen bolognese. Cuma buat ngerasain saus2 bolognese buatan sendiri, gak macam saya yang kalo bikin bolognese selalu pake saus dari la fonte yang instan tapi rasanya jempolan itu. hehehe…

Daaaaan, trektek tek dung cas, spaghetti bolognese plus ravioli yang juga menggunakan bumbu bolognese a la signora itu adalah JEMPOLAN! Padahal, harganya Cuma Rp 30 ribu, tapi mangkoknya gede dan rasanya enak bgt. Asam tomatnya berasa banget, jadi rugi kalo makannya paka saus sambal lagi. Untung aja, Signora juga punya bubuk cabe. Ajaibnya, si bubuk cabe itu pun bikinan sendiri, bukan beli bubuk cabe tumbuk instan yang dijual dalam kemasan plastik di supermarket. Yummmyyy

Sementara pizza capricciosa yang dipesan Poe juga enak banget. Saus tomat, jamur, smoke beef , zaitun, bell pepper, keju mozarella dan oregano. Dengan dough pizza yang tipis, renyah tapi enggak garing, panas-panas, sukses meleleh di lidah dan menciptakan rasa yang bikin lambung enggak kenyang-kenyang. Rasanya mirip sama trilogy pizza nya marzano yang menang Asia Pizza Olympic 2007. Cuma, si capricciosa ni gak se-‘rame’ trilogy, dan harganya juga terjangkau yakni Rp 69 ribu.

Sementara si pantera rosa ini adalah perpaduan jambu, nanas, jeruk dan sirop grenadine. Jadi rasanya asem2 manis gurih, nikmat banget seger. Cuma kalo frappe alla banana nya saya gak nyobain, karena enggak doyan pisang. Tapi kata Poento, rasa pisang, eskrim vanilla dan susu nya seger banget. Hehehe….

Sebenernya saya sempet motret pake BB, dan udah pernah saya masukin ke twitter @siyasmina. Tapi, saya cari2 lagi fotonya sudah nyelip entah kemana. Jadi, buat tulisan ini, saya masukin foto dari kunjungan kedua. Sebab, kemarin, saya dateng lagi kesana. Buat mencoba makanan lainnya. Hahaha…jauh2 dari Bekasi sampe ke Cirendeu, Cuma buat makan. Lumayan niat lah yaa…

Makan di Signora Pasta emang yummy. Bisa delivery, tapi kayanya enakan makan di tempat, karena suasananya seru dan hangat banget. Belum lagi ditambah kelakuan lucu si Pino dan iringan musik a la Italy yang dia nyanyikan. Iya, dia akan memainkan keyboard nya kemudian bernyanyi lagu2 italy. Kadang2 dia juga menyanyikan lagu2 request yang dia nyanyikan dengan terbata-bata. Hehehe..

Oia, poin penting. Kalo mau dateng dan makan di Signora, terutama wiken, sebaiknya telepon dulu (021) 91264389 buat reserved atau memastikan akan ada bangku kosong atau enggak. Karena dari dua kali pengalaman saya datang kesana, tempatnya penuh karena ada reserved acara reunian emak2, atau ulang tahun. Belum lagi customer yang engga habis2. Kata karyawannya, banyak pelangan yang sengaja datang dari luar kota pas wiken, demi menikmati pasta2 Signora. Sebenarnya, Pino lagi membangun space tambahan di samping restorannya-cerita ni dia ulang2 terus- tapi sampe sekarang belom juga selesai.  Yah, kalo emang waiting list, gapapa juga sih. Bisa mampir ke Superindo dulu –karena letaknya emang di komplek pertokoan superindo- atau mampir ke Museum FO yang letaknya persis di samping restoran. Tokonya kecil, tapi baju cowok dan kerudung2nya lumayan banyak. *melirik @poento bengis* hehehe

Eeeniwei, Kedatangan kali ini, pizza yang kita pesan adalah Pizza Napoletana yang isinya saus tomat, anchovies, olive, keju mozarella dan oregano.  Rasanya emang enggak senikmat capricciosa, tapi kurang lebih sama lah. Apalagi saat dimakan panas-panas. Cara menikmatinya a la saya, hehe, makan satu slice pizza panas, kemudian disela dengan minum pantera rosa yang dingin dan segar, sebelum melanjutkan ke slice berikutnya. Perpaduan rasa gurih dan melting keju di pizza berpadu dengan asam nya jambu-jeruk bikin rasa enaknya bertahan lama di langit-langit mulut. Paripurna!

Cuma hati2, NANTI GENDUT LOH KEBANYAKAN MAKAN. Hehehe..

Selain itu, saya nyobain Spaghetti Aglio Olio yang nikmat banget. Olive dan bawang putih seger plus rasa pedas khas aglio olio, bikin saya cepet banget ngabisin semangkok besar spaghetti yang harganya Cuma Rp 27 ribu itu.

Sementara Poento juga mesen Spaghetti Carbonara. Selama ini dia enggak pernah doyan tipikal pasta yang pake banyak keju parmigiano kental, tapi kali ini dia doyan. Ajaib betul. Isinya standar sih, ada smoked beef, rempah dan tambah telur. Tapi rasa produk olahan sapi-nya enggak bikin eneg, karena kebanyakan carbonara seringkali bikin mual bau susu. Harganya lebih mahal sedikit, yakni Rp 31.500

Di kedatangan kali ini saya nyobain bunga-bunga. Namanya catchy banget, bikin saya jadii inget sama @bungtje hehehe. Minuman ini adalah perpaduan lemon grass, lychee, lemon dan markisa. Harganya Rp 14.500 segelas sirup yang bentuknya memanjang. Agak mirip sama pantera rosa, asem2 manis.

Tapi kalo menurut saya sih, masih enakan pantera rosa.

Setelah kenyang makan, seperti biasa, saya tutup dengan se shot espresso panas. Sluurrppp…aaahh…Mamma Mia

Signora Pasta, hmm, The best Ristorante Italiano in town.

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s