• Ternyata aku enggak marah. Aku CAPEK!

    Read the English version here Menulis, bagiku adalah cara paling efektif untuk membantu melakukan untangled dari keruwetan di kepalaku yang biasanya terjadi karena terlalu banyak ide dan segala macem kejadian aku tumpuk jadi satu di kepala.  Enggak cuma soal itu, menulis juga sangat membantu aku mengenal emosiku yang sering kali sulit kukenali, karena terbiasa menyingkirkan…

    Read more: Ternyata aku enggak marah. Aku CAPEK!
  • Sang Performer dalam organisasi: Dipertahankan atau Dilepaskan?

    Sebab kadang-kadang melepaskan seseorang adalah tindakan paling penuh kasih yang bisa kita lakukan. Read the English version here Saya membangun AKAR Family selama sebelas tahun. Kayaknya selama sebelas tahun ini saya sudah melewati setiap proses deh, dari merekrut, mempercayai, merasa terkejut, merasa kecewa, dan belajar membedakan antara orang yang sungguh-sungguh bertumbuh dan orang yang hanya…

    Read more: Sang Performer dalam organisasi: Dipertahankan atau Dilepaskan?
  • Pendidikan tradisional vs modern?

    English version is here Memilih sebuah cara untuk menjalankan sesuatu itu memang sering kali dilematis. Misalnya, ketika saya harus memilih antara menggunakan pendekatan yang sangat modern agar sesuai dengan zaman, atau justru (berupaya) mengembalikan nilai-nilai tradisional Indonesia. Namun, sekarang saya sadar, sepertinya enggak harus dipilih! Bermula dari diskusi dengan teman-teman Relationships Project Jadi pada 2025,…

    Read more: Pendidikan tradisional vs modern?
  • Jangan-jangan masalahnya bukan anak kita? Justru definisi “Kesiapan”-nya yang harus dicek

    Kayaknya selama ini kita nanyain hal yang salah ketika membahas soal kesiapan sekolah Anak-anak saya selalu jadi yang paling tua di kelasnya, hehehe, karena emang saya ‘mundurin’ usia masuk sekolahnya. Saya memilih mereka enggak masuk SD terlalu cepat, dan saya belajar banyak dari pengalaman di sekitar saya soal tergesa-gesa memasukkan anak ke sekolah.  Saya cukup…

    Read more: Jangan-jangan masalahnya bukan anak kita? Justru definisi “Kesiapan”-nya yang harus dicek
  • Refleksi Idul Fitri: Bagaimana jika kita mengganti rasa berkorban dengan bersyukur?

    Yasmina ini SUKA SEKALI MAKAN. Kayaknya apa aja aku makan, dan aku bisa sangat cranky kalau telat makan. Maka, bulan Ramadan, kelaparan seharian itu rasanya LUAR BIASA BANGET! Meski sebetulnya, kalau hanya berkegiatan fisik kayak olahraga, nyetir, atau harus ke sana dan ke sini gak terlalu masalah. Kegiatan yang paling jadi masalah adalah: MIKIR. Benar-benar…

    Read more: Refleksi Idul Fitri: Bagaimana jika kita mengganti rasa berkorban dengan bersyukur?
  • Sistem harus dirancang oleh kita yang paham bagaimana rasanya membutuhkan sistem yang dapat menangani kekacauan

    Merancang sistem sebetulnya bisa dikerjakan oleh siapa pun, selama orang atau tim tersebut paham hal-hal yang terjadi di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, supaya bisa menciptakan sesuatu yang memang sesuai dengan kebutuhan, ya kan? Karena itulah, penting juga untuk memastikan bahwa mereka yang merancang sistem tersebut enggak bias dan bisa berpikir secara terintegrasi akan kausalitas…

    Read more: Sistem harus dirancang oleh kita yang paham bagaimana rasanya membutuhkan sistem yang dapat menangani kekacauan
  • Sistem (harusnya) bukan menuntut KESEMPURNAAN, namun menuntun kita untuk berpikir lebih besar dan lebih luas. 

    Flawless. Perfect.  Merupakan kata yang menurut saya mengerikan.  Karena saya sendiri pernah terjebak di dalamnya, seperti harus terlihat jadi yang terbaik, enggak punya masalah, paling kuat, dan enggak vulnerable. Sebuah prinsip yang membuat saya menjalani hidup dengan sangat tegang, dan seperti enggak mengizinkan untuk memberikan ruang untuk diri sendiri bernapas.  Saya juga tadinya enggak sadar…

    Read more: Sistem (harusnya) bukan menuntut KESEMPURNAAN, namun menuntun kita untuk berpikir lebih besar dan lebih luas.