Category Archives: review

(Review) Abib’s birthday trip: Batu, Malang, Day 2

Gallery

(review) Abib’s Birthday Trip: Batu, Malang, Day 1

Gallery

(Review) Alifa Cake

Gallery

Ayo Main di TAMAN MAIN!!

Image
Ayo Main di TAMAN MAIN!!

Belakangan ini lingkaran hitam dibawah mata saya, kurang lebih, menebal ketimbang sebelumnya. Hehehe..

Karena sebuah proyek yang tadinya iseng-iseng dilontarkan begitu saja, ternyata malah jadi, dan luar biasa mendebarkan. Iya, asli iseng-iseng banget. Karena sekitar 10 bulan yang lalu, saya, citra dan eva lagi ngobrol-ngobrol sore sambil ngeledek citra yang sedang gendong-gendong timur (anaknya eva).

Citra memang punya “children’s hands” banget, yang semua anak kecil akan nempel sama dia, meski belum kenal. Menurut saya dan eva, yang tidak disenangi anak kecil, punya kemampuan macam itu adalah “gift” dan gaboleh disia-siakan. Daripada melenceng jadi profesi penculik anak, mendingan jadi pimpinan sekolah toh?

Akhirnya tercetuslah “KITA BIKIN DAYCARE YUK!”

LOGO2

Satu kalimat yang akhirnya membuat kita plus resna (yang wajib ikut karena kita sepaket, dan Cuma dia yang bisa diandalkan untuk ngurus keuangan plus marketing plan) juga tante nung (tante saya yang udah amat berpengalaman dalam mendirikan sekolah) berjibaku dalam mendirikan sebuah yayasan pendidikan bernama “TIMUR KELANA Foundation”.
Karya pertama foundation ini adalah TAMAN MAIN.

Daycare? Iya daycare. Childcare.

BABY ROOM

Belakangan ini, memang masih ada dua kubu sih di kalangan emak-emak dalam berbagai forum. Emak yang pro dan yang kontra. Yang pro biasanya setuju dengan menitipkan anak di daycare karena susah cari nanny yang bisa dipercaya, gak mau nyusahin orangtua, lebih baik diberi kegiatan di daycare ketimbang dirumah sama ART, hingga setidaknya ada tambahan waktu bersama anak di perjalanan berangkat dan pulang kantor juga merasa aman karena anaknya dekat (buat ortu yang milih daycare dekat kantor).

CREATIVE ROOM

Sementara yang kontra biasanya lebih karena khawatir jika anak dititipkan pada orang lain yang tidak dikenal, merasa aman jika anak ada dirumahnya sendiri, merasa tarif daycare cukup mahal, usulan daycare ditolak mentah-mentah oleh neneknya si anak (alias orangtua atau mertua), dan ada juga temen saya yang malah ngerasa kasian anak diajak macet-macetan tiap hari.

DINING ROOM

Hmmm…ya memang budaya childcare ini masih tergolong baru di sini. Masih agak sulit beradaptasi dengan kebiasaan bule yang satu ini. Bebas aja setiap orang bisa punya pendapatnya masing-masing.

Tapiii….Kalo menurut pendapat pribadi saya sih, yang paling ideal ya memang orangtua ada bersama anak. Sayangnya belakangan situasi kadang tak memungkinkan, ya? saya bukan ibu bekerja yang punya kewajiban keluar setiap hari. Tapi saya ibu freelance-an, yang ada juga keluar kerjanya sesekali. Nah, kalau masih memungkinkan sebetulnya saya lebih memilih untuk bawa abib, kemanapun.

ISOLATION ROOM

Unfortunately, kadang, situasi bener-bener ga oke dan abib juga suka ngeluh kalau pekerjaannya membosankan. Misalnya harus meeting dan makan waktu cukup lama. Kalau masih bisa diakali dengan memilih tempt meeting didepan playground, atau bahkan di area playground anak, saya akan tetap ajak abib. Itu win-win solution kan.
Tapi kalo tidak ada opsi, saya akhirnya memilih daycare. Loh iya, gak mungkin kan saya bisa kepikiran bikin daycare kalo gak pernah nyobain? Hehehe…

LOCKER

Biasanya saya akan pilih opsi titip harian, karena kan enggak setiap hari kerjanya. Dan daycare yang saya pilih, ya tergantung lokasi tempat saya bekerja hari itu. misalnya saya meeting di daerah kemang, pejaten dan sekitarnya, ada langganan saya daycare di wilayah itu. begitu juga kalau harus meeting di wilayah senayan, senopati dan sekitarnya. Untungnya abib anak yang cukup mudah ya, jadi dia bisa adaptasi dengan teman-teman dan pengasuh dimanapun. Hehe..anak yang pengertian.

PLAYROOM 2

Tapi memang saya juga pernah beberapa kali kecewa dengan beberapa daycare di wilayah tertentu. Kalau sudah begitu sih saya enggak akan nitip disitu lagi. biasanya yang mengecewakan itu, kalau dititipkan seharian, anak-anak tidak diberi kegiatan yang bermanfaat. Malah dibiarkan saja bermain bebas, lalu menonton tv. Lah, dirumah aja tv saya batasi kok.

SANDBOX

Lalu yang ada juga yang enggak mengajarkan kemandirian, karena males ribet, jadi lebih milih terus2an nyuapin dan gak mengajarkan anak-anak makan sendiri. Macam-macam lah. Nah pengalaman ini akhirnya bikin saya jadi belajar, bahwa BIKIN DAYCARE ITU GAK MUDAH.
Tapi pasti bisa. Hahaha OPTIMIS!

TOODLER ROOM

Keberadaan daycare memang plus minus ya. Buat saya sendiri, yang sering saya khawatirkan itu adalah ketularan sakit. Karena kalau playgroup, orangtua bisa memilih untuk menyekolahkan anak atau tidak di saat ia sedang sakit. Sementara di daycare kan gak bisa. Trus saya juga suka khawatir berantem sama anak-anak lain. jadi biasanya saya liat-liat dulu, kalau daycare nya terlalu penuh, saya gak jadi titip abib.

Takutnya pengasuh enggak bisa handle, dan anak saya tusuk-tusukan sama anak orang *lebay. Ahahahahah…yagitulah intinya. Saya juga kadang khawatir dengan menu masakannya . karena kan si abib saya masakin sendiri dirumah, dia gak makan manis-manis terlalu banyak, dia ga makan garem terlalu banyak, dan dia ga makan makanan berpengawet tinggi.

Iya, saya lumayan bawel sih. Tapi kan gapapa ya? toh saya bayar…

Maka itu, standar tinggi ini saya tempatkan d taman main. Saya berusaha untuk mengakomodir keinginan utama orangtua, meminimalisir kekhawatiran orangtua, dan berusaha untuk memberikan setiap manfaat dari pendidikan untuk setiap anak. Saya dan temen-temen pengennya TAMAN MAIN ini jadi tempat yang nyaman, anak-anak banget dari segi interior, dan punya program yang juga menghormati sekali ‘jabatan’ mereka sebagai anak-anak.

SANDBOX

PLAYROOM 1

Maksudnya, TAMAN MAIN berusaha menghargai perbedaan setiap individu, mengerti bahwa setiap anak punya speciality masing-masing, tapi tetep menerapkan standar kemampuan yang harus dipenuhi setiap anak berdasarkan milestone. Karena mereka kan juga harus belajar disiplin, belajar untuk memiliki life skills, adab saat bersosialisasi, kemauan untuk belajar, dan tentunya semua dilakukan dengan cara BERSENANG-SENANG!!

Buat saya, bisa bersabar menahan keinginan, bisa bersikap ramah, bisa meminta dengan baik, bisa mengantre, jauh lebih penting untuk diajarkan kepada balita, ketimbang ngajarin calistung.

Oh iya, di taman main juga akan diberlakukan standar untuk melakukan adab-adab dan melatih berbagai kemampuan tersebut berdasarkan tuntunan islam. Hehehe…

So, itulah taman main. Kami akan memberlakukan program harian-bulanan yang sifatnya tematik. Setiap anak akan dibekali dengan buku laporan perkembangan harian. Kami juga punya dokter anak, psikolog anak, dan dokter gigi. Karena khawatir akan penularan penyakit, kami punya kamar isolasi. Jadi yang sedang flu atau sakit lainnya, akan tidur di kamar tersebut.

Kami memberlakukan sistem 1 pengasuh untuk empat anak, dan 1 pengasuh untuk 1 bayi. Sebetulnya standar pemerintah Indonesia, dalam aturan pendirian tempat penitipan anak, adalah, 1 orang pengasuh bisa untuk 8 anak. WAW ya..cetar sekali. Kami enggak deh, gak bisa kebayang ngurus toddlers 8 orang.

Ohiya, masakan! Kita sih berusaha semaksimal mungkin untuk ngejaga banget kualitas masakan di TAMAN MAIN. Karena lumayan banyak ya dapet makannya, dari sarapan, makan siang, makan sore dan snack. Wuih, kalo gak dijaga dari msg, kadar garam, kadar gula dll, bahaya juga buat ksehatan anak. Ribet juga kita kalo mereka jadi sering sakit. Padahal kuncinya kan makanan.

Buat bayi yang masih nenen, kita juga akan nyediain freezer ASIP kok. So, tinggal titip2 aja ASIP nya sesuai kebutuhan harian si bayi. Kita gak akan nyediain menu susu di makanan harian, jadi kalo anaknya terbiasa minum susu, ya silakan bawa sendiri. So far, “kitab” menu andalan kami akan tetap wied harry apriadji. Hehehe…

OH IYA, saya emang orangnya cukup posesif sama anak. Maksudnya, saya suka deg2an kalo ngebayangin harus ninggalin si abib nun jauh disana, di bekesyong. Sementara saya melalangbuana ke jakarta. Sementara kalau dia ada di jarak yang dekat, saya biasanya ngerasa lebih aman. So, kalo sampe ada apa-apa, saya gak kejauhan nyamperinnya.

Itu dia ide awalnya mengapa TAMAN MAIN ada di Jalan Wijaya XVI No 23, Wijaya, Jaksel. Lokasinya kan deket banget dari kantor-kantor, dekat dari kemang, blok m, dari senayan, radio dalam, pondok indah, senopati, SCBD, sebut deh. Hehehe..selain itu lokasinya didalam komplek, dengan jalanan yang lebar dan pepohonan rindang, nyaman dan engggak berisik, cocoklah buat anak-anak kecil. Aman in Syaa Allah.

Ini lumayan lama loh nyari lokasinya. *LapKeringet hahahaha…

Nah karena emang bawaannya adem ni di wijaya ya, kita bikin tempat bermain pasir yang outdoor di TAMAN MAIN. Seru deh, bentuk bak pasirnya boat, jadi anak-anak bisa berkhayal mereka ada di laut. Lalu kita juga punya CCTV yang bisa di connect ke handphone, jadi orangtua bisa ngeliat langsung kegiatan anak-anaknya.

Jam buka sama kok seperti daycare lain, jam 07.00-18.00. tapiiii….. ingat ini ya, kita punya overnight daycare!! Yihaaa…jadi kalo harus lembur di kantor, ga usah bingung mikirin anak-anak gimana, nanti kita urusin sampe jam berapapun. Weekend harus kerja atau ada kuliah? OH jangan sedih. TAMAN MAIN bisa aja buka weekend kok. Tapi ya, ada additional charges yaaa…hehehe..kan harus bayar lemburan pegawai :))

APAAAAHHHHH?? Nanya tarif??? Hahahaha…ini udah sengaja ditunda-tunda daritadi, padahal ini pertanyaan pertama dari semua orang tiap kali ada yang nelepon.

Hihihi…saya sih tetep gak akan ngumbar tarif disini, biar pada nelepon dooong. Tapi seperti yang udah diumumin di website http://www.tamanmain.co.id kita punya promo opening loh, diskon sampe 1,5 juta untuk pendaftar bulanan. AYOOOO SIAPA CEPAT DIA DAPAAAT!!

Tapi kita ada harian, half day dan full day, ada bulanan, ada overnight, ada weekend. Lalu kalau mahal atau gak mahal, ya sebetulnya relatif ya. coba deh, kalau memilih dititipkan sitter dirumah. Gajinya sudah berapa? Itu baru gaji sitter, belum gaji ART yang beberes rumah. Lalu kan tetap harus masakin anak-anak. Itu juga biayanya banyak. Nah kalau di taman main, kita udah full semua. Dari mandi pagi, sarapan, makan siang, tidur siang, ngemil, makan sore, mandi sore. Dijemput udah rapi tinggal pulang dan bobo.

OH IYA, foto-foto disini seluruhnya adalah gambar 3D dari TAMAN MAIN. Sekarang sih sebetulnya sudah nyaris rampung, tinggal finishing touch. YA DONG, kan Sabtu, 3 Oktober 2015 kita akan launching. Jadi, harus sudah selesai.

Untuk interior design, kita kerjasama dengan teman-teman dari INCH(ES) interior. Bisa liat di instagram nya @inchesinterior kerja mereka oke banget. Cepet, gaperlu diuber2. Adis dan virie, keduanya sama-sama komunikatif dan seru banget diajak diskusi soal design. Hasilnya CAKEP, dan sesuai keinginan. Harga masih masuk kok, karena sesuai dengan hasil. Seneng banget bisa kerjasama dengan mereka.

IMG-20150911-WA0006

Huuuffftt…ini sebetulnya adalah postingan semi review ngiklanin produk sembari curhat. So, sorry ya karena hasilnya jadi panjang dan bertele-tele. Karena sekarang saya rasanya emang deg2an gak keruan. Ini adalah pengalaman pertama saya set up sebuah bisnis beneran. Maklum ya, mental kacung. Hahahaha…

Apalagi kerjanya barengan sama tim yang emang udah dari dulu kerja bareng. Meski belum pernah ngerjain sesuatu yang seserius ini sih sebetulnya. Hahaha…tapi rasanya jadi tambah seru aja. Kita udah kerja bareng dari 2010. Awalnya dari nyiapin nikahan saya, lalu nikahan resna, lalu nikahan eva yang DAHSYAT itu. Kita jadi udah tau gimana cara menyamakan ritme kerja, udah tau job desk masing-masing (yang emang tiap orang beda, dan punya kerjaannya masing2 tanpa harus disuruh), udah tau kapan harus bercanda saat ada yang udah mulai emosi. Nyaman banget.

IMG-20150904-WA0003

So, rasanya jadi SENEEENG BANGET, apalagi karena emang cita-cita banget pengen punya tempat buat anak-anak. Pengen jadi bagian dari pendidikan anak negeri. Pengen turut serta dalam melakukan sesuatu. MELAKUKAN SESUATU dan gak ngomel doang setiap habis baca berita.

Rencana kedepannya juga kita akan banyak bikin acara charity untuk anak Indonesia. Kita pengen semua anak terlibat dalam keberadaan timur kelana foundation. Kami pengen berbagi lebih banyak dan bersenang-senang dengan anak-anak. Saya sendiri, kepengen ngajarin abib, bahwa ada begitu banyak anak di dunia yang sama besarnya dengan dia, namun punya kisah yang jauuuh lebih beragam. Semoga proyek yang ini juga berhasil seiring sejalan dengan taman main yaaaa…aaamiin…

For now, saya mau ngundang setiap anda untuk hadir yuk!!!!

UNDANGAN ONLINE_4

Kami akan berusaha untuk menjadi tuan rumah yang menyenangkan, dan bisa siap sedia bermain bersama. YUK, MAIN YUK!!

(Review) Moonlit Sanctuary

Gallery

Abib dan Tabel Kegiatannya

Standard

Ok. Saya ini anaknya enggak kreatif. Asli.

Enggak bisa gambar, enggak punya ide mainan buat anak kecil, enggak ngerti harus gimana dalam memanfaatkan waktu luang anak. Hehe..

Makanya, dari uang yang saya pegang, saya menganggarkan jumlah yang cukup besar untuk membeli mainan-mainan kreativitas. Ya karena saya enggak punya ide mau bikin apa, dan yang terpenting adalah, GIMANE CARANYAAA???
Tapi ternyata itu aja enggak cukup, karena, dari yang saya baca, anak balita di masa pertumbuhan otak yang lagi cangih-canggihnya ini, membutuhkan BANYAK SEKALI stimulasi. Motorik kasar, motorik halus, kognitif, agama, bahasa, psiko sosial, kegiatan seni.

Saya udah sengaja menyekolahkan abib di playgroup untuk main sambil belajar. Sepekan tiga kali, dari jam 7.30-10.30. Lalu memasukkan dia sekolah berenang, sepekan sekali, 30 menit. Juga memasukkan dia ke kelas sempoa, sepekan dua kali, 90 menit. Sempoa ini, kalo untuk balita, enggak dipaksa harus baca/nulis/itung dll. Dia Cuma ngajak anak main, menyeimbangkan otak kanan dan kiri melalui pembelajaran motorik halus-kasar dan kognitif.

Banyakan mainnya kok. Niatnya sih tadinya buat bantuin saya aja, dan sekalian buat saya belajar.
Tapi kan waktu luangnya masih banyak ya. Setelah sekolah/les, dia biasanya tidur. Lalu makan siang. setelah itu? DUARR…

Belom lagi waktu luang saat bangun pagi sampai ke waktu les. Itu juga ada 3-4 jam kosong. Kalo enggak saya kasih kegiatan, nanti dia minta nonton tv. Sementara, saya enggak mau nyalain tv pagi-pagi. Untung kalo soal gadgets sih dia disiplin, Cuma sabtu minggu aja dia boleh main gadgets. Itu juga dibatasi waktunya.

Sekali lagi saya ingatkan, saya enggak kreatif. Hahaha..maka waktu luang Abib adalah penderitaan buat saya. Karena bingung yang tiada tara. Agak gila kalo saya tambahin lesnya. Tapi lebih gila kalo saya biarin main seadanya, nonton tv sesorean, atau bengang bengong gak keruan.

Akhirnya, saya membaca BANYAK buku juga web soal perkembangan anak, apa yang paling penting untuk diketahui anak sesuai milestone, dan yang terpenting: CONTOH KEGIATAN. Hahahaha.. setelah itu, ehem, saya bikinin time table buat kegiatan Abib sehari-hari di excel.

DSC_1033

Ok, hal ini semata-mata saya lakukan karena saya sadar, saya ini anaknya sangat disiplin sama waktu dan sangat suka sama time table. Saya paham benar, bahwa tabel kegiatan ini akan sangat membantu saya.
Isinya sih saya sesuaikan aja dengan sasaran saya: Life Skills.

Jadi, saya bikin tematik per bulan. Contohnya, di februari, tema yang akan kita mainkan dan pelajari adalah makanan minuman. So, saya bikin berbagai kegiatan setiap hari yang berkaitan dengan makanan minuman, dari berbagai aspek; motorik kasar, motorik halus, kognitif, agama, bahasa, psikososial dan seni. Seru!

DSC_0839

Bayangkan sebuah permainan menyenangkan, seperti petak umpet. Disitu ada kegiatan motorik kasar (berlari, strategi bersembunyi dll), lalu kognitif (berhitung), kemudian bahasa (mencari dengan memanggil, membahas tempat terbaik untuk bersembunyi dll). Seru kan? Mana sadar dia, kalo sebenarnya dia sedang belajar, dan bukan sekadar main.

DSC_0706

Dulu waktu abib masih kecil, saya pernah bikin juga. tapi lebih sederhana, tentunya. Karena kan dia masih kecil, jenis kegiatannya juga belum variatif seperti sekarang. setelah itu, dia masuk sekolah. Saya pikir, sudah bereslah urusan belajar di sekolah. Sisanya dirumah bisa leyeh2 aja sama saya, atau kita pergi main keluar, atau apalah.

Ternyata, saya keteteran.

Ya karena abib anak yang amat aktif, dia HAUS KEGIATAN BANGET. Ujungnya malah rese, karena bosan, tidak ada hal baru yang dia pelajari. Gangguin saya masak, gangguin saya kerja, males tidur, bikin percobaan-percobaan berbahaya (misalnya telentang, kepala dibawah, dari senderan sofa. Atau main trampolin sambil bawa panci dll).

Hal ini, pada akhirnya, berdampak sistemik. Dia rese, saya kesel, lalu ngomel. Kemudian diomelin, mengakibatkan dia tantrum. Dia tantrum, saya tambah emosi. Gitu aja terus sampe kiamat. Padahal kan ini salah saya, di awal. Kenapa membiarkan dia tanpa kegiatan yang bermanfaat?

Udah tau anaknya petakilan.

Setelah saya menerapkan modul belajar ini, keadaan tentunya JAUH LEBIH BAIK. Dia senang, karena kita bikin permainan lari-lari, ngumpet, kejar-kejaran, mewarnai, menggambar, ngacak2, masak, playdoh, beberes, main pasir, main air, eksplor lingkungan dll setiap hari. Dampaknya, makan jadi makin banyak, tidur jadi amat nyenyak.

DSC_0701

Dampak di saya, tentunya lebih membahagiakan. Anak tenang, dan bahagia, adalah dambaan setiap ibu. BENER GAK?
Lagian seneng aja liat kemajuannya. Setiap permainan yang kita lakukan itu, menciptakan suatu pencapaian pada perkembangan otak Abib. Anaknya jadi tambah pinter, dan sehat.

DSC_0779

Bosen banget sih bikin tabel kegiatan begituan, untuk SATU TAHUN penuh. Langsung berasa guru, merangkap kepala sekolah saya inih. Tapi ya mau gimana lagi?

Jatohnya memang seperti home schooling. Ya, konsep home schooling ini, menurut saya, memang ok. Tapi abib kan senang bertemu orang baru, makanya saya masukin sekolah. Dan, buat saya, homeschooling aja ya enggak cukup untuk Abib. Sekolah aja, juga enggak cukup buat abib. Di sekolah banyak pengaruh buruk, maka harus saya atasi dengan menguatkan prinsipnya, di rumah. Di rumah aja, dia kurang bersosialisasi, maka dia sekolah. Ya gitulah. Nasib jadi orangtua. Hahaha..

Tips-tips khusus:
1. Buat emak2 kreatif, BERUNTUNGLAH anda. Gak usahlah capek2 bikin tabel kaya saya. Kalo mau, boleh loh berbagi ke saya. Huhuhuhu..
2. Buat yang suka sama tabel kaya saya, ini saya kasih beberapa referensi:
– Buku Child’s Play-Maja Pitamic
– Buku membesarkan anak hebat dengan metode montessori-Tim Seldin
http://anakjempolan.wordpress.com
– Buku mencetak generasi rabbani-ummu ihsan choiriyah (untuk yang muslim)
– Buku parenting without borders- Christine Gross-Loh
– Buku How Children succed-Paul Tough
– Buku The Creative Family-Amanda Blake Soule
http://activityvillage.co.uk
http://www.kidsactivitiesblog.com
3. Sebenernya, tabel saya ini nampak seperti kegiatan untuk anak-anak yang home schooling ya? Jadi mungkin bisa juga dapetin inspirasi dari web-web home schooling.
4. Seperti biasa, konsisten dan sabar. Karena kita kan ibu ya, bukan guru. Enggak digaji buat ngejalanin kurikulum. Ditambah kegiatan-kegiatan lain yang BANYAK banget, kadang suka naik turun moodnya. Ya males, ya pms, yagitudeh.
5. Saya amat terbantu dengan banyak baca buku untuk anak2, nontonin film-film masa kecil, kaya beethoven, annie, paddington dll yang bikin saya inget, gimana rasanya jadi anak kecil. Ini membuat saya jadi lebih bisa berinteraksi dengan cara berpikir kekanakan abib. *helaNafas
6. Oh iya, saya ini juga terinspirasi dari tante saya yang membesarkan kedua anak lelakinya, yang kinestetik, dengan sukses besar. Dia bekerja kantoran, tapi selalu masih sempat bikin review pelajaran anak-anaknya. Jadi, dia catet apa aja yang jadi target sekolahnya untuk semester/bulan ini, kemudian dia bikin ringkasan agar memudahkan anak-anaknya mengulang pelajaran dirumah. So, anak-anaknya selalu selangkah lebih maju ketimbang teman2 sekolah, karena sudah lebih dulu mempelajari materi yang akan diajarkan guru.

Dia kerja kantoran aja bisa, masa saya yang kerja cabutan, enggak bisa?

Karena belajar itu harusnya menyenangkan. Dan itu yang harus ada di kepala Abib sampe tua. Senang belajar….

(review) Kencan Romantis Versi Kami

Gallery