-
Sistem harus dirancang oleh kita yang paham bagaimana rasanya membutuhkan sistem yang dapat menangani kekacauan
Merancang sistem sebetulnya bisa dikerjakan oleh siapa pun, selama orang atau tim tersebut paham hal-hal yang terjadi di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, supaya bisa menciptakan sesuatu yang memang sesuai dengan kebutuhan, ya kan? Karena itulah, penting juga untuk memastikan bahwa mereka yang merancang sistem tersebut enggak bias dan bisa berpikir secara terintegrasi akan kausalitas…
-
Sistem (harusnya) bukan menuntut KESEMPURNAAN, namun menuntun kita untuk berpikir lebih besar dan lebih luas.
Flawless. Perfect. Merupakan kata yang menurut saya mengerikan. Karena saya sendiri pernah terjebak di dalamnya, seperti harus terlihat jadi yang terbaik, enggak punya masalah, paling kuat, dan enggak vulnerable. Sebuah prinsip yang membuat saya menjalani hidup dengan sangat tegang, dan seperti enggak mengizinkan untuk memberikan ruang untuk diri sendiri bernapas. Saya juga tadinya enggak sadar…
-
Dari Filosofi ke Praktik: Membangun Sistem yang Menjaga Koneksi dalam Skala Besar
Apa sih yang pertama terpikir di kepala ketika mendengar kata “SISTEM”? Saya sering kali melihat banyak orang yang merasa cemas, tegang, dan enggak nyaman ketika membahas soal cara berpikir sistem atau cara menjalankan suatu organisasi/bisnis dengan sistem yang sarat keteraturan. Kayaknya, bicara sistem berarti bicara mengenai sesuatu yang rigid, kaku, dan segala hal jadi ribet…
-
Menjadi Pemimpin tanpa Mengorbankan diri sendiri (atau mengorbankan siapapun)
Menjadi pemimpin artinya harus siap bertanggung jawab atas kehidupan anggota tim dan organisasi/perusahaan yang dipimpin. Saya setuju. Namun, bertanggung jawab bukan berarti kehilangan diri sendiri, atau anggota tim harus kehilangan dirinya. Menurut saya, enggak harus ada yang “kehilangan” atau “melakukan pengorbanan”, karena sejatinya semua harus dimulai dengan rasa memiliki dan visi yang dipercaya bersama-sama. Saya…
-
Apakah kita seharusnya mengganti kata “Kepemimpinan”?
Sebetulnya saya selalu mempertanyakan, kenapa biasanya baik di organisasi, maupun perusahaan, struktur kepemimpinan itu selalu menempatkan mereka yang berada di posisi “Leaders” diatas dan strukturnya berbentuk hierarki turun kebawah? Apakah karena sebutannya selalu “Atasan” dan “Bawahan”? Atau karena disebut “Kepala/Heads” maka ya seperti tubuh manusia, maka tentu saja tempatnya ada di atas? Padahal kan saya…
-
Membangun budaya Kepemimpinan dari Rumah
Ada bedanya pernyataan “Aku mengenal diriku, dan aku menerima diriku apa adanya” dengan pernyataan “Aku emang kaya begini, gak bisa diapa-apain lagi, seadanya”? Betul, keduanya mirip, tapi, perilaku yang ditunjukkan akan jauh berbeda. Aku emang kaya gini, gak bisa diapa-apain lagi adalah tanda bahwa seseorang enggan memasuki zona belajar yang rasanya emang enggak nyaman sama…
-
Genuine Leadership: Petualangan Mengenal diri sendiri
Hari Kamis lalu, saya ketemuan sama sahabat yang emang rutin ketemuan setiap 1-2 bulan sekali, cuma untuk ngobrol dan catch-up kehidupan. Kegiatan yang saya selalu butuhkan. Lalu seperti biasa kami saling berbagi cerita, dari cerita pribadi, sampe ke kejadian-kejadian di dunia dan yah…trivia topics yang seru. Muncullah topik jadi pemimpin. Saya bilang “Rasanya jadi pemimpin…