(review) Tahun ini Abib TK; di Sekolah Alam Bekasi

Gallery

Saya dan poe membesarkan Abib dengan parenting cara kami. Yang nyomot sana sini lalu diaplikasikan ke Abib sesuai dengan karakternya, juga dengan harapan kami. Pppfffftt..hihhihi

Tapi kami tau kok, dia punya sifat bawaan orok (baca: potensi) yang sesuai dengan harapan kami. Dia ramah, adaptif, mudah bergaul, gampang akrab, dan selalu bisa membujuk orang melakukan yang dia mau—gak perlu pake maksa dan ngamuk.

Tebak, kami mengarahkan dia ke mana? Yes, dagang. Hahaha..

Sekarang aja Abib kalo ditanya; “Nanti besar mau jadi apa?” jawabannya “Punya gunung, punya toko sayur dan buah, dan toko kueh!!” lantang banget lagi jawabnya.

Ini dia makanya, saya dan Poe berusaha agar dia bisa menemukan dirinya sendiri. Dia harus tahu apa yang paling disukainya, dan apa yang akan ia pilih untuk jadi jalan hidupnya sendiri. kami pengen dia bisa melejitkan potensi dasar yang dimilikinya itu. The hell lah sama harus pinter semua mata pelajaran. Kalo dia bisa, ya bonus. Kalo enggak, ya gak apa. Yang penting dia tau, kemana dia akan berjalan..

Karena itu saya sampe ke psikolog anak untuk membantu saya dan poe agar mampu mengarahkan dia. Saya juga belajar theraplay, agar dia, sejak dini, bisa merasa percaya diri dengan kemampuannya sendiri. saya sering me-recharge otak dengan baca buku bagus, dan nonton film bagus, agar terus bisa mengambil sebuah hikmah buat diri sendiri, demi mendidik Abib.

Kami mengajak dia kemana pun kami pergi, kami tuntun dia untuk berkenalan dengan semua lapisan masyarakat, dan membantu matanya melek untuk melihat dunia yang ada didepan matanya. Hal ini sebetulnya amat berat buat saya yang cenderung soliter ini. Tapi karena dia focus kehidupan saya, ya saya cari cara untuk bisa tetap keep up dengan tujuan “menemukan diri sendiri” ini.

Untuk itu-lah, sejak dia minta sekolah, saya berusaha carikan sekolah yang terbaik. Playgroup saya memilih fitria 3, alasannya karena dekat rumah, punya kolam renang di sekolah, dan kelihatannya guru-guru yang ada bisa mengerti siapa Abib dan akan berusaha membantu saya untuk mengembangkan potensinya. Hal ini terlihat cukup oke di PG A sama bu Endar.

Sayangnya, ketika naik PG B, dia sering merasa bosan sekolah. Saya yakin gak ada masalah dengan guru-guru di fitria. Sekolah itu bagus banget kok, Cuma Abib nya aja yang emang ga tahan ada didalam kelas terus. Untungnya dia minta kegiatan-kegiatan lain. Emang aja anaknya seneng banget begaul, dan gak betah diem dirumah mulu.

Hasratnya terpenuhi di EF, anak air, TPA tiap sore di masjid dekat rumah, dan yang terakhir adalah painting class di ganara art juga cooking class di young chef academy. Fffuuuhhh…enggak, saya bukan ibu2 gila yang obsessed agar anaknya les ini itu. Saya bahkan gak berminat untuk masukin dia ke les calistung atau baca. Saya emang gak bisa diam, dan senengnya juga belajar.

Gak nyangka ya, buah jatuhnya bener2 dekat sama pohonnya. Huahahaha.. anaknya minta kegiatan terus. Kalau dirumah pun dia pasti ngelayap main sepeda sampe gosong. Dia gak peduli panas, hujan, ngantuk, apalah, selama dia bisa keluar, ketemu orang, dia bahagia. Period.

Akhirnya, karena tahun ini masuk TK, saya cari-cari sekolah lagi. Heu.

Pilihan saya jatuh ke sekolah alam Bekasi (sasi) di kranggan. Jauh sih sebenernya dari rumah. Saya gak bisa lagi anter sekolah naik sepeda. Huhuhuu…tapi, dia seneng banget liat ada halaman luas begitu di sekolah. sampe pusing saya denger “Nanti Abib boleh bawa sepeda ke sekolah ya?” “Nanti Abib boleh belajar di lapangan?” “Nanti Abib bisa lari-lari sepuasnya?” “Nanti Abib belajar nanem pohon, biar bisa bikin kebun sayur?” dll dll

sasi

(foto nyomot di web sasi)

Iya dia bahagia betul mau masuk sasi. Kalo liat wajah bahagia begitu, lelah gimana juga gak terasa, ya kan?

20140110_130016

Dan saya juga seneng sebetulnya. bahkan dulu, sebelum masuk PG, saya udah pernah survey juga. dan sekarang makin senang  karena sekolah ini, sejak awal, berusaha untuk membentuk kedekatan dan menyamakan persepsi antara orang tua dan guru, juga antar orang tua ke orang tua lainnya. Sejak awal, ada class trial dan wawancara orang tua. Lalu sekarang ada orientasi orang tua yang akan berlangsung 3 kali. Isinya adalah menyosialisasikan core value sekolah alam, misi, peraturan, metode pengajaran dll.

Keren banget. Saya suka banget yang pasti-pasti gini. Hahaha..lagian dengan sering bolak balik kesana, otomatis mempermudah proses adaptasi saya dengan jalanan, juga dengan orang-orang yang ada disana, dan akan saya temui terus kedepannya. Karena saya susah banget adaptasi dan akrab sama orang, saya amat menghargai kegiatan ini. *tepoktangan*

Di sesi orientasi pertama, saya sampe berkaca-kaca karena kagum. Jadi, pembicaranya adalah Bapak Nurul Hamdi, pendiri sekolah alam tertua kedua di Indonesia. Dan bapak yang punya 11 anak ini menjabarkan core value pendidikan anak dengan amat persuasif. Saya sampe ternganga.

Saya sebelumnya sudah pernah menulis soal “menemukan diri sendiri” ini di mata psikologi anak disini dan ini, lalu dari versi film bule disini. Sekarang ada angle baru, yakni dari versi al qur’an. LUAR BIASA BANGET DEH. “Sekolah alam di seluruh Indonesia serupa tapi tidak sama. Karena kita anti keseragaman, karena gak ada yang seragam di seluruh dunia ini. Salah satu cirinya ya itu.” Kata Pak Nurul. Seneng banget gak dengernya?

Ia menjelaskan bahwa kurikulum utama sekolah alam adalah ahlak dan leadership, bakat dan life skill, seni dan kreativitas, lingkungan dan konservasi. Sementara, yang lebih keren, penerapannya berdasarkan do’a-do’a dari al ma’tsurat yang indah itu.

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari rasa tertekan dan gelisah” pak Nurul menjelaskan bahwa tertekan ini bahaya, karena anak yang terlalu berat bebannnya bisa sakit jiwa. Jadi Rasulullah mengajarkan supaya kita itu terbebas dari rasa tertekan dan gelisah. Sekolah pada umumnya menjinakkan keragaman potensi dengan menjunjung tinggi ranking, standar kelulusan, sampai ke labelling buruk yang menjadi konsep diri negati bagi anak. Ini dia penyebab stress. padahal yang dipengenin anak-anak apa coba?

Ya main. Karena itu, ajak aja mereka bereksperimen dengan bermain. Belajar gak itu? Ya belajar dong.

 

Doa selanjutnya: “Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung kepada Mu dari sifat pengecut dan kikir”. Komunikasi negatif, sering terjadi antara pihak sekolah dengan anak didik kan? Ya saya sih dulu ngalamin. Sampe bosen lah orang tua saya dipanggil karena saya dibilang anak nakal, pembuat keributan dan ditanya MAU JADI APA NANTINYA? Bzz..

Abib, juga kelakuannya begajulan dan selalu mikir dari sisi lain yang kita gak kepikiran. Kaya masuk kelas lewat jendela. Pake sandal beda-beda. Pakai baju terbalik. Belajar sambil naik lemari. Nakal? Ya enggak lah. Tapi kalo dia dibilang nakal terus, yang terjadi kemudian dia lemah atau malas, kan? Dia akan merasa tidak berguna dan jadi pengecut. Kasian kan? Sekolah pada umumnya fokus pada kelemahan. Gersangnya aktivitas dengan lembar kerja. Data dan masalah udah diberikan di dalam soal. Jadi gak harus nyari sendiri.

Repeating, labelling, ancaman, jadi anak mendefinisikan dirinya memang sebagai orang yang lemah. Kalo orang sudah lemah, temannya ya malas. Dan malas dilarang Allah SWT.

Yang lebih keren dan bikin saya trenyuh adalah bahasan Qur’an Surat 17 ayat 84—-tiap2 orang berbuat menurut syakillah (keadaannya—konfigurasinya) masing2. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. Keren ya?

Ini lah mengapa salah satu Core value sekolah alam adalah talents and life skills. Justru mencari kelebihan dan menjadikan anak ranking satu di bidangnya. Abu Hurairah ini kemampuan mengingatnya sangat baik. Sampe sama Rasul dibilang ahli pengingat. Makanya begitu banyak peristiwa yang diingatnya. Tapi gak analytical.

Umar itu analytical, visioner tapi gak strategic. Makanya gak pernah diangkat jadi panglima perang. Sementara kita di Indonesia maunya jadi rangking satu semua. Dan inilah basic nya sekolah alam. Find your best!!

I WISH SOMEBODY TAUGHT ME THESE THINGS. Huhuhuhu..

Nah, fakta berikutnya, bikin saya tambah manggut-manggut. 87 mahasiswa Indonesia salah jurusan! There is clearly a massive disconnect between higher education and the marketplace in terms of what it mean to be prepared for work. Jadi semua orang Cuma mau masuk jurusan yang menghasilkan sarjana-sarjana siap kerja di tempat yang emang -biasanya-butuh banyak karyawan. Bank, asuransi, pns, dll. Padahal, kita semua punya potensi yang berbeda. Dan nantinya, makin banyak menggunakan mesin ketimbang manusia. Lalu yang rebutan kuliah di jurusan favorit itu nganggur juga dong..

Lalu saya jadi inget kerja tim saya dan teman-teman di taman main. Kami berlima, dan semuanya beda. Hahaha..semuanya punya keahlian masing-masing, dan gak ada satupun yang bisa gantiin. Lalu kami, bekerja sama dengan membagi tugas. Semua dari kami dibutuhkan, dan yang kami lakukan itu memang keahlian kami. Passion kami. So, kenapa harus seragam kalo bisa kerjasama, kan? Kami gak berkompetisi satu sama lain juga. Kami kerjasama. Bukannya ini lebih baik ya?

Saya juga jadi inget komentar orang-orang waktu tau abib les masak. “Ngapain les masak, kan laki-laki?” (ngana pikir Gordon ramsey bukan laki?) “Emang buat apaan les masak? Mau jadi tukang masak? Gak ada cita-cita yang lebih bagus?” pffftt…males ya? Padahal sekarang, siapa yang gak pernah makan diluar? Klik-klik aja food blogger udah ada berapa ribu orang? Berarti kan restorannya udah lebih banyak. Bagus gak cita2 jadi chef? Ya bagus aja atuh.

Good point saat pak Nurul menggambarkannya dengan kura-kura. Nah, kira2 gimana slogan practice makes perfect dipergunakan bagi kura2 yang mau lomba lari? Bisa gak dia? Ya enggak. Tapi dia kan bisa melakukan hal lain. Berenang misalnya. So, practice your potential makes perfect. Iya, gak usah dipaksa. Duh dari hati banget ini saya. Hahahaa..anyway, persis kan kaya si Po. Cari tahu dulu; “siapa saya?”

Dan, KATA RASULULLAH YANG PENTING BELAJAR. Kewajiban orang islam adalah sebagai long life learner. Contohnya ada di Kisah nabi Ibrahim dalam Qur’an: research, observasi. Dia keliling dan cari tahu mana Tuhannya. Dari mulai melihat matahari, bulan dan mengamati banyak hal hingga dia menukan bahwa Tuhan itu adalah yang paling maha kuasa. Satu malem? Seminggu? Ya enggak mungkinlah. Pasti bertahun2. Selain itu, dijelasin juga bahwa masa kecil Rasulullah ada di padang rumput. Allah mendidik orang terbaik di seluruh dunia dari alam. So, belajar berama alam adalah Sunnah nabi. Dan itu penting untuk kebutuhan sensory. “Kalo sekolahnya dari buku dan kertas, apa experiencenya????”

Pulang dari orientasi hari itu, Cuma satu yang ada dikepala saya; MESIN WAKTU MANA MESIN WAKTU? Boleh kali jaman saya kecil ada sekolah kaya gitu. Indah banget pasti gak dihina-hina mulu di sekolah. gak dikejar-kejar terus harus belajar hal-hal yang saya gak kuasai. Iya, kita harus fleksibel. Tapi, poin pentingnya sama kaya prinsip bisnis “Perkuat pusat, perbanyak cabang..” kalau potensinya sudah kuat, ya belajar apapun bisa-bisa aja toh. Tapi sudah tau, sejak dini, siapa saya, dan mau jadi apa saya nanti.

Ah, saya suka banget prinsipnya sekolah alam ini. Semoga Abib cocok dan penerapannya nanti sesuai dengan yang di orientasikan ya. Aaamiin..

11 responses »

  1. Haiii.. bun, lam kenal… aq Farah… kebetulan anakq jg sekolah di SAsi… klo boleh tau, Abib kelas apa? Aimmar SD 3 Tomohon,bun… Suka bgt sm tulisan2nya.. 4 jempol sy acungkan, bun ,,, saluuut… 😃😃😃

  2. Assalamualaikum,
    Salam kenal, Mba… Saya Novie. Saya ingin memasukkan anak saya ke SASI. Apakah saya boleh minta kontaknya utk nanya2?
    Oia, WA saya 08129562519
    Terima kasih…

  3. Assalammualaikum bunda Abib,

    Saya Pretty, ada rencana jg ingin memasukkan anak saya ke sekolah alam bekasi. Tapi setelah buka website nya tdk ada info pendaftaran murid baru utk 2017/2018. Mungkin bunda Abib bs membantu memberikan info kapan pendaftaran baru & biaya masuk sekolah alam bekasi utk ajaran thn 2017/2018? Terima kasih banyak sebelumnya. 😃

  4. Trims sharingnya mbak
    Anak kita punya kecenderungan yg mau krn dirinya sendiri. Mau sekolah kalau lagi mau saja. Kasian. Semoga sekolah alam bisa membantu anak kita mengembangkan kemampuannya. Aamiin

  5. Assalamualaikum,
    Saya sangat tertarik dengan konsep sekolah alam yang semakin banyak di Indonesia. Saya mohon untuk share penulisan ini ya mba? Moga manfaat untuk perkembangan/kemajuan bidang pendidikan kanak2 di Malaysia juga.

    Najwa, M’sia.

  6. siang mba…kalo boleh tau, disana terima anak berkebutuhan khusus ga ya?soalnya alhamdulillah saya diberi kepercayaan anak seperti itu. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s