Kamu Gak Cocok Kerja di Air!

Gallery

“Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan 10 pegawai negeri sipil (PNS) muda memiliki rekening miliaran rupiah. Untuk PNS golongan III B sampai IV, rekening ini dinilai tidak wajar.”

Itu Headline banyak berita online sejak Rabu (7/12) kemarin. Sampe hari ini, saya liat, masih rame beritanya. Kalo kata berita2 yang ada, PPATK ngasih pernyataan bahwa para PNS muda ini sangat potensial dan duduk di kursi strategis di pemerintahan seperti bendahara. Untuk menghapus jejak, PNS muda ini diduga mencuci uang miliaran ke rekening istri dan anak-anaknya.

Yang ini saya kutip dari Vivanews.com: “Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, juga mengakui PNS yang memiliki rekening gendut cenderung masih muda. Sebab,pimpinan proyek biasanya diserahkan kepada pada pegawai golongan bawah. Pimpinan proyek itu cenderung muda karena biasanya masuk golongan III A dan III B.

Gaji pokok PNS golongan III a paling rendah adalah Rp1.902.300 dan paling tinggi Rp2.943.400. Selain menerima gaji pokok, PNS juga menerima tunjangan lain seperti tunjangan fungsional, tunjangan jabatan, bahkan tunjangan kinerja yang nilainya melebihi gaji pokok. Tunjangan kinerja ini terutama didapatkan pegawai yang bekerja di kementerian yang telah disetujui pelaksanaan reformasi birokrasinya.”

Masih dari Vivanews.com: “Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar meminta penegak hukum mengusut temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang kekayaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda yang dianggap tidak wajar karena menyimpan dana miliaran rupiah dalam rekeningnya.

“Terutama di perpajakan, bea cukai, dan tempat-tempat basah lainnya. Mereka kalau di kantor kelihatan sederhana dan miskin, tapi sebenarnya harta mereka luar biasa yang diperoleh dengan cara tidak wajar,” ujar Marwan Jafar dalam pesan tertulisnya, Kamis 8 Desember 2011.

Menurut Marwan, akan lebih baik jika yang diusut bukan hanya PNS-PNS muda. “PNS tua yang hartanya tidak wajar juga harus diusut secara tuntas dan diumumkan di hadapan publik,” kata Jafar. Menurutnya, indikasi korupsi PNS tersebar merata di birokrasi. “Birokrasi kita sudah sangat parah. Reformasi birokrasi belum kelihatan hasilnya. Yang paling rawan di sektor perpajakan dan tempat-tempat basah lainnya, bahkan sudah menjadi semacam gaya hidup di kalangan PNS muda. Ada anggapan, kalau tidak kaya maka dia bodoh,” tutur Marwan.”

Well..

Ngeri ya? Gara2 berita itu, saya langsung ngecek saldo rekening suami saya. *eh hehe..kalo ngecek saldo mah tiap saat lah, gak usah karena berita. 🙂 itu salah satu tindakan preventif yang harus saya lakukan tiap saat, bukan, bukan karena gak percaya sama suami saya. Tapi saya, kan wakil presiden negara kecil kami, saya harus tahu detail berapa uang yang dia terima tiap bulan. Dari gaji, tunjangan, uang makan, sampe bonus. Lengkap sama potongan2nya juga.

Potongan? Iya loh, suami saya SERING banget gajinya dipotong. Hehehe..ya itu terjadinya juga karena keDUDULan dia sih. Jadi, di Ditjen Pajak itu, ada ketetapan potong pendapatan dari tunjangan, kalo absennya telat. Meskipun telat semenit. Jadi kalo dia dateng 7:30:20, berarti amaan. Sayangnya, punya istri yang kerap teledor kaya saya, sering bikin dia telat. *ngakudosa

Satu kali terlambat, tunjangan per bulannya dipotong 1,25 persen. Batasan terlambat satu bulannya maksimal 5 kali dalam sebulan, kalo telatnya diatas 5 kali dapet surat peringatan. Sp1: tertulis, sp2: POTONGAN tunjangan 5-20 persen, sp3: digantung di tiang jemuran dua hari. *eh, hahaha enggak ding, suami saya lupa tu sp3 diapain. Jangan sampe-lah..*ketokjidat *ketokmeja

Selain itu, PNS ‘lahan basah’ (kata Marwan di berita tadi) ditjen pajak juga sama kaya orang miskin. DILARANG SAKIT. Iye, soalnya kalo sering2 sakit, dijamin cepet miskin. Potongan nya juga lumayan. 5 persen dari total tunjangan. Heu…itu GEDE loooh. Jadi, gak ada bedanya yang sakit/gak masuk tanpa izin, potongannya 5 persen. Cuma kalo gak masuk tanpa izin ada tambahan hukuman. Itu termasuk yang sakit parah, dan tidak masuk dengan surat sakti keluaran dokter. Untung saya bukan pegawai DJP ya, saya kan sakit melulu.

Itu adalah potongan2 pendapatan yang kerap dialami si suami saya. Selain potongan2 itu, ada potongan2 pendapatan lain yang bisa aja dialaminya, (tapi jangan sampe..amit2) yaitu kesalahan prosedur dalam melakukan pekerjaan. Itu ya, kalo salah, kena potongnya sampe 75 PERSEN dari total tunjangan. Hukuman itu terkait sama Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 10/KMK.03/2011 tertanggal 11 Januari 2011. KMK ini ngatus pedoman pelaksanaan penanganan pengenaan sanksi sesuai peraturan pasal 36A UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang KUP sebagaimana diubah beberapa kali dan terakhir dengan UU No 16/2009.

Jadi inti peraturannya itu adalah petugas pajak yang lalai atau dengan sengaja menghitung atau menetapkan pajak tiidak sesuai dengan peraturan perpajakan diancam sanksi kepegawaian. Selain itu juga, ancaman pasal 368 KUHP en UU tipikor. *helanafas

Ya intinya, saya emang udah rajin aja nge cek isi ATM, dan tanda terima pembayaran tunjangan khusus pembinaan keuangan negara yang diterima si suami tiap bulan. Karena, seperti yang pernah saya tulis disini, istri mengambil peranan besar dalam tindakan korupsi. Suami saya sampe sekarang, insyaAllah, bersih dan jujur. Tapi, bukan enggak mungkin dia khilaf, kan? Lalu siapa orang pertama yang harus hadir mendukung kemudian mengingatkan dia? Saya lah, masa tetangga sebelah?!

Saya juga udah beberapa kali nulis soal dia dan pekerjaannya disini dan disini.

Karena buat saya, tulisan yang memotivasi juga bentuk dukungan yang bisa saya berikan. Tentu saja selain menahan diri dari minta dibeliin tas Hermes terbaru tiap bulan. *mukalempeng*

Meskipun tulisan2 di berbagai berita seringkali bikin saya menghela nafas panjang dan ngerasa jadi punya tugas tambahan : menenangkan si suami. Hehe..ya wajar sih kalo dia agak kesel baca atau nonton berita yang bunyinya seringkali terlampau menyudutkan. Dengan beban pekerjaan yang lumeyeeen, bahkan sampe tiap hari dia bawa pulang kerjaan kerumah dan nyuekin saya *curhat, rasanya dipojokin sama orang2 se Indonesia pasti enggak enak.

Padahal, tiap hari dia harus ngumpulin duit buat jajannya anggota DPR. Bukan buat rakyat.

Akhirnya, kalo mentok, saya lebih seneng ngebercandain dia..”Mungkin kamu harus ketik reg spasi primbon kirim ke 9877, biar dibilangin sama mbah Roso, kamu gak cocok kerja di air a.k.a lahan BASAH”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s