Japan: Abib’s birthday trip!

Gallery

Satu bulan yang lalu kami pergi jalan-jalan ke Tokyo dan Osaka. Ngapain? Ya, kalau jalan2 itu terjadinya di bulan November jelas ulang tahun si koko idola adek Ara. hehehe

7 tahun usianya.

Dan, Iya, sudah 7 tahun lho saya jadi ibu! Gaya ya? Hahaha…

**

Dia, Langit Habiby, si 7 tahun kelas 1 SD.

Ada begitu banyak adaptasi yang harus dihadapinya; rumah baru, sekolah baru, adik baru. Satu aja udah bisa bikin anak kecil cranky kan? Ini tiga sekaligus. Jadi ketika dia banyak berubah, saya memaklumi. Iya, adaptasi. Apalagi ini Abib; manusia banget.

Ulang tahun, bukan sesuatu yang pernah kami rayakan. Saya, dan bapaknya Abib juga engga pernah pesta-pestaan. Simply karena saya enggak suka liat orang banyak. Apalagi yang enggak dekat. Jadi kalaupun ada makan-makan ya pasti sama saudara atau sahabat.

Di sekolah Abib yang baru, budayanya pesta banget. Iya, bukan di sekolah. Tapi akhir pekan, ada aja undangan pesta ulang tahun. Sementara di sekolah yang dulu kan enggak.

Mulailah bimbang bin galau si Abib. Ditambah kenyataan bahwa dirinya mengalami begitu banyak hal baru, kemudian ada begitu banyak perubahan yang harus dihadapi, wajar banget kalau dia yang enggak terbiasa pesta kemudian memertanyakan

“Kok kita enggak bikin pesta?”

**

Kayanya memang begini-lah ya jadi orang tua?

IMG-20181206-WA0016

Sesungguhnya berbagai perubahan yang terjadi ini sudah cukup bikin saya tertekan. Sampe alergi kumat. Apalagi saya yang tidak se-adaptif Abib. Rasanya berat sekali. Tapi ketika sudah jadi ibu, ya ada anak yang juga harus diperhatikan.

Ada pertanyaan ajaib-ajaib yang harus dijawab. Ada keraguan yang harus ditepis. Dan ada kesedihan yang harus di refleksikan. Hehehe…

**

Saya akhirnya menjelaskan sesuatu yang bahkan selama ini enggak pernah dipertnyakan. Saya cerita dari awal kelahirannya. Bahwa ketika akikah dia pun, kami tidak membuat pesta. Dia juga lihat sendiri ketika akikah adiknya, kami hanya menunaikan kewajiban sunnah itu tanpa ada keriuhan.

Tiap tahun, ketika Abib ulang tahun, saya akan membuat kue dan cookies. Kue kecil dengan lilin untuk dinikmati bertiga. Cookies untuk dibagi-bagikan.

Kemudian kami merayakannya dengan trip. Mulai dari trip ke Ancol, Malang, Flores, Malaysia dan sebagainya. Sebab buat kami, trip lebih bermanfaat ketimbang pesta. Uang yang dikeluarkan mungkin lebih besar untuk trip, tapi pengetahuan, kedekatan, rasa, kebersamaan, pelajaran kehidupan yang didapatkan jauh lebih banyak.

Bahkan sejak tahun lalu saya sudah minta orang-orang untuk enggak usah ngasih kado buat Abib, Karena tiap tahun kado ultah bertumpuk dan membuat rumah penuh. Mubadzir..

**

Dan tahun ini, kami trip agak jauh; ke Jepang. Sebetulnya rencana berangkatnya tahun lalu. Eh, gak Taunya saya hamil kan Oktober. Hamil muda terbang 7 jam sih saya parno ya. Akhirnya batal, dan kami weekend-an di KL aja.

Tahun ini sebetulnya juga agak deg-degan karena Ara baru 3,5 bulan kan. Tapi, yaudahlah gapapa yang penting persiapannya matang.

**

Ini juga akhirnya zonk! Saya udah nyiapin ulang tahunnya di Disney Sea/disneyland. Yang katanya the happiest place on earth. Jadi kami emang nyiapin tiket Disney resort untuk dua kali datang. Liat nanti aja mau kemana duluan.

Selasa kami putuskan ke Disney sea. Dan ternyata…HUJAN DERAS SEHARIAN GA BRENTI

Sudah liat jadwal di website yang katanya kosong, tapi tetep aja semua wahana yang ada indoor-nya ngantri 40-80 menit. Kami enggak sempat beli fastpass karena datangnya kesiangaan, tempat nginep kami di Shinjuku kan mayan jauh dari Disney resort. Plus ada bayi kecil yang jadwalnya ga tentu kan.

Udah gitu kami enggak bawa stroller agar ringkes karena mikirnya di Disney bisa sewa. Ternyata…enggak bisa di recline sampe posisi tiduran. Jadi setidaknya bayi usia 7 bulan yang bisa pake stroller itu. NO ONE WROTE about that. Hahaha..

Garing banget lah Cuma main berapa wahana, sisanya jajan dan ngelamun-ngelamun.

Akhirnya kami memutuskan untuk “YAUDAH BESOK KITA DATENG KE SINI LAGI DARI PAGI, KITA CARI FASTPASS DULU SEKARANG.”

Tapi itu sebelum poe dan abib antre 80 menit untuk main tower of terror yang-kata mereka-garing. Saya mah gak ikutan, dan duduk aja nganget di ruang menyusui.

Muke si Poe udah manyun aje. Dan moodnya hilang terbawa angin laut. Ahahahah..dan kami akhirnya pulang aja naik bus, enggak antre fast pass dan enggak minat balik lagi ke Disney sea.

**

Maka, ketika tiba tanggal ulang tahunnya, kami Cuma pesan kue kecil dari patisserie hotel untuk diantar ke kamar pagi2. Tiup lilin bangun tidur, seperti biasa. Sarapan, lalu makan sushi enak deh. Makanan kesukaan si Abib.

Dan hari itu kami main ke Akihabara liat mainan sampe bloon, kemudian ke Asakusa dan ditutup dengan ngabisin bertusuk-tusuk sate kobe beef sambal menikmati rintik hujan.

**

Malamnya saya nanya ke Abib:

“Bib, kecewa gak akhirnya kita gak jadi merayakan ulang tahun di happiest place on earth?”

Jawabannya “Kan kemarin udah kesana, dan gak terlalu happy!”

“Tapi kan kita bisa aja kesana pagi-pagi ambil fast pass dan main seharian disana!” kata saya.

“Ah, males. Lagian kan enak hari ini jadi berangkatnya santai, bisa selonjoran dulu di kamar, main sama adek, trus makan sushi, trus makan sate, trus foto-foto. Abib happy kok. Apalagi tadi pagi surprise kue tiup lilin!”

“Tapi kita pestanya berempat doang bib, enggak rame-rame tiup lilinnya!” pancing saya.

“Hahahaha..ih nyanyak. Tapi kan kita di Jepang, seru! Jalan-jalan tiap hari, makan sushi!” kata dia nyengir.

**

Hehehe…jadi trip lebih seru kan bib daripada pesta?

Ketika trip, kita semua keluar dari zona nyaman. Zona tanpa gojek, tanpa mbak, tanpa supir, tanpa go food, tanpa grab, tanpa mobil sendiri. Enggak punya siapa-siapa kecuali kita berempat.

Ketika trip, kita belajar untuk saling ngerasain apa yang dirasakan yang lain.

Ketika trip, kita belajar untuk lebih compact, lebih taktis, lebih cerdas, lebih adaptif, dan lebih peduli—sama badan sendiri, sama anggota keluarga, dan sama orang lain.

IMG-20181206-WA0015

**

Waktu kecil, saya juga terbiasa pergi. Kami sekeluarga sering road trip, keliling pulau jawa. Kadang pergi juga trip kesini dan kesana. Saya sudah bisa packing sendiri sejak usia 7 tahun. Bahkan udah bisa naik kereta sendirian ke Bandung.

Sungguh, saya belajar banyak sekali. Sesuatu yang enggak bakalan pernah ada di sekolah, enggak bakalan diajarin sama ibu dan bapak guru.

Dan satu hal yang paling penting: FAMILY VALUES. Buat kami, kuatkan dulu core-nya, baru lepas dia di tengah rimba manusia yang beragam itu. Siapa core-nya? Tentu saja keluarga. Saya, bapaknya, dia, adiknya.

**

Sejauh apapun kaki kamu melangkah, bib…semoga kamu selalu ingat semua nilai yang kami contohkan setiap hari.

Siapapun orang yang kamu temui, bib…semoga kamu selalu bisa berprilaku baik dan sesuai

Apapun yang akan terjadi dengan hidupmu, bib…semoga kamu sadar bahwa kamu akan selalu bisa pulang ke hati kami. Nyanyak dan deded.

Enggak usah takut dengan perbedaan, bib

Enggak usah merasa kecil

Dan jangan pernah merasa superior

Hidup berdampingan, berkolaborasi, dan jadi diri sendiri.

Doa kami selalu sama bib, jadilah bahagia. Jadilah manusia bahagia yang taat pada ketentuan Allah.

Semoga Allah selalu jadi tautan setiap persoalan dan keputusan yang kamu buat.

Life is easy, bib. If you want to learn from every mistakes u made along the path. KEEP BEING YOU.

IMG-20181206-WA0019

 

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s