Hadiah teguran di usia 34

Gallery

Saya suka sesuatu yang pasti, yang terjadwal, yang terkontrol dan saya tidak suka kejutan.

Meski pada akhirnya saya bisa memahami bahwa enggak semua hal di dunia ini bisa kita kendalikan, Tuhan sudah berkali-kali kasih saya teguran akan hal ini.

Teguran pertama

adalah 2006 ketika kami semua pergi ke tanah mekah.

Waktu itu, hari itu, saya sudah bikin jadwal rapi apa aja yang akan saya lakukan seharian. Dan semua dimulai dari menyelesaikan thawaf dan Sa’I di masjid.

Dan untuk pertama kalinya saya seperti buta, karena tersesat di dalam masjid besar yang pintu keluarnya ada di mana-mana itu. Percaya gak? Saya enggak bisa menemukan pintu keluar!

Saya keliling-keliling masjid kaya orang bego, mutar muter sendirian. Terpisah dari mama, papa dan adek. Saya kebingungan banget, dan nyaris putus asa. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk duduk dan minum lalu merenung. Kemudian sadar bahwa saya sudah menghabiskan nyaris seharian Cuma buat keliling masjid mencari pintu keluar karena saya punya jadwal diluar masjid yang terus-terusan saya ingat di kepala.

Saya akhirnya nyadar “Wah, ini mah teguran!” dan saya sholat lalu minta maaf sama Allah.

Sedetik kemudian…VOILA! Pintu masjid! *zonk

Teguran kedua

adalah soal suami.

Detailsnya gausah diceritain lah. Intinya, I was struggling. Sampe sahabat saya ngeledekin “No matter how hard u tried, it will never work!”

Iya, dia bener. For years, saya berusaha melakukan sesuatu dengan jadwal dan SWOT dan semua gagal. Sampe akhirnya saya tiba di titik “Auk ah!” (baca: pasrah)

Dan 2008 saya ketemu Poe. Hahaha..

**

Itu dua teguran besar yang paling saya ingat terjadi untuk mengingatkan saya bahwa the only thing certain in life is uncertainty.

download (2)download (2)download (2)

**

Sampai hari ini tiba…

Dulu saya pernah nulis cerita soal proses melahirkan Abib disini. Betapa saya enggak terima karena dia harus keluar dengan cara dipaksa. Maka untuk kelahiran adiknya saya sudah melakukan berbagai update, yang dulu bahkan enggak kepikiran buat saya lakukan (cerita lengkapnya nanti aja kalo adik udah lahir deh)

Maka, itungan saya (dan aplikasi di handphone) harusnya paling telat 11 Juli udah lahir.

Ternyata; 12 juli saya baru keluar flek, dan kontraksi semalaman sampai tadi pagi. Lahir? Belum.

Seharian, iya, hari ini, kontraksi tambah kencang. Tapi hasil periksa; belum ada bukaan yang signifikan.

Rasanya? Capek. Hahahhaa…

Dan kalo kata dita; dapet hadiah ulang tahun ya dari adek.

Iya hadiah besar: REMINDER!

Mungkin belakangan ini saya kumat terlalu ngontrol dan sering lupa bahwa ada peran Allah yang lebih besar di setiap aspek dalam kehidupan ini. Bukan rencana saya, bukan jadwal saya, bukan keinginan saya dan bukan persiapan saya.

Sabar dan pasrah belakangan gak saya masukin dalam planning. Lalu teguran datang lagi.

Buat manusia yang kepala dan keinginannya keras banget kaya saya, hal ini rasanya jadi 100 kali lebih berat daripada kontraksinya sendiri. Stress karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana itu bukan hal mudah buat saya, percaya deh.

Apalagi semua back up plan-nya juga sudah terpakai. Kan jadinya desperate.

Padahal saya udah denger cerita dari Binky soal VBAC, bahwa yang terpenting adalah pasrah. TAPI SESUNGGUHNYA SAYA ENGGAK PAHAM-PAHAM APA SIH PASRAH ITU? Hahahaha..

Dan iya, binky dikasih 2 hari untuk akhirnya pasrah.

Saya dikasih lebih dari seminggu, dan baru sadar, ah iya, saya ditegur.

Lyfe

Tapi ya gitu hidup kan, up and down. Kita manusia, kita lupa. ada saatnya kita ngerasa teguran udah berat banget, dan kapok gamau lagi. Tapi kemudian lupa dan dilakuin lagi. Akhirnya ditegur lagi.

But then buat manusia yang Sukanya cut-lose kaya saya ini, sesungguhnya dibalik semua teguran berat ini saya sadar bahwa Allah sayang banget sama saya. Karena saya dikasih kesempatan terus untuk sadar (meski kemudian lupa berulang kali) dan terus dikasih reminder, bahwa saya bukan pemegang kendali kehidupan.

Kalo saya mungkin udah nyerah dan “Geus-lah gak usah dikasih kesempatan lagi ini anak, dibilangin berkali-kali diulang-ulang mulu!” hahahahaha…karena kalo saya sih Cuma ngasih kesempatan 3 kali sama orang. Ngulang kesalahan yang sama, ya saya buang. Terserah.

Untung Dia enggak begitu ya sama saya. *grin

Terima kasih banyak ya Allah atas sentuhan kasih sayangnya lewat teguran kontraksi di hari ulang tahun ini. Semoga saya enggak dablek dan mengulang kesalahan yang sama lagi. Semoga saya bisa jadi lebih baik lagi besok-besok, dan belajar sabar, belajar ikhlas, belajar jadi contoh yang baik untuk anak-anak saya. Aaamiiin…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s