Surat dari Lombok

Gallery

Dear mama…

Hari ini, pikiran aku penuuuh sekali sama mama. hehehe..

Sebab, akhirnya, setelah 20 tahun, aku kembali lagi ke pulau Lombok. Pulau yang kita cintai, pulau yang sukses bikin kita tergila-gila bermain dengan pasir, air laut, sinar matahari dan debur ombak.

IMG_8916

Aku juga kembali menjejakkan kaki di Tanjung Aan. Tempat yang super sukses membuat mama jatuh cinta dan susah move on. Tempat yang masih kerap mama sebut hingga akhir hayat, selain Mekah dan Madinah.

Ma,

Tanjung Aan, gak banyak berubah. Pasirnya masih bundar-bundar seperti merica. Langitnya masih biru legit dan cerah. Lautnya masih jernih. Ombaknya masih kencang dan masih berhasil membuat aku ketawa-ketawa girang karena ditarik dan didorong hingga hampir tenggelam. Alhamdulillah.

IMG_8903

Senang sekali rasanya.

Senang, dan bikin aku kangen banget sama mama.

Mama, kali ini aku kesana bawa Abib. Dengan alasan yang sama seperti mama dulu ajak aku ke Lombok. Mencintai pantai, mencintai alam, mensyukuri apa yang kita punya, mencintai Tuhan dan segala ciptaan Nya.

Dan aku melihat tawa yang sama di wajah Abib, dengan tawa aku 20 tahun yang lalu. Tawa bahagia berlompatan melawan ombak, teriakan penuh semangat setiap gulungan ombak datang menyerang, menyeret dan mendorong tubuhnya, dan rasa yang sama kami tautkan pada lautan.

IMG_8881

Enggak ada sedikitpun gurat ketakutan di wajahnya. Akhirnya aku jadi tau, aku baru mengerti, perasaan mama dulu. Gimana dulu mama dan papa maksain liburan, menepiskan letih, menghemat pengeluaran demi mengajak aku keliling pantai demi pantai. Karena, rasanya, aku mengeluarkan ekspresi yang sama dengan Abib saat berhadapan dengan laut.

IMG_9011

Jatuh cinta.

Dan ma,

Hari ini, aku juga kembali duduk diatas batu karang besar yang dulu aku dan ade berebutan memanjatnya dengan kaki-kaki kecil kami. Kemudian tertawa cekikikan diatasnya melihat ekspresi khawatir mama. hehehe…maaf ya ma, kami nakal.

IMG_8907

Pemandangan dari atas sana masih sama menakjubkan, ma. Masih jadi spot yang mengasyikkan untuk duduk, menatap laut, ombak dan memotret. Iya, aku tadi melakukan hal yang sama dengan yang dulu kami lakukan. Tapi kali ini enggak ada lagi mata mama yang menatap kami dengan was-was, tapi tidak mau melarang.

IMG_8953

Karena ,mama nyaris enggak pernah melarang petualangan aku. Meski aku tau mama ketakutan.

Ma, aku kangen.

Ma, maaf ya, aku enggak pernah berhasil ajak mama kembali ke Lombok lagi. Padahal mama sudah sering bilang, mau kembali lagi ke sana. Mau lagi menginjakkan kaki di Tanjung Aan. Maaf ya ma…

Sampai penuh rasanya dadaku saat Poe bilang mau ajak aku ke Lombok. Penuh dengan semangat, rasa bahagia dan kemudian penyesalan. Kenapa ini semua enggak terjadi saat mama masih ada. Masih sehat dan masih penuh semangat ajak aku jalan-jalan.

IMG_8994

Aku masih punya banyak utang ajak mama jalan-jalan kesana dan kesini. Tapi semua jadi terlambat, karena dulu aku meremehkan waktu. Meremehkan kekuasaan Tuhan. aku sibuk kerja, sibuk ini sibuk itu, dan menunda-nunda ajak mama pergi. Karena merasa, nanti masih akan selalu ada waktu.

Ternyata akhirnya Tuhan ambil semua waktu aku sama mama. heu..maaf ya ma.

Tapi yasudah ya, ma…

Kalo mama dengar aku menyesal, aku pasti dimarahin. Kuasa Tuhan menegur aku dengan keras, agar engggak menyia-nyiakan waktu. Enggak menunda-nunda niat baik. Dan tidak menyepelekan hal.

Dan kuasa Allah juga yang membawa aku kembali kesini. Kembali ke pulau yang dikelilingi pantai-pantai indah. Mungkin memang sengaja agar aku enggak melupakan apa yang sudah Dia kasih untuk kita semua yang masih hidup. Biar aku, yang masih muda dan masih melanjutkan hidup ini bisa mensyukuri alam raya yang harus dijaga.

Mungkin biar aku juga bisa inget, bahwa dulu, disini, aku pernah menghabiskan waktu berhari-hari menikmati laut. Penuh tawa. Bergulung dengan canda. Bahagia. Sama mama…

IMG_0054 (2)

Jadi, aku tetap harus bersyukur, pernah punya mama yang hebat.

Buat aku, mama enggak pernah mati. Karena denyut jantung mama, masih ada di nadi aku. Darah mama masih mengalir di pembuluhku. Dan senyum mama yang paling manis sedunia itu, masih terus menyambut subuhku dan mengantarkan malamku.

Karena semua itu ada di hati. Dan tidak akan pernah pergi…

IMG_0018

Terimakasih ya ma..
Semoga Allah selalu menyayangi dan menjaga mama disana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s