Liat Noddy, Ingat Aki…

Gallery

Masih inget banget, dulu waktu kecil dibeliin buku cerita berukuran kecil, dan bergambar warna-warni, sama mamah. Judulnya Noddy.

Tau kan karakter Noddy ini…?

 

(Gambarnya ngambil disini)

Noddy, bocah yang tinggal di toyland, dan kerjanya ‘narik’ taksi-nya sendiri. Dia selalu pake topi muncung itu, dan kalo dia lewat, klaksonnya pasti berbunyi ramai. Lebih lengkapnya, bisa browsing sendiri ya? Hehe..

Mama beliin saya buku cerita karangan enyd blyton itu, yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Sambil bilang: “Dulu, waktu masih kecil, mama dibeliin buku Noddy sama Aki Iwa, sepulangnya dari Inggris. Seneng banget rasanya. Tapi bukunya sudah gak tau kemana, tercecer waktu pindahan rumah.”

Tentu saja, buku yang zaman dulu itu, menggunakan bahasa inggris. Karena karakter Noddy memang ‘lahir’ di Inggris, sekitar tahun 1950-1960-an.

Aki Iwa itu, adalah bapaknya mamah. Ehm, kakek saya.

Jadi, sejak hari itu, saya berkenalan dengan Noddy, dan setiap liat Noddy, jadi inget Aki.

**

Maka begitulah kemarin, Jumat (31/8), saat melihat tubuh kaku yang berbalut kain putih dan batik, di dalam keranda yang ditutupi kain berwarna hijau, terpampang di depan wajah saya.

Hal pertama yang terlintas di benak saya adalah Noddy.

Baru kemudian berbagai kenangan manis lainnya bersama Aki, yang seumur hidup belum pernah saya lihat marahnya.

Mostly kenangan itu terjadi saat saya kuliah, dan ngontrak rumah di kompleks yang sama dengan Aki. Karena semasa kecil, lumayan jarang ketemu Aki. Kan, saya di Jakarta, Aki nya di Bandung.

Dulu, kalo lagi iseng dan enggak ada kuliah, pagi-pagi saya jalan kaki kerumah Aki, sambil bawa jalan-jalan kucing. Nanti, sampe dirumah Aki, numpang sarapan. While si Aki bawa kucing saya keliling ke tetangga-tetangganya. Hehe..

Aki saya itu, hobi banget belajar. Baca bukuuuuuuu terus kerjanya. Kalo saya kesana, dia akan ‘menempelkan’ pantat saya di sofa, duduk disampingnya, kemudian mendengarkan cerita-ceritanya. Kadang ia merangkai sendiri sebuah teori konspirasi dari berbagai buku yang dibacanya, kadang ia bercerita tentang hewan dan keajaiban Tuhan, kadang hanya ngalor ngidul cerita soal masa lalu.

Maka itu, waktu jaman kuliah, saya suka ajak Aki ke toko buku. Dan dia akan berprilaku sama seperti saya, saat menatap buku-buku. Ngiler.

Aki memang sudah lama sakit, jantung. Tapi dia disiplin KELAS BERAT. Belum pernah saya liat orang sedisiplin itu sama dirinya sendiri. Saat dilarang dokter makan ini dan itu, dia benar-benar tidak menyentuh makanan-makanan terlarang tersebut. Dia jalan setiap pagi, dia mengonsumsi makanan sehat, dan dia juga mengonsumsi tanaman-tanaman obat.

Mungkin kedisiplinan itu juga yang mengantarkan usianya hingga 85 tahun. Fffuuuhh…saya sendiri gak pernah bisa membayangkan, apa rasanya hidup selama itu?

Lebaran kemarin, saat kami semua berkunjung kerumah Aki, rasanya dia baik-baik aja. Wajahnya kelihatan segar, dan happy.

 

(Lebaran 2012)

Maka, ketika mendapat kabar bahwa Aki jatuh pingsan saat sedang check up di Rumah Sakit, pekan lalu, saya kaget. Semua orang bilang, tadinya Aki baik-baik aja, tiba-tiba jatuh dan gak sadarkan diri. Sayangnya, saat semua saudara yang berdomisili di Jakarta, sudah bisa langsung berangkat berkunjung ke Bandung, saya ga bisa.

Aki sampai dua kali anfal. Dan pasca anfal yang terakhir, kemudian ia membaik. Hari Kamis, Mamah yang stand by disana sudah bbm dan bilang “Gak usah terburu-buru kesini, kalo memang mau nengok hari sabtu aja, sekalian mama ikut pulang juga ke Jakarta, Aki sudah sadar, kondisinya udah bagus”

Jumat, Aki malah meninggal.

Rasanya sedih banget. Ada penyesalan. Kenapa waktu masih hidup, kemarin, saat sakit, saya gak ada disana? Akhirnya saya datang, saat Aki, bahkan sudah gak tau, siapa saja yang datang dan ikut menshalatkan jenazahnya…

Dan Noddy kemudian menari-nari di kepala saya.

Kemudian terasa pelukan hangat Aki waktu saya menikah sambil ngeledek “Ini mah pengantinnya liar banget, gak ada haru-harunya, daritadi pecicilan aja..”

Terdengar juga tawa Aki waktu pertama kalinya memeluk Abib newborn dan bilang “Lucu ini mah bayinya ketawa melulu kaya bapaknya ya? Ramah, kaya bapaknya…”

Detik berikutnya, air mata turun deras dari kedua mata saya.

**

Usai pemakaman, tetiba Bandung diguyur hujan deras. Setelah tiga bulan gak hujan, kok ya harus hujan saat Aki saya meninggal?

Hujan yang bikin Bandung tambah dingin itu membuat saya a bit ngelamun..Berarti taun depan, gak ada lagi lebaran sama Aki ya?

Gak ada lagi kakek-kakek yang masih meluk saya, seolah saya ini masih anak TK. Gak ada lagi, orang yang masih seneng ngeledek saya, sambil nunjuk foto saya waktu bayi yang pahanya berlipet-lipet dan masih dipajang di kamarnya.

Gak ada lagi orang yang selalu ngingetin saya supaya jangan lupa mencetak setiap foto yang dijepret bersama dia, karena sejak semua orang lebih suka menyimpan foto di gadget, Aki jadi sering gak bisa lihat hasil foto keluarga.

***

Tapi mungkin begitu kehidupan berjalan. Kita yang masih dikasih kesempatan, harus berdamai dengan rasa kehilangan dan harus tertegur. Iya, tiap kematian, selalu membuat saya khawatir. Kapan giliran saya? Apakah waktu yang selama ini diberikan Tuhan sudah saya manfaatkan sebaik mungkin, buat bekal yang menyelamatkan saya saat dipanggil kembali kepada Nya?

Maka, sekarang, yang bisa saya lakukan hanya menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan berdoa, semoga waktu yang diberikan bagi Aki sudah lebih dari cukup untuk menikmati Surga…

Aamiin..:)

3 responses »

  1. Innalillahi, turut berduka ya Enyak Yasmin… Soal kapan orang yang kita cintai pergi duluan, memang cuma Allah yang tahu. 🙂
    Btw gw jaman masih kecil baca Noddy juga lho! Bukunya tipis gambarnya warna-warni. Paling konyol kalau udah konflik sama si polisi, Plod. Enid Blyton emang yahud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s