My Photo Stories: The Cooking Daddy

Gallery

Hai Langit Habiby, ini adalah surat elektronik kedua yang enyak bikin spesial untuk kamu. Setelah sebelumya disini.

Masih sih, surat ini masih soal Daddy. Ayah kamu yang paling HEBAT sedunia. Hehehe..

Momen ini, menurut enyak, adalah momen yang amat penting untuk didokumentasikan. Karena, sangat jarang terjadi (kalau tidak mau bilang; GAK ADA) di dunia ke BAPAK an. Momennya adalah : Daddy masakin Mpasi Abib!!!

Keren kan?

Jadi, sudah sebulan ini, karena sering ada acara pergi2 dadakan, Enyak mencoba masak seminggu dua kali aja buat makanan abib. Setelah dimasak, makanan itu di jadikan frozen food. Setiap pagi, enyak keluarin dua box untuk makan siang dan malam. Kalo cemilan, gampang. Abib suka banget nyemil rebusan wortel, labu siam, buncis, atau berbagai buah2an. Sampe detik ini juga Abib, si bayi 9 bulan, masih sarapan buah, jadi gak perlu siapin lauk macem-macem.

Nah Naaaah…karena sekali masak bisa 2-3 menu (Kamu bosenan banget nak, ampun deh!), plus kaldu, maka tiap habis masak, pasti enyak tepar. Belum lagi basian masak ; dapur kotor, cucian piring, buang sampah.

Maka, one day, tak ada angin tak ada hujan tetiba Daddy menawarkan diri untuk jadi chef Mpasi. “Wiken ini, aku yang masakin Abib” gitu katanya. Wah!

Well, to be honest, Enyak is just an ordinary mom yang MERAGUKAN kemampuan daddy, dalam hati. Hihihi…tapi sejak awal, komitmen enyak adalah melibatkan daddy dalam SEMUA hal yang berkaitan dengan kepentingan kamu. Karena kita gak tau umur, Son. Kalau (Naudzubillah) tiba2 Enyak dipanggil Allah, dan usia kamu bahkan belum genap setahun, siapa yang akan ngurusin seluruh keperluan kamu?

Jadi, enyak berjabat tangan dengan daddy. DEAL.

Sejak pertama belajar makan, Daddy cukup membantu enyak sih sebenernya. Kalo lagi ga enak badan, atau sibuk, biasanya yang bikinin pure buah dan nyuapin kamu, ya Daddy. Tapi, when it comes to lauk pauk lengkap, dia biasanya cuma nonton. Atau bantu2 seperlunya aja. Kan, kalo enyak masak, berarti Daddy yang jagain kamu.

Maka, Sabtu ini kita bertukar peran. Daddy masak, enyak main sama kamu…sambil motret. Hihihi…

Sejak pagi, selesai berenang, kita belanja. Enyak udah pilihin tiga buah menu dari buku super lengkap-nya Wied Harry Apriadji plus kaldu ayam.

Sampe dirumah, Daddy baru mulai masak ba’da maghrib (18.30) dan selesai pada 20.30 WIB. Hahaha..

Here’s the pictures:

Ini menunya!!

Ini bahan-bahan dasarnya. Perlu diingat, bib, He’s good into details. Dia selalu bisa masak dengan hasil yang JAUH lebih rapi ketimbang masakan enyak, dia bisa mencacah JAUH lebih halus daripada hasil cacahan enyak yang acak2an dan gak ada cakep2nya, dan dia mampu memerhatikan bahan makanan yg msh bagus/tidak ketimbang enyak yang suka seenaknya main cemplung2 aja. Hehehe..

Ini dia, Daddy lagi baca resep sambil siul-siul..

Kemudian mempersiapkan bahan-bahannya, memotong, mencuci dan sebagainya. Sementara kamu, mainan kardus. Hihihi

Dan inilah tampilan si Daddy yang asyik masak. Ohiya, btw, dia baru tau bahwa masak tim itu adalah PE-ER, saat bahan utamanya:BERAS. hahahaha..kudu direndem dulum trus saat direbus bareng lauk, harus diaduk-aduk sampe bloon, baru deh mateng. “Emang masak bubur seribet ini ya? Emang airnya harus banyak gitu? Kalo gak diaduk gak mateng?” pertanyaan yang bikin enyak berhenti motret dan bergegas ambil sendok kemudian bilang: “Udah sana masak yang lain ajah, ini biar aku yang adukin..”

BERISIK!!! hahaha…

Sentuhan terakhirnya adalah MEMBEJEK-BEJEK. Hahaha…Setelah dua jam, Voilaaaa!!!! Jadilah tiga makanan untuk Abib!!!!! Horraaaayyy

Menu pertama:

Tim Nasi Soto! Menu ini, menurut Enyak, paling YUMMY. (Eh ini loh yang harus diaduk-aduk itu!) karena rasanya beneran soto. Pake kunyit segala.

Menu Kedua:

Salad Pasta! Itu merah-merah karena pake bayam merah. Ini tampilan sebelum rusak dibejek-bejek, karena kamu masih agak susah ngunyah makaroni. Maklum, gigi belom nongol2. Hihihi

Menu ketiga:

Tim Kentang Ikan!!! Ini juga enak, karena berasa guriiiiiih banget, ikan plus kentang!

Tapi ternyata, enggak cukup masak aja, setelah selesai beresin dapur, dan cuci piring, Daddy juga yang nyuapin kamu, boy!

Kamu makan dengan LAHAP, tim nasi soto buatan daddy

dan…LUDES!

Alhamdulillah,,,,

Well, that’s your daddy, Son. Romantis ya?

Setelah selesai masak, dan nyuapin kamu, dia selonjoran sambil kipasan. Keringetannya sebadan-badan. Enyak nyengir aja liatnya. Kocak.

Bahagia itu sederhana, nak. Gak perlu sempurna, gak perlu romantis kaya di filem-filem. Buat Enyak, punya suami kaya Poento itu adalah kebahagiaan. Ini adalah hal yang WAJIB kamu ingat, ya. Karena Daddy selalu ingin terlibat dalam setiap bentuk perawatan kamu. Menurut enyak, itu adalah bentuk rasa syukur.

Dan bentuk rasa syukur yang ditunjukkan Daddy itu, membuat Enyak bersyukur. Karena Tuhan pilihkan dia untuk jadi suami Enyak, dan jadi ayahnya Abib….

Alhamdulillah

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s