Capek, Tapi Seneng..

Video

Keren ya iklan itu? Hahaha…iklan yang selalu sukses bikin saya ngakak. Ya karena bener, punya anak itu enggak gampang. Tapi bukan berarti enggak bisa. 🙂

inget cerita saya ini ?

Saat itu saya bercerita soal capeknya pengalaman jadi wartawan istana. Sekarang, saya kasitau, bahwa punya bayi itu lebih sulit ketimbang jadi wartawan di Istana Presiden. Lebih capek, lebih bingung, lebih membutuhkan ide2 kreatif, dan komitmen tingkat DEWA. Cuma, ada sih bedanya, kalo jadi ibu itu, meskipun cuwapek, tapi masih banyak senengnya. Sementara kalo jadi wartawan yang ngepos di istana, tetep lebih banyak SENEP nya. Ehehehe…

Jadi ya, anak saya itu, adalah tipikal anak yang sangat moody. Dia bisa kadang2 begitu anteng dan damai, bangun setiap dua jam sekali kalo siang dan cuma bangun sekali tengah malem. Tapi kadang2 dia bisa begitu ‘gila’. Yang saya maksud dengan gila, adalah:RAKUS. Sesuai dengan pengetahuan yang saya dapet dari The Baby Book (My PRIMBON), si Abib ini emang tipikal si doyan makan yang sangat demen nyantel dan menghisap ATE (Air Tete Enyak) hehehe…

Dannn, dia juga rada2 punya tipikal ‘Bayi dengan Kebutuhan tinggi’. Apa itu? Dari 10 Ciri2, dia memiliki 8 diantaranya, KADANG2. Oke, ciri2 itu adalah : 1. Gak bisa dilepas dari gendongan. Kalo orang dulu bilangnya ‘bau tangan’. Well, dari awal, saya dan Poento emang udah niat mau jadi orangtua responsif, yang tidak akan lama2 membiarkan dia menangis sendirian, dan ditaro aja di box gak digendong2. Tapi ternyata, Abib jadi demen. Hehehe,.. Kalo kata tu buku, “Bergerak, tidak diam terpaku, adalah cara hidup bayi-bayi ini. Mereka adalah bayi2 yang tak lepas dari pelukan dan tak lepas dari payudara, jarang mau berdiam diri lama2 dalam boks”

2. Bukan penenang diri sendiri. Pangkuan ibu adalah kursi baginya, lengan dan dada ayah adalah tempat tidurnya, payudara ibu adalah penenang hatinya. EXACTLY!

3. Intens. Ia selalu bersemangat sepanjang waktu. Bayi2 dengan kebutuhan tinggi menghabiskan banyak energi dalam melakukan segala hal. Menangis dengan suara KERAS, tertawa dengan riang, dan segera memprotes bila hidangan untuknya tidak tersedia tepat waktu. FYI, si Abib kalo nangis, kaya bocah dipukulin. Drama, Lebay!! Hehehe

4. Ingin disusui sepanjang waktu. Bayi2 ini terus mencoba menyusu selama dua atau tiga jam sepanjang waktu dan menikmati saat-saat mengisap payudara ibu selama mungkin. BENAR. Begitulah adanya. Dia bisa nete sampe saya merapel sarapan, makan siang dan mandi jam 3 sore.

5. Hiperaktif, Hipertonik. Bayi2 ini sering menggeliat ketika digendong sampai anda menemukan posisi gendongan kesukaannya.

6. MENGURAS ENERGI! –ga perlu penjelasan lah ya?

7. Tak daopat dipeluk. Semenntara kebanyakan bayi tenang dalam pelukan dan gendongan, bayi2 tipe ini biasanya menggeliat ke belakang. Karena, perhatikan baik2, MEREKA TIDAK SELALU SUKA DIGENDONG DENGAN GAYA YANG SAMA.

8. Menuntut. Bayi2 ini memiliki standar tinggi dan kepribadian kuat untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya.

Ya, begitulah si Langit Habiby, putraku yang mukenye copy-paste daddy nya. Emang enggak selalu sulit, seperti yang udah saya bilang, kadang2 dia begitu manis dan anteng. Tapi bisa tiba2 berubah jadi syulit.

Nah itulah yang bikin saya suka carangkeul, pareugeul, lalieur.

Tapi efek positifnya adalah, saya jadi lebih banyak baca dan belajar. Juga lebih banyak sabar, belajar tenang, lebih kuat, dan bersyukur. Karena semua ini berarti anak saya sehat walafiat, aktif dan cerdas. Eniwei dia juga cepat besar. Hehehe..

Lagian ya, saya itu punya suami yang oke nya tiada tara. Si Poento ini selalu aja bantuin saya. Nih, kalo siang2 saya udah lemes, gabisa makan dan harus terus nete in, si Poe pasti maksain pulang pas makan siang. Biar saya bisa makan, dan dia gendongin Abib. Saya juga bersyukur karena punya mbak yang rajin. Gak kebayang kalo enggak ada doi, cucian segunung, rumah yang harus diberesin, kucing2 yang harus diurus, masakan. Sementara saya ditahan dikamar sama Abib. Saya juga beruntung karena punya mama yang mau ngurusin saya di 2 minggu pertama abis lahiran, dan sekarang rutin dateng 1-2 minggu sekali cuma buat bantuin gendong bocah yang demen beyayakan ini.

Saya juga beruntuuung karena punya sepupu kaya inon, sahabat kaya pani, adik kaya Rhanny dan citra, dan teman2 yang siap sedia ngajak ketawa, menghibur dan ada buat saya.

Anak itu, menyenangkan. Karena dia bawa rezekinya sendiri, bukan cuma finansial, tapi juga mental. Kalo bukan karena Abib, saya pasti masih Yasmina si moody yang seenaknya, dan gak bisa ngontrol emosi. Thanks to u, dude. Enyak Loves u more than u’ll ever imagine…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s