Kita Bahagia? Saya Iya…

Gallery

Semalam, saya dan teman2 cewek yang biasanya superrrr sibuk akhirnya punya kesempatan ngumpul. Awalnya niat kesini dan kesana, pada akhirnya sih diputuskan untuk stay dirumah salah satu dari kita. Hehe..mungkin pada akhirnya kita udah males buat terlalu pecicilan keluar2 yah?

Diawali dari sore, saat empat orang plus satu bayi udah berkumpul, masih minus satu cewek lagi. Akhirnya sore itu kita pake buat ngabisin dvd slasher yang menyiksa jantung sambil teriak2. Dvd abis, sekitar jam setengah 9an malem, kita cabut ke pejaten village buat ngejemput si cewek satunya lagi dan beli2 bahan makanan buat makan malem. Sampe lagi dirumah, masak2, makan, dan gak sadar udah jam 11 malem.

Karena ada salah satu yang bawa bayinya, jadi dia tidur duluan, sisanya kita berempat gelar kartu. Judi duit kecil, coret2 muka dan kalo kalah minum satu shoot soda tapi gak boleh pipis. Banyak banget ya hukumannya? Hehe..emang dasar perempuan2 sinting! Daaaannn….main kartu itu ternyata bener2 siksaan. Brengsek. Saya minum banyak banget sampe mual. Kita main sambil nontonin dvd2 film indonesia yang pemainnya kita anggap ganteng. Mengingat bahwa kita semua perempuan yang, HARUSNYA, multitasking.

Main kartu, dilanjut main UNO stacko sampe jam setengah4 pagi. Satu orang tumbang, satu orang ditelepon pacarnya yang ada di amerika (lihatlah betapa gak sehatnya mereka, pacaran jam stengah4 pagi waktu Indonesia hahaha), sisa saya dan satu orang temen yang lagi menghapus airmata. Kenapa? Karena film indonesia  terakhir yang kita tonton sangat mellow ceritanya. Mirip sama kisah hidupnya. Bisa ketebak apa ujungnya? Hehehe…iyalah, itu pagi buta, dan mellow, sudah pasti mulai angkat gelas kopi hangat dan kebulkan asap sambil curhat..

Ada cerita mengalir dari kita berdua, ada mata sendu saling menatap, sedikit banyak, saya cukup bisa merasakan duka di hatinya itu. Saya rasa, sedikit banyak dia juga bisa merasakan duka di hati saya. Saat jeda, si teman yang habis teleponan langsung bergabung dan memulai curhatnya. Curhat-curhat kami ini, sumpah, bukan curhat seperti yang saya lakukan dengan teman2 wartawan, atau curhat saat sedang asik mengerjakan proyek desain, atau curhat sama temen2 cowok (yang, fyi, ujung2nya pasti bokep), ini curhat perempuan.

Inget kan, apa kata elizabeth gilbert? Saat sekarang ini ada begitu banyak masalah, banyak hal besar yang terjadi, tapi seringkali, hal paling besar yang kita rasakan adalah soal cinta…hehehe

Dan begitulah. Kita berbagi, mendengarkan, memberikan saran kalau diminta, bahkan memaki kalau gak suka. Rasanya jadi tenang dan senang. Semua cerita mendadak berseliweran di kepala saya. Cerita seorang menantu yang gak betah sama mertuanya, cerita si mantan yang harus putus karena keluarga dan air matanya belom bisa berhenti menetes, cerita si resah yang ingin pergi dari Indonesia tapi dengan penuh kegalauan, cerita si istri yang lelah dan seolah kehilangan dirinya sendiri, cerita perempuan yang senang mencoba satu demi satu tapi terus gagal, cerita si kakak yang benci pacar adiknya, cerita orang yang terlalu mencintai kekasihnya, semua cerita-cerita yang nampaknya gak akan pernah habis untuk diceritakan, dalam berbagai versi…

Gapapa lah…

Kalo kata Richard di Eat Pray Love, “It’s still two human beings trying to get along, so it’s going to be complicated. And love is always complicated. But humans must try to love each other, darling. We must get our hearts broken sometimes. This is a good sign, having a broken heart. It means we have tried for something.”

Hal remeh temeh yang bisa lebih dahsyat dari erupsi merapi kalo gak dikeluarin. Nampak seperti hal sepele tapi bisa jadi besar saat tak terpenuhi. Karena itu kita cerita, kita cerita semua yang harus dan mau kita ceritain. Semua hal yang mengganggu pikiran dan secara subconcious bisa bikin kita tiba2 nangis, atau sakit, atau gak tenang.

That’s what friends are for, aight? Then, after those curhat time, after all those hardest moments, we shared and hugged, then we will realize that there is so much about my fate that we cannot control, but other things do fall under the jurisdiction. We can decide how we spend our time, whom we interact with, whom we share our body and life and money and energy with. We can select what we can read and eat and study. We can choose how we’re going to regard unfortunate circumstances in our life-whether we will see them as curses or opportunities. We can choose our words and the tone of voice in which we speak to others. And most of all, we can choose our thoughts. Anyway, we all need to learn how to select our thoughts just the same way we select our clothes every day. This is a power we can cultivate. “If you want to control things in your life so bad, work on the mind. That’s the only thing you should be trying to control.”

Dan bangun pagi ini, saya masih terbangun di ruang tengah rumah teman saya, di tengah2 sahabat-sahabat saya yang cantik. Di tengah senyuman, bahkan film kartun si bayi dan ibunya yang sibuk nyuapin. Diantara bau iler khas pagi dan sapaan dengan teriakan berisik yang bikin telinga pengang, berlanjut dengan saling meniban dan tertawa keras sampai sesak nafas. Bahagia? Iya saya bahagia…rasanya Tuhan seperti memberikan hadiah besar buat saya yang belakangan agak sulit senyum.

I believe, Happiness is the consequence of personal effort. You fight for it, strive for it, insist upon it, and sometimes even travel around the world looking for it. You have to participate relentlessly in the manifestations of your own blessings. And once you have achieved a state of happiness, you must never become lax about maintaining it. You must make a mighty effort to keep swimming upward into that happiness forever, to stay afloat on top of it…..

Makasih Tuhan, makasih atas teman2ku yang agak gila dan malas mandi itu… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s