Kita sama-sama berubah, yuk…

Gallery

“Yaah hujaaaannn…” keluh saya

“Eh, ujan itu berkah loh, kan Tuhan yang bilang kalo Dia menurunkan berkah-Nya lewat hujan. Gak boleh disesalin,” kata mamah..

Dialog itu terjadi sekitar tahun 1995, waktu saya masih berusia sekitar 11 tahun.

***

Sekarang 2010, dan kemarin, Senin (25/10), JAKARTA LUMPUH karena hujan deras yang mengguyur rata seluruh bagian ibukota selama tiga jam, ditambah turunnya sejak jam 4-5 sore yang merupakan jamnya orang pulang kantor. Alhasil, si berkah hujan itu dikutuk orang se-jabodetabek. Dimaki, dan dicerca seenaknya.

Kata Republika, Berdasarkan pantauan Traffic Management Center Polda Metro Jaya, sampe jam 11 malam, sejumlah ruas utama Jakarta masih macet parah. Di ruas utama Jalan Jenderal Sudirman, genangan air sampe 50 cm. Kaolau sudah begitu, jelas lah bikin lalu lintas terkunci dan kendaraan berhenti, TOTAL. Jalan Gatot Subroto menuju Grogol juga sempat lumpuh. Macet total, mobil-mobil berhenti, juga kejadian di Kuningan dan Jalan MT Haryono arah Cawang, ruas Kali malang-Bekasi, Di Pasar Minggu arah Kalibata sampe sejumlah ruas tol seperti arah Bekasi, Merak, Cawang, dan Tanjung Priok juga macet karena arus lalu lintas menumpuk di pintu keluar. Yang parah, tol Bumi Serpong Damai terpaksa ditutup sementara karena genangan yang dianggep membahayakan.

Untungnya, sejak pagi, saya udah gak enak badan, jadi saya gak kemana-mana. Tapi si poento pulang dari bekasi jam lima, dan sampe rumah baru jam setengah 9 malem. “Gua parkir di tol,” katanya. Hehehe,…. Setelah jam setengah sembilan itu dia saya baru ngerasain. Karena  ngerasa jalanan udah aman, kita berangkat lagi menuju superindo di MT Haryono dari rumah di otista. Awalnya perjalanan aman, tapi mendadak berhenti di tebet dan kita stuck disitu 45 menit. Menyadari saat itu udah jam setengah 10 malam, jadi kita berputar dan memutuskan untuk gak jadi belanja. (percuma sih ya,, superindo-nya juga bakalan keburu tutup).  Akhirnya, dari situ, kita baru sampai di rumah jam setengah 12 malem. Saat itu, untuk diketahui, kampung melayu masih SANGAT MACET.

Sepanjang malam, saya baca twitter dan geleng-geleng kepala. Semua orang, ini serius, SEMUA, ngamuk. Semua memaki. Sebenernya bukan memaki Tuhan, bukan memaki curah hujan, tapi memaki bapak gubernur FAUZI BOWO yang pada saat itu sedang menghadiri perayaan UN dan nari poco-poco. Persis, disaaat rakyat yang berada dibawah tanggung jawabnya sedang berjibaku dengan kemacetan, banjir dan kelelahan sampai ke ubun-ubun.

Hmmm…ini yang saya bilang kesia-siaan. Ini sama persis dengan kejadian memaki nurdin halid untuk kemajuan PSSI. Atau meminta reshuffle kabinet, atau meminta presiden SBY turun, atau melakukan “reformasi” atas penurunan soeharto dulu, atau layaknya kisah kecil saya sebelum ini. Tentang tuntutan kepada boss, karena gaji yang tidak besar. Cuma satu kalimat buat makian-makian itu: BUANG-BUANG WAKTU. Rasanya jadi percuma dan Cuma ngebanyakin dosa aja dengan memaki-maki pemeriintah dan konco2nya. Saya kan udah sering bilang, mereka memang TIDAK MAU melakukan apapun kok buat kita, buat apa berharap? Lagipula, gimana kalo sedikit berkaca dulu ke diri sendiri?

Sudahkah kita berhenti buang sampah sembarangan? Sudahkah kita melakukan pemisahan jenis sampah dirumah? Sudahkah kita membuat lubang biopori di halaman rumah (sudah hampir 10 tahun loh program itu dicanangkan..), sudahkan kita berhenti melakukan penghamburan kantong plastik? Sudahkan kita melaksanakan gayahidup yang ramah lingkungan dengan membatasi penggunaan mobil/motor, yang bikin macet?

Iya, saya ngaku. Itu hal kecil. Ada hal-hal besar yang bisa dilakukan oleh orang-orang besar. Hal-hal yang HARUS mereka lakukan tapi gak pernah mereka lakukan. Pembatasan kendaraan, perbaikan kendaraan umum, pengolahan sampah yang proper, lahan resapan air, pemerataan penduduk, mengeluarkan IMB yang benar di tempat yang tepat dan bukan karena banyak/gak-nya sogokan, kalangan bisnis yang seharusnya gak terlalu rakus, you may mentions them all…

***

Tapi heyy…bukankah hujan itu berkah? Iya kan? Sesuatu yang harusnya kita syukuri saat kehadirannya. Berkah kan bukan hanya gaji tiap bulan, atau keuntungan bisnis, tapi hujan juga. Harusnya kita bersyukur kalau hujan datang, bukan memaki. Jadi, gimana kalau kita mengembalikan hujan kepada khitah-nya. Sebagai berkah. Caranya gimana?

Let’s say, gimana kalau kita berhenti memaki, berhenti mengutuk pemerintah lah kalangan bisnis lah, siapapun itu. Gimana  kalo kita anggap aja mereka enggak ada. Kemudian kita, dan keluarga kecil kita mulai memisahkan sampah rumah tangga, enggak buang sampah sembarangan, berhenti menghamburkan kantong plastik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, bikin lobang biopori, melakukan pengolahan sampah rumah tangga di rumah kita sendiri. Habis itu, kita ajak teman-teman satu baris jalan rumah kita. Pelan-pelan dan JANGAN PERNAH MENYERAH.

Setelah itu berhasil, mulai ajak temen sekolah, temen kuliah, temen kantor. Kalau sudah berhasil, ingatkan mereka untuk mengajak juga orang-orang disekitarnya. Kuncinya Cuma satu, JANGAN PERNAH BERHENTI, JANGAN MAU MENYERAH! Jangan juga pernah merasa cukup. Karena langkah ini kecil, teman-teman. Akan lama dan membosankan. Tapi coba deh berpikir seperti orang Cina dan Jepang, yang berbisnis, melakukan kebijakan dan bertindak dengan pikiran besar dan berjangka panjang. Ini amal 10-20 tahun. Maksudnya, amal yang ga boleh berhenti dilakukan meskipun mungkin suksesnya baru 10-20 tahun besok. Hehehe…

Seru kan?

Rasanya kok jauh lebih menyenangkan dari sekadar nyuruh Foke cukur kumis atau mem-FOKE you kan Foke. Apalagi memaki dan meminta dia turun. Saya rasa, siapapun gubernurnya, Jakarta akan tetap menggiurkan untuk menghasilkan uang dan melegalkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan kemudian merugikan rakyatnya.

Yuk, kita anggap aja mereka enggak ada, dan mulai berubah dari lingkup terkecil kita. Jadi, kapan kita mau mulai?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s