Tentang Bahasa

Gallery

dulu, jaman kuliah di UNPAD-Bandung, saya sering menunduk menahan geli setiap melihat perempuan cantik, sexy luar biasa tapi berbincang dengan menggunakan bahasa sunda. saat itu, saya pikir, “Sayang banget ya canitik begitu kok ngomong sunda medok? kampungan….”

pemikiran itu, jujur, masih ada sesekali terlintas dalam benak saya sebelum akhirnya menemukan sebuah tulisan yang membuat saya tersindir. sambil duduk menunggu kereta ekonomi AC di stasiun pasar minggu, saya membaca tulisan berjudul “Indonesiaku yang sempit”. ditulis oleh Mira Lesmana di rubrik ulasan, harian kompas. inti tulisan itu adalah, mira yang sering berkeliling daerah merasa Indonesia ini ternyta tidak seluas teorinya.

kenapa? karena wawancara di berbagai radio di berbagai wilayah membuatnya tersadar kalo hampir semua penyiar di banyak daerah menggunakan bahasa gaul anak jakarta yang gue-elo, yang separo bahasa inggris berantakan sama bahasa indonesia,dan dengan nadanya dian sastro di AADC, “Udah bisa baca pikiran anak gaul kaya gue?” hehehe…di tulisan itu, Mira sangat menyesali tindakan dari penyiar2 itu. karena, kata dia, rasanya ya sama aja, mau di radio jakarta maupun di radio daerah ya begitu aja. jadi ga spesial. harusnya, kata dia, kita lebih mengharga keberagaman daerah dengan menonjolkan ciri khas kita. jadi berasa gitu kalo ada di daerah…

gitu deh kira2..
setelah baca, saya agak terdiam. hehe..malu sendiri rasanya. kok tampaknya saya sombong sekali ya, dengan menganggap manusia yang berbicara dengan bahasa daerahnya itu sebagai mahluk kampungan? waktu itu akhirnya saya mengangguk-angguk..0000 iya yaaa….ck ck ck kemana aja saya selama ini?? seumur hidup besar di kota yang konyol dan sulit diatur bernama jakarta ini membuat saya agak kesulitan untuk beradaptasi dengan menyebut aku atau saya (apalagi “kami” ya blek?? hehehe)

dengan sapapun, kapanpun, saya biasanya lebih memilih “gue” untuk menyebutkan diri sendiri. bahasa daerah, kayanya, lebih sering jadi bahan olokan diantara saya dan teman-teman main. meledek bahasa betawi, jawa atau sunda yang keluar dari mulut orang-orang yang-di mata saya-tidak pantas berbicara dengan bahasa-bahasa yang identik dengan asisten rumah tangga itu. sekarang, usai baa tulisan itu, saya malu..

saya ngerti mira nulis itu bukanbuat mengangungkan daerah, tapi, rasanya memang aneh ya. beberapa waktu lalu saya ke jogja. anak muda disana mulai bicara dengan gue-elo layaknya anak jakarta. mereka juga bergaya sama persis dengan anak jakarta yang banyak ditampil kan di sinetron atau reality show (yang juga sinetron..hehe). jadi rasanya memang aneh, kalau suatu daerah sudah kehilangan ciri khasnya.

iya, sekarang juga saya ngeh, indonesia itu luas. jangan dibuat sempit oleh bahasa yang setipe dari sabang sampai merauke…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s