Wonder Woman; Let’s Do Something!

Gallery

Sudah denger album baru Ed Sheeran?

Ada satu lagu yang bagus deh liriknya; What do I know.

my daddy told me, son don’t you get involved
In politics, religions, other peoples’ quarrels
I’ll paint the picture let me set the scene,
I know when I have children, they will know what it means


And I’ll pass on these things my family’s given to me
Just love and understanding positivity

We could change this whole world with a piano
Add a bass, some guitar, grab a beat and away we go
I’m just a boy with a one man show
No university no degree but lord knows
Everybody’s talking about exponential growth
And the stock market crashing and their portfolios
While I’ll be sitting here with a song that I wrote

Saying love could change the world in a moment
But what do I know?

ww3

Persis sih sama tulisan saya sebelumnya ketika terkagum-kagum dengan coldplay. Nah, kemarin itu saya sempat nonton Wonder Woman, lalu merasakan hal yang sama lagi. Hal ini; DO SOMETHING.

ww

Film nya bagus!

Anyway, filmnya bagus! DC IS BACK, baby..

First of all, cerita dikit soal filmnya. Enggak nyangka sama sekali kalo film wonder woman akan bagus. Oiya, saya sih emang gak pernah ya baca review atau nonton synopsis dan sebagainya, sebelum nonton film. Biar gak kebayang apa2. Nah, kemarin pas nonton; saya kagum.

Mengingat batman (setelah bukan film nya nolan), superman, sampe suicide squad semuanya butut.

Sementara si Wonder Woman ini, dari acting, plot, alur, efek, musik, suspensi, details nya bagus banget. Seneng ih nontonnya, asli deh.

Well, kecuali bagian; TERNYATA YANG BIKIN WW2 BERAKHIR ITU ADALAH WONDER WOMAN NGAMUKIN ARES! Hahahaha. Kaya déjà vu sama film inglorious bastard; Hitler mati dimana? BIOSKOP! HAHAHAHA…(ups maaf spoiler. Hehehe..)

#TeamAres atau #TeamDiana?

Abis nonton, saya jadi kepikiran; kalau kamu #TeamAres atau #TeamDiana? Hahaha.. saya? Saya sih jelas #TeamAres

Hal yang dipertanyakan Ares, saat dibuang sama Zeus (duh spoiler lagi ya? Nonton lah makanya! hahahaa) adalah pertanyaan yang sama dengan yang saya tanyakan selama ini; NGAPAIN SIH TUHAN MENCIPTAKAN MANUSIA? Mahluk yang paling complicated, katanya paling unggul kenyataannya paling rusuh, serakah, pemarah, ngancurin alam, perang, dan susah dipahami.

Saya juga manusia? Bukan. Saya mah pohon toge. Ya iya, saya juga manusia! Maka itu saya tau banget sulitnya memahami manusia, dan saya tau banget rasanya berdiri di barisan sakit hati seperti Ares. Saya juga punya kok rasa kepingin ngabisin manusia dan membiarkan bumi jadi indah dan tenang seperti sediakala.

Tapi kan gak mungkin. Ya rasional ajalah yasmina, mungkin kalo saya punya stark company atau saya presiden AS, eh, ups. Nah ya gitu lah kira-kira analoginya. Kalo saya tetap berdiri di #TeamAres, maka apa bedanya saya dengan manusia-manusia tukang bikin perang, demi harta dan tahta itu?

Saya sudah pernah memertanyakan ini berulang-ulang, sampe akhirnya mendapatkan jawabannya; if you’re not part of the answer, You’re part of the problem (Santa Barbara News praised about Yvon Chouinard)

ww1

Iya, Ares adalah part of the problem, karena kehendak Tuhan gak akan bisa dihabisi oleh manusia. Kalau setiap daun jatuh saja sudah atas ketentuan Allah, maka apalagi keberadaan manusia di muka bumi ini, bukan?

Keresahan yang terus muncul

Diana yang hidup di tempat paling aman di dunia, justru merasa curiga, kenapa hidupnya damai-damai aja. Sementara Capt Steve yang hidup ditengah world war 2, merasa gak berdaya karena gak bisa melakukan sesuatu yang berguna bagi perbaikan dunia.

Sementara Ares berusaha menghabisi manusia, agar bumi kembali damai. Sejoli diana dan Steve berusaha memerbaiki keadaan dengan membawa pesan, lewat hal-hal yang bisa mereka lakukan. Iya, kaya Ed Sheeran dan Coldplay yang meninggalkan pesan lewat musik. Yvon Chouinard yang bikin brand sangat peduli pada lingkungan.

Budi Soehardi, yang mendedikasikan dirinya di Kupang. Teman saya, Ariyo Zidni, yang bikin anak-anak kembali pada kebiasaan membaca dan mendengar dongeng. Atau seorang bapak di kolong jembatan Jatinegara yang mau ngurusin puluhan kucing terlantar, meski makan saja dia susah.

ww2

Do something.

Saya tau rasanya jadi Diana, saat hidup terlihat baik-baik saja dan gak ada yang salah. Kemudian terjun ke lautan masalah, saat menjadi jurnalis. Sayangnya, saya tenggelam, karena seperti Steve, saya menyadari bahwa posisi saya gak akan bisa melakukan banyak.

Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi penonton karena masuk ke barisan sakit hati seperti Ares. Mengutuk semua orang, dan merasa bahwa dunia gak akan bisa diselamatkan.

Kehilangan harapan, dan baca semua buku tentang pindah ke planet lain-nya Stephen Hawking.

Sampai akhirnya menyadari bahwa, seperti kata Dr Seuss di buku Lorax; unless. Someone like you cares a whole awful lot, Nothing is going to get better

Care. LOVE. Positivity. Sounds cliché and cheesy? Yes. Banget. tapi, menularkan semangat dan terus memberikan harapan pastinya lebih baik daripada bunuh diri, atau ngebunuhin manusia-manusia lain, bukan?

Saya gak bisa terus diem, jadi penonton, berantem karena beda pendapat, merasa kehilangan harapan, tapi gak pernah berbuat apa-apa yang berarti, bukan? Saya tau, saya HARUS AMBIL BAGIAN. Harus berbuat sesuatu.

Harus belajar lebih banyak, bekerja lebih giat, memerbaiki diri dari hari ke hari, tidak menjadi bagian dari penyebar kebencian, harus bisa menjadi orang yang bermanfaat.

Iya, dunia udah ringsek ancur kacau balau gak keruan, dan saya gak bisa terus menerus cerita manis, seolah-olah gak ada apa-apa. Saya gak bisa PHP-in orang, atau at least anak saya.

Tapi harapan, dan semangat untuk melakukan kebaikan, gak boleh berhenti. Cita-cita harus terus dikejar, dan kaki harus terus melangkah. Meski pelan dan kecil, asal gak berhenti.

Saya bukan wonder woman, saya bukan Tuhan dan gak pernah kepingin playing God (ngurus rumah, anak, kucing, sama bisnis kecil aja mumet apalagi ngatur dunia akhirat. Ogah!). saya bahkan belum mampu jadi pemimpin keluarga.

Saya Cuma yasmina, yang mau ambil peran. Yang gak mau berhenti untuk terus memberikan harapan, bahwa kita bisa sama-sama melakukan perbaikan, dengan keahlian masing-masing. Karena saya percaya, gak ada manusia bodoh, gak ada sampah masyarakat, gak ada orang yang gak bisa apa-apa sama sekali.

Semua punya keahlian, semua bisa ambil peran. Kita beda, makanya kita gak usah rebutan terus. Kita harus kerjasama. Lagian, seperti kata coldplay di lagu kesukaan saya dan Abib tiap mumet tua dijalan karena macet pagi siang sore malem; Don’t panic…

Bones sinking like stones
Homes, places we’ve grown
All of us are done for

We live in a beautiful world…..

Yeah we do
Yeah we do

 

 

3 responses »

  1. Benar sekali… Melakukan sesuatu, memberikan kontribusi untuk dunia dan menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.. Apa yang lebih hebat dar itu semua? Kita adalah makhluk sosial, dan tentunya selain di tolong, menolong adalah kebutuhan manusia.. menolong juga kebutuhan, sebab itu mengisi hati kita dengan perasaan syukur dan kebahagiaan… saya pernah membaca sebuah kata-kata, dalam hati yang terisi, selalu ada ruang untuk melakukan yng terbaik tapi dalam hati yang kosong, tidak ada apa2 yang bisa di simpan di sana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s