Mungkin kita cuma butuh Coret-coret..

Gallery

Masalah kesehatan, buat saya jadi hal yang penting, terutama sejak punya anak. Iya, sejak ada Abib, saya baru menemukan tujuan hidup terpenting, yakni; Membekali dia. Hahaha..

Nah, untuk bisa tetap menjadi ibu, pendidik, sekaligus pengayom, tentunya saya wajib sehat. Kalau sakit-sakitan, tentu saja saya akan lebih kewalahan, bukan? Sehat aja berasa banget teparnya. Sejak Abib MPASI, saya mulai berkenalan dengan buku-buku masakan Wied Harry Apriadji, dan mulai mengenal bahwa sarapan terbaik adalah buah.

Lalu follow twitter erikarlebang, dan menemukan banyak hal mengenai kesehatan yang cocok dengan saya. akhirnya saya mulai rutin bangun tidur dan langsung menenggak lemon hangat, lalu makan buah. Mengurangi pati, memperbanyak makan sayur mentah dan banyak minum air putih. Dll dll

Terasaaaaa sekali memang bedanya. Saya biasanya sebulan sekali flu, sejak rutin melakukan food combining, jadi setahun sekali deh flu nya. Asma juga gak pernah kumat. Kurus bukan tujuan saya, saya pengen sehat. Itu aja. Nah, dari perjalanan baca buku, saya akhirnya menemukan Dr Tan Shot Yen. Lalu membaca setiap artikelnya, dan merasa amaaat cocok. Sebab semuanya masuk akal.

Saya juga pernah berkunjung ke kliniknya, saat mencoba mencari alternatif untuk sakit mama, dulu. Dr Tan juga yang memotivasi (baca: mengomeli) mama agar berani tes darah, agar ketauan apa penyakitnya. Meski pada akhirnya meninggal, ya itu urusan Allah ya. tapi prinsip2 yang diajarkan dr tan sangat melekat di otak. Apalagi setelah beli buku SEHAT SEJATI YANG KODRATI.

Ini buku udah kaya kitab kesehatan saya. Dan di buku ini gak melulu bicara soal kesehatan jasmani aja, banyak juga aspek psikologis yang dibahas. Maksudnya Dr Tan adalah: sehat jasmani harus dimulai dari sehat psikis. Mind set dan happiness.

Salah satu poin yang nempel di kepala, adalah:

“Kembalilah ke cara-cara tradisional. Tetaplah menggunakan keterampilan tubuh, jangan menggantikannya dengan teknologi. Tetaplah menulis dengan tangan, bukan mempermudahnya dengan keyboard komputer dengan alasan ‘hasil lebih rapi’. “

JLEB! Hahahaha..

Lalu teringat teori di dunia balita mengenai pentingnya melatih motorik halus. Bah. Sejak baca poin itu, saya kembali menggunakan agenda. Pesan dari teman yang bikin agendanya pake recycled paper, kok, biar ga merasa bersalah2 banget. Hahaha..ya meski tetap sih punya any.do di handphone, biar ada yang ngingetin. Tapi saya jadi cukup banyak nulis lagi dengan bolpen sejak baca tulisan Dr Tan itu.

**

Nah, bulan lalu, seorang psikolog yang namanya Ibu Laksmira Ratna Bayuardi, Dip.Child Psy.,MHA. Menghubungi saya. Ehem..ibu Mira ini adalah seorang Grafolog. Jadi keahliannya adalah mengenal karakter seseorang lewat tulisan dan coretan. LUAR BIASA GAK?

Ibu Mira minta kerjasama untuk bikin acara Doodles di Taman Main, pada Januari 2016. Saya langsung setuju dong, karena saya sendiri sebetulnya udah lama follow instagramnya Bu Mira, dan belum pernah kesampean ikutan acaranya.

IMG-20151215-WA0003

Dan saat acara berlangsung, saya, jadi peserta juga. hahaha..ya karena pingin banget belajar soal ini. di acara itu, saya menemukan banyak banget hal baru terkait doodle. Saya sebenernya sering sekali doodling. Karena kalo baca buku-buku pelajaran jaman sma dan kuliah, itu pasti ada aja gambar-gambar ga jelas di ujung2 buku. (ya karena kalo disuruh gambar yang bagus dan artistik ya enggak bisa, kak..hahaha) Begitu juga sekarang, tiap mumet, yang saya lakukan pasti urek2. Dan SELAMA INI SAYA GAK TAU, BAHWA UREK2AN ITU AMAT BERMANFAAT UNTUK MENGUBAH CARA KERJA OTAK. Man, kemana aja gue.

Jadi, menurut Bu Mira, doodles adalah salah satu art therapy yntuk melatih kemampuan berpikir juga bertindak, seseorang. Melatih kemampuan imajinasi, serta membantu seseorang untuk melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda. DENGAN MENGEMBANGKAN SUATU GAMBAR, SESEORANG JUGA DILATIH UNTUK MENYELESAIKAN MASALAHNYA DENGAN CARA YANG LEBIH TERSTRUKUR. Ngeri gak? Hahaha

2016_0109_10075600

Doodles buat anak2 bahkan dapat merangsang sel2 otak dan penanganan terhadap stress. Karena dapat membantu anak untuk mengekspresikan perasaan dan pemikiran yang dirasa sulit diungkapkan dengan kata2. Iya, jadi, kalo melihat garis-garis, lekuk2 atau warna yang digunakan saat gambar, kita bisa jadi tau, si anak lagi ngerasain apa. Dan hebatnya lagi, bisa diatasi, dengan gambar juga!!!

Kisi2nya nih ya: kalo tau2 dia gambar dengan banyak lekuk2, berarti dia sedang sensitif. Klo dia gambar orang ga pernah detil, atau tangannya masuk ke kantong, ga pernah digambar jari2nya, berarti dia sebetulnya kurang PD. Gambar muka, dengan mulut yang terbuka, berarti dia komunikatif. Ada garis bertumpuk dan tebal, berarti energinya sedang besar dan sensitif serta ada sesuatu yang ditumpuk2. Kalau anak ini terus menerus menggambar seperti itu, harus segera diatasi. Sebab, dia akan menjadi anak pemarah karena energi dan emosinya tidak tersalurkan.

2016_0109_10151800

Eh, mau tau gak yang lbh keren? Kata bu Mira, “Sering liat tulisan ala alay yang hurufnya besar kecil besar kecil gak keruan? Jangan disepelekan ya. itu justru akan membuat emosi seseorang gak keruan dan gak stabil. Bahkan bisa jadi punya kecenderungan bunuh diri” WAW! Cara mengatasinya? Ya latih aja lagi dengan menulis sesuai kaidah. Ya dimulai dengan huruf besar, kemudian berlanjut dengan huruf kecil.

DSCF2807

DSCF2780

Begitu juga kalau kita lihat anak sedang menggambar, lalu gambarnya besar-besar, dengan garis arsiran tebal-tebal, lalu banyak lekukan. Kita bisa langsung tahu bahwa dia sedang sensitif dan ada sesuatu yang mengganjal. Ya perlakukan dia dengan lembut, kalau dia mau cerita syukur. Bisa juga dengan mengajaknya menggambar lagi, namun kali ini dengan ukuran yang lebih kecil, garis yang lebih tipis serta ujung yang runcing2. Untuk menyeimbangkan emosinya. Sebab, kata Bu Mira, mengubah satu garis saja, secara kontinyu, akan mengubah karakter dan sikap dia.

DSC_0129

(Ini si Abib abis doodling, dan ya, ini contoh bahwa saat itu dia lagi sensitif. Hehehe…)

GIMANA SAYA GAK MAU NAPSU BANGET BELAJARNYA. Makanya pas Bu Mira minta tempat lagi untuk acara lanjutan di Februari, langsung saya iya in dengan semangat. Dateng ya, di taman main 14 februari. Bayarnya 200 ribu sekeluarga. Info lbh lanjut bisa intip instagram @tamanmain ahahaha

IMG-20160123-WA0000

**

Eeeeniiiiweeeyyy..

Saat saya sedang asyik ndengerin Bu Mira cerita, yang ada di kepala saya adalah: Dr Tan. Iya, dia dan ucapannya soal “Tetaplah menulis dengan tangan”. Nah iya ya. Dengan doodling, menulis dengan tangan, kita bisa memerbaiki sesuatu yang selama ini salah dari karakter dan sikap kita. Kita bisa berubah, Cuma karena oret2an yang selama ini dianggap gak penting. Dan saya bahkan selalu diomelin mama, tiap liat buku saya isinya urek2an gak jelas. “Kalo mau gambar ya yang bagus lah sekalian di buku gambar, jangan ngotorin buku!!” hehehehe..

Ahhh,,,andai aja mama masih idup, saya pasti bakalan puas banget ngeledekin dia.

Ah gokil lah. Kembali ke cara-cara tradisional, ini emang statement yang jadi berasa BENEEEER BANGET di hati saya.

Dr Tan juga nulis gini, di bukunya: Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup yang memunyai kecerdasan berpikir tertinggi, yang membuatnya mampu membentuk budaya, keterampilan dan keterbaruan. Namun ada resiko dan krisis didalamnya, bahwa manusia bisa terjebak dengan apa yang menjadi “mainan” nya sendiri.

Iya ya. semua aspek. Selalu ada penemuan baru, yang sebetulnya punya tujuan baik: mempermudah. Tapi kemudian menjadi industri, dan KABOOOM! Kita lupa bahwa jalan kaki selalu lebih baik ketimbang naik mobil. Kita lupa bahwa makan sayur mentah selalu lebih baik daripada mie instan. Kita lupa bahwa istrahat, minum air putih, makan buah, dan sinar matahari adalah obat2an yang diperlukan tubuh jika terserang common cold, bukan obat warung atau antibiotik.

Saya juga lah sama, lupa bahwa keberadaan laptop, handphone, hanya untuk mempermudah, dan bukan segalanya. Hehehe..

Ck ck ck luar biasa ya emang. Yang kaya gini2 tu hikmah banget dari capek2nya bikin taman main daycare. Selalu ada ilmu baru yang saya dapat setiap hari. Alhamdulillah..

4 responses »

  1. Dulu kalo nyatet pelajaran, makin gede makin disingkat, trus dibikin kotak2, digambar2. Dan ternyata itu metode mind mapping. Hanya ybs yg ngerti artinya haha xD tapi sungguh, menggambar itu menyenangkan. Walo gambaranku juga acak kadut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s