Tertular Gembira Pak Ratimin

Gallery

Hari ini lucu.
Saya naik taksi dari rumah mau anter abib les renang di anak air, kebagusan.

Lalu si supir dateng dengan wajah amat sumringah. Kemudian dia bercerita…

“Saya Alhamdulillah bgt mbak, ini bener2 kyasa Allah ya. Saya ini mau urus beasiswa buat anak saya. Td dr pool tambun, saya sengaja ke daerah galaksi, krn mau ke kampus gunadarma. Saya pikir dr kampus sini bisa daftar beasiswa. Lagipula di galaksi kan biasanya banyak pelanggan…

Taunya sampe kampus, mreka bilang ada syarat akreditasi yg harus dilakukan di pusat. Di Depok. Haduh saya td bingung, jauh banget. Trus saya berdoa, semoga ada yang order kearah simatupang dan kesono lah.

Gak lama, ada order dari mbak. Aduh ini kebeneran bgt, rezeki saya. Jadi bisa sekalian. Kalo ke Depok tapi ga ada tamu kan repot mbak, kejauhan.”

Saya senyum dan jadi mellow. Maka saya cuma bs membalas…

“Oooh iya pak, dr kebagusan bs bablas lurus terus tuh muncul-muncul di depok…”

Dia membalas dengan tawa senang dan mengiyakan. Lalu bercerita lagi soal anak sulungnya yg ingin kuliah. Soal keinginannya memberi pendidikan bagi anaknya. Soal kebahagiaannya jika si sulung berhasil mendapatkan beasiswa.

ada sedikit risau saya lihat, dari kedua bola matanya yang mengintip di kaca spion tengah. Mungkin khawatir anaknya tak diterima, atau takut terlambat memasukkan berkas. Tapi sisanya banyak kebahagiaan terkecap dari kalimat demi kalimat yang diceritakan pada saya, siang ini.

Hhh.. ini kejadian kecil yang ikut membuat hati resah saya ikut bahagia. Belakangan memang banyak resah yg saya rasa, tentang abib, tentang rencana bisnis, tentang pekerjaan menulis, tentang kedai langit dan sebagainya.

Namun sedikit kabar gembira, dari orang yang tidak pernah saya temui sebelumnya ini, bisa menularkan rasa ceria buat saya.

Bahagia mungkin tidak sederhana. Tapi, ada. Dan bisa muncul dari manapun. Kegembiraan pak Ratimin ini diberikan Tuhan untuknya, untuk anaknya, dan bahkan untuk saya. Lucu ya? Jadi mari kita berbahagia yuk.

Meski dolar 13 ribu, meski perekonomian sedang habis2an, meski harga bbm naik turun, meski jalanan terus macet, meski cuaca masih kadang hujan kadang terang. Mari kita tetap berbahagia.
Karena keluhan bayar taksi mahal pun bisa hilang, kalau ceritanya kaya begini. Hahahaha…

Terimakasih ya Allah. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s