Winter’s Tale dan Semangat yang Tumbuh Lagi..

Gallery

Saya sebenarnya bukan penggemar film romantis.

Tapi saya suka film yang bikin ngelamun. *eh hehe..

Dan winter’s tale, bukan film yang keren, menakjubkan, luar biasa. Sayangnya, saya suka.

winter's tale

Banyak nuansa mistis dari film berdurasi 118 menit ini. Misalnya, keberadaan lucifer (will smith) yang punya banyak anak buah tersebar diseluruh kota New York, dan punya tugas untuk menyesatkan manusia.

Salah satunya adalah Iblis (Russel Crowe). Haha. Ok, dia adalah alasan saya menonton film ini. Saya suka Russel Crowe. Dan di film ini, dia jadi penjahat, pencuri, pembunuh, dan perwujudan dari Iblis yang keji. Dengan suara serak-serak becek sarat dengan kekejaman.

**

Jadi, hal yang paling saya suka dari film ini adalah pesan bahwa setiap nyawa itu berharga. Setiap manusia itu spesial. Dan Tuhan tidak menciptakan satupun mahluknya tanpa alasan.

Maaf kalo jadi spoiler. Tapi, untuk menceritakan alasan mengapa saya suka sama film ini, saya harus cerita.

Tokoh utama film puitis ini, adalah Peter Lake (Colin Farrell). Set waktunya adalah Manhattan tahun 1916, saat kuda masih jadi transportasi andalan masyarakat. Peter, adalah anak yatim piatu yang dianggap anak sendiri oleh Pearly Soames a.k.a the Demon. Sebab dia punya natural instinct saat berhadapan dengan mesin. Jadi, bakatnya itu dimanfaatkan dengan baik untuk melakukan pencurian.

Sayangnya, Peter selalu menolak untuk membunuh, dan menyakiti. Maka, dia juga memutuskan untuk keluar dari gank Demons. Saat itulah, Pearly kemudian memburunya. Ketika berada dalam pelarian inilah hal-hal mistis terus bermunculan. Dari Kuda putih yang bisa terbang sampai Berbagai penampakan pertanda yang harus diikuti.

Salah satunya adalah petunjuk dari Kuda Putih bahwa Peter harus bertemu dengan Beverly Penn (Jessica Brown Findlay), gadis berambut merah yang kemudian sangat dicintainya, dan harus diselamatkan dari penyakit paru-paru. Pearly, tau betul mengenai hal itu, maka ia membunuh Beverly. Peter kaget, karena dalam pikirannya, ia memahami bahwa seharusnya Beverly selamat karena dirinya. Seharusnya Peter jadi ‘keajaiban’ untuk Beverly.

Ternyata, Peter salah. Setelah 100 tahun, Tuhan membiarkannya tetap hidup dengan keadaan lupa ingatan, setelah dihajar habis oleh Pearly. Ingatannya pun perlahan kembali saat ia berpapasan dengan anak kecil bernama Aby (Ripley Sobo) di taman. Anak itu memutar kembali memorinya akan Beverly. Ia mulai mencari tentang dirinya dan kehidupannya, dibantu oleh Virginia Gamely (Jennifer Connelly).

Seketika ingatannya kembali, ia menemukan fakta bahwa Abby, berambut merah. Dan Abby menderita kanker stadium akhir. Ia akhirnya menyadari bahwa bukan Beverly lah yang harus diselamatkan. Tapi Abby. Peter adalah keajaiban untuk Abby.
Seperti kebanyakan film romantis, tentu saja akhirnya adalah happy ending. Abby sembuh, Pearly mati, dan Peter menghilang bagai debu jadi bagian dari bintang-bintang bersama dengan Beverly.

That’s it. Not a very good movie, ya?

Tapi quotes romantis dari film ini yang bikin saya ngelamun.

Bahwa setiap nyawa itu berharga. Setiap kita diciptakan untuk suatu tujuan mulia yang selalu membuat iblis, setan and the gank yang berusaha menyesatkan kita setiap hari, desperate.

Kalo di film ini, Akiva Goldsman menggambarkannya dengan Peter yang manusia biasa, tapi dikasih hidup sampe 100 tahun hanya untuk menyelamatkan Abby. Sebab Abby, nantinya mungkin akan menjadi orang yang bisa melakukan tindakan mulia, menginspirasi orang-orang lain agar melakukan hal baik.

Ini, adalah alasan mengapa Pearly si Demon jadi panik. Dia selalu khawatir setiap ada orang yang diberikan keistimewaan, untuk jadi ‘juru selamat’ bagi manusia-manusia yang telah berhasil disesatkan.

Saat ngobrol dengan Lucifer, Pearly sempat bilang “Saya harus membunuh Peter, sebab, dia akan menjadi keajaiban bagi seseorang yang mungkin nantinya akan menjegal langkah kita menyesatkan manusia. Belakangan ini, manusia-manusia semakin gencar menyebarkan pesan kebaikan dan semangat bagi manusia lainnya. Ini amat berbahaya untuk tugas kita..”
Hehe..

Pesannya lumayan dalem, menurut saya. Ya ini religius buat suatu agama. Tapi buat saya, ini cukup membangkitkan semangat. Sebab, saat kita yakin bahwa diri kita berharga. Yakin bahwa kita bisa melakukan sesuatu untuk melawan kejahatan yang sekarang semakin berkuasa. Saat itulah kita bisa menciptakan kekuatan masiv dengan modal percaya.

Saya sendiri, mengidentifikasikannya dengan mellow karena inget mama. hehe..gak sih bukan jadi sedih, tapi jadi sadar. Iya, saya ternyata bukan keajaiban buat mama. karena saya enggak berhasil menyelamatkan mama dari penyakitnya. Ternyata mama adalah keajaiban buat saya.

Ok, mama saya itu penyakitan dari kecil. Dia selalu dalam keadaan sakit, sejak bayi sampe dewasa dan akhirnya melahirkan. Sejak itu, dia mendadak sehat. Dia bisa berkeliling Indonesia bahkan keluar negeri dalam kondisi yang prima. Menurutnya, itu karena dia jadi punya alasan untuk bertahan hidup dan tetap sehat. Kedua anaknya.

Setelah Tuhan merasa bahwa anak-anaknya sudah siap melakukan tugas menyebarkan kebaikan, maka Tuhan mengambil Mama. tugasnya selesai.

Ini berarti saya punya beban berat, untuk melakukan sesuatu. Nyawa saya segitu pentingnya sehingga Tuhan mengirim mama untuk membesarkan saya.

Begitu juga semua orang didunia ini. Setiap nyawa punya kesempatan untuk melakukan hal-hal mulia. Setiap orang punya bagian untuk jadi keajaiban bagi orang lain. Kemudian kita bisa bergerak bersama untuk menindas kekejian. Ya kan?

Jadi inget lirik lagunya Jose Gonzalez-Stay Alive, soundtrack film the secret life of walter Mitty:

There’s a rhythm in rush these days
Where the lights don’t move and the colors don’t fade
Leaves you empty with nothing but dreams
In a world gone shallow
In a world gone lean

Sometimes there’s things a man cannot know
Gears won’t turn and the leaves won’t grow
There’s no place to run and no gasoline
Engine won’t turn
And the train won’t leave

Engines won’t turn and the train won’t leave

I will stay with you tonight
Hold you close ’til the morning light
In the morning watch a new day rise
We’ll do whatever just to stay alive
We’ll do whatever just to stay alive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s