Sharing is Caring

Image

Waktu masih bekerja di Republika, saya punya sahabat yang chubby dan menggemaskan. Hihihihi..namanya Fitria Andayani, dipanggil Pipit. Sekarang, dia sudah dapet promosi dan jadi redaktur halaman ekonomi.

Tapi saya bukan mau cerita soal dia, Geer deh lo pit..LOL

Saya mau nyalin sebuah tulisan yang pernah dia buat di halamannya, 22 Januari 2013 lalu. Judulnya: Seratus orang Terkaya Bisa Atasi Kemiskinan.

Ini isinya:

Ada satu jurus jitu untuk menghentikan penyebaran virus kemiskinan di muka bumi. Namun jurus tersebut hanya dimiliki oleh 100 orang terkaya di dunia. Tahun lalu, orang-orang kaya tersebut menghasilkan pendapatan bersih hingga 240 miliar dolar AS. Jumlah tersebut cukup untuk membuat orang miskin bangkit dari keterpurukan ekonomi mereka.

Penelitian tersebut diungkapkan oleh organisasi hak asasi manusia dan amal internasional, Oxfam, yang berbasis di London. Laporan tersebut dirilis berdekatan dengan penyelenggaraan World Economic Forum yang akan digelar di Davos, minggu depan.

Kelompok ini menyatakan, orang-orang terkaya di dunia itu mengalami peningkatan penghasilan hingga 60 persen dalam 20 tahun terakhit. Krisis keuangan dunia sama sekali tidak memengaruhi jumlah uang yang bisa mereka hasilkan. Kekayaan mereka justru bertambah, sementara jutaan orang di dunia harus bersusah payah mendiamkan perut mereka yang meraung kelaparan.

sharing1

 

(Gambar dari sini)

Direktur kampanye Oxfam, Ben Phillips, menyatakan, biasanya dunia hanya berbicara tentang ‘mereka yang tidak punya apa-apa’ dan ‘mereka yang punya’. Namun kini, pembahasan harus juga melibatkan ‘mereka yang punya segala-galanya’. “Kami kelompok antikemiskinan. Kami fokus pada kemiskinan. Kami bekerja dengan orang-orang paling miskin yang ada di dunia. Kami tidak biasa bicara tentang kekayaan. Tapi, sekarang keadaannya sudah diluar kendali. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin ekstrem,” ujarnya seperti dikutip Al Jazirah.

Dengan demikian, salah satu cara untuk menyelesaikannya hanya dengan melibatkan kelompok ‘satu persen’ tersebut. Mereka yang memiliki kekayaan ekstrem untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem.

Oleh karena itu, mereka berharap para pemimpin dunia berkomitmen mengurangi kesenjangan ekonomi. Setidaknya, porsi kesenjanngan balik ke level moderat seperti yang terjadi pada 1990.

Sharing2

 

(Gambar dari sini)

Direktur eksekutif Oxfam, Jeremy Hobbs, menambahkan, dunia tidak bisa lagi berpura-pura bahwa menciptakan banyak kekayaan bagi beberapa orang akan memberikan manfaat bagi banyak orang.

**

Shht..jangan komen dulu soal untuk siapa Oxfam berdiri, dan atas dasar kepentingan apa Oxfam berjalan.

Terlepas dari itu semua, idenya kembali lagi ke ‘berbagi’. Hal yang kini jarang dilakukan orang-orang, baik yang SANGAT kaya, orang kaya baru, orang kaya, bahkan middle class.

Padahal,  sejak dulu, sudah jelas terbukti bahwa sharing, adalah satu-satunya kunci kestabilan.

Setelah baca artikel itu, saya semakin yakin ingin jadi orang kaya. Hahahaha..etapi bener lah, orang kaya yang berbagi dong. Kalo kita kuat, insya Allah bisa ikut menguatkan yang lemah. Coba kalo kita sendiri lemah? Boro-boro menguatkan orang lain, diri sendiri aja susah.

Padahal udah sekolah tinggi-tinggi, udah bekerja atau memiliki pengalaman bekerja, sayang kan kalo gini-gini aja, dan Cuma bisa membantu sedikit? C’mon, be strong. Menabung, berinvestasi, dan bekerja lebih cerdas dan keras. Saya harus jadi orang kaya, yang mampu memberikan manfaat bagi BANYAK orang dengan kekayaan saya.

Itu jangan sampe lupa. 😀

*PelukPipit*

sharing3

(Gambar dari sini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s