Boleh Bangga, Karena Jadi Ibu Itu Bikin Pinter,..

Gallery

Dua hari dari sekarang, tepatnya  Rabu (7/11) besok, anak laki-laki saya, ulang tahun. Langit Habiby, 1 tahun pas. Hehe…

Time flies. Perasaan baru kemarin berantem sama dokter, gak mau sc. Hahaha..

Gak kerasa, berarti sudah 1 tahun ini saya jadi enyak. Mmm..enyak yang bekerja dirumah, sambil ngelonin anaknya.

Menghabiskan lebih banyak waktu dirumah, bebersih, ngurusin semua kebutuhan Abib dan Poento juga semua peliharaan, plus berusaha agar gak stagnan dengan tetap belajar, berkreasi, menulis, dan bersosialisasi, bukan hal yang mudah. Ya, tentu saja, tantangannya berbeda dengan mamak-mamak yang bekerja di kantor atau lapangan.

Tapi, setiap mamak-mamak tetap aja harus bangun paling pagi, dan tidur paling malam. Ya kan?

Setidaknya, begitulah saya. Sejak tidak lagi liputan, saya memutuskan bahwa rumah dan seisinya adalah tanggung jawab saya. Saya kacung sekaligus boss nya, hehehe…

Sejak pagi, apalagi kalo lagi gak punya asisten kaya sekarang, saya udah pecicilan beresin rumah, masak dan lain sebagainya. Setelah itu, semua waktu saya dedikasikan buat Abib. Nemenin dia main, bacain buku, ajak nonton filem yang bagus, ajak main keluar, makan, mandi dan bercanda. Tapi saatnya dia tidur, saya manfaatkan untuk menyelesaikan kerjaan rumah lain misalnya elap-elap furniture, mandi, bikin kueh atau seringkali saya gunakan untuk belajar, baca buku, nulis, baca Koran, ibadah.

Sampe udah lupa rasanya duduk selonjor depan tipi, sambil nyemil keripik pedes, tanpa gangguan. Hahaha…

One day, saya ketemuan sama temen-temen di citos. Tentunya, mampir ke aksara. Disitu saya nemuin buku If You Give A Mom A Martini-Julie Klappas en Lyss stern ini. Introduction nya: If brushing your teeth provides the only moment of the day when u’re truly alone and at peace, then this book is for you.

Saya langsung bawa tu buku ke kasir. Hahahaha *PembeliImpulsif*

Isinya adalah 100 cara untuk menemukan 10 menit PENUH BERKAH untuk diri sendiri, setiap harinya. Tujuannya: biar enggak gila. Hahaha…

Tapi emang lumayan, saya ketawa-tawa dan mengangguk-angguk bacanya. Yess, Cuma 10MENIT. Itu aja seringkali sulit dimiliki.

Being a mom, is thinking about the twenty-seven other things we should be doing at this red-HOT moment. For our kid, our job, our husband, our house, our pets, our…well, u get the picture.  But, after all, somewhere along the way, we started to feel guilty about taking time for ourselves. Aneh kan? Errrr…

Makanya saya sering banget ngerasa SEBEL, sama orang-orang yang meremehkan ibu rumah tangga. Semua orang selalu menganggap profesi itu adalah remeh temeh, gak perlu otak dan membosankan.

Saya pernah bekerja di media, tempat bekerja paling dinamis dan belajar setiap hari. Tapi saya kerap merasa bosan kok. Yess, karena bosan itu common, dimana aja kita bisa bosan, ya gak?

Gak perlu otak? HEYY!! Sini berantem deh sama saya…hehe..udah pernah baca buku The Mommy brain nya Katherine Ellison ini?

Baca deh, biar tau bahwa jadi ibu itu bikin kita jadi lebih pintar.

Jadi ya, rumor yang beredar sering bilang bahwa memiliki seorang bayi berarti meninggalkan otak anda di pintu kamar bersalin. Taun 1963, di buku The Feminine Mystique, Betty Friedan membandingkan wanita yang mengabdikan diri dirumah dengan ‘mayat berjalan’.

Dia bilang: Wanita seperti itu, telah menjadi tergantung dan pasif seperti anak-anak; mereka telah meninggalkan kerangka kedewasaan mereka untuk hidup pada tingkat kemanusiaan yang lebih rendah yang hanya mementingkan makanan dan benda. Pekerjaan yang mereka lakukan tidak membutuhkan kemampuan orang dewasa, tiada akhirnya, monoton dan tidak berharga.

Di US tahun 1963, disini, sekarang. Hehe..

Padahal, di 1999, dua ahli syaraf dan peneliti, Craig Kinsley dan Kelly Lambert telah membandingkan prestasi tikus yang telah dan belum menjadi ibu pada suatu tes belajar dan mengingat. Hasilnya, para induk tikus ternyata memimpin. Hasilnya dipublikasikan Maggie Fox di Reuters, taun 1999, dengan judul: Motherhood makes women smarter, study suggests.

Jadi ternyata, tugas seorang ibu- pemeliharaan yang berulang-ulang, tuntutan MULTITUGAS, dan emosi yang tanpa akhir- yang dikombinasikan dengan rangsangan hormon yang kuat dan jutaan pengalaman sensorik, secara harfiah, dapat membentuk ulang otak. Membuatnya menjadi organ yang lebih kompleks. Itu intinya.

Hasil penelitiannya adalah:

Setiap Neuron, atau sel otak itu punya batang yang panjaaang dan banyak cabang. Mirip pohon yang daun-daunnya gugur saat musim dingin. Naah, si batang panjangnya disebut akson, fungsinya sejenis jalan raya informasi. Sementara,  cabang-cabangnya disebut dendrit. Dan seperti cabang pohon, dendrit ini bisa numbuhin kuncup-kuncup yang disebut tonjolan dendrit.

Di pusat cabang-cabang itu ada benda yang namanya badan sel; bagian ini mengandung nukleus dan semua bagian lain yang dibutuhkan buat jagain supaya neuron bisa tetap hidup.

Sekarang BAYANGIN, sebuah rimba di dalam otak. Ada 100 MILIAR neuron dan dendritnya yang berliku-liku. Tonjolan2 dendrit itu, hampiiir, tapi enggak menyentuh akson sel otak lainnya. Artinyaa, informasi-pikiran dan perasaan- melewati akson dalam bentuk neurotransmitter kimiawi, yang menumpuk sampe menghasilkan suatu impuls listrik kecil untuk membawa informasi tadi melewati jurang2 kecil utk berhubungan dengan tonjolan2 dendrit sel lainnya. Jurang2 kecil itu namanya SINAPS.

Fffuuuhhh…*tarikNafas* *Hembuskan* hehehe

Setelah menjadi ibu, setiap kali berpikir atau bertindak dengan cara yang baru- misalnya, tiap kali merasa khawatir dengan kesejahteraan anak, atau menyuruhnya melihat ke kanan dan kiri saat menyebrang- sejumlah impuls listrik kecil yang menghubungkan satu tonjolan dendrit dengan yang lainnya itu diperkuat. Ini, adalah inti dari belajar, dan alasan dari perkataan di kalangan ilmuwan bahwa sel otak yang bekerja sama saling berkaitan.

Gitu kata bukunya…

Terus ya, di bukunya Helen Fisher, The First sex: Natural Talents of women and how they are changing the world juga ditulis bahwa, otak wanita yang DIHUBUNGKAN dengan baik akan memfasilitasi kemampuan mereka untuk mengumpulkan, mengintegritasikan dan menganalisis jenis informasi yang lebih beragam. Wanita, kata dia, mengumpulkan lebih banyak data dari lingkungan dan membangun relasi yang lebih rumit antara info2 tersebut. Sebaliknya, pria cenderung mengkotak-kotakan—- membuang data pelengkap dan hanya fokus pada apa yang mereka anggap penting.

(Gak heran kan kalo cowok bisa duduk anteng depan tivi sampe 90 menit plus menit tambahan pertandingan bola, while anak-anaknya lagi bunuh-bunuhan di kamar sebelah? Hahaha..)

Nah, otak wanita yang dihubungkan dengan baik,kalo kata Kinsley dan Lambert, adalah otak seorang ibu.

Yes, kamu ibu? Merasa banggalah, karena kamu lebih pintar dari semua wanita di dunia yang belum jadi ibu. Itu yang Tuhan bayarkan bagi segala kelelahan, tangisan, kebosanan, kerinduan pada kebebasan dan petualangan serta kurang tidur yang seorang ibu alami. Tentu saja selain melihat si anak tumbuh sehat, cerdas dan bahagia.

Gak usahlah mengkotak-kotakkan ibu rumah tangga yang tidak bekerja kantoran, atau ibu bekerja kantoran, atau ibu yang bekerja dirumah. Saya gak ngebahas itu. Buat saya, semua sama. Sama-sama ibu. Sama-sama melahirkan, menyusui, dan mencintai anaknya sepenuh hati…

Saya sendiri enggak tau apa yang akan terjadi dengan masa depan saya. Bisa saja saya memilih untuk bekerja kantoran, atau berbisnis, atau menulis buku atau apalah. Tetap saja, profesi UTAMA saya adalah seorang ibu, ibu rumah tangga, yang punya tanggung jawab PALING besar di dunia. Yang punya pekerjaan tersulit di muka bumi, MEMBENTUK MANUSIA. Gila kan?

Seperti Katherine Ellison yang juga pernah menjadi jurnalis, saya pernah merasakan bekerja dengan tenggat waktu Koran online dan harian,berangkat jam 10 pagi, pulang jam 3 pagi,  tapi semua itu gak ada apa2nya dari seorang bayi yang harus disusui, atau seorang anak yang belajar berjalan.  Sumpah, gak ada apa2nya!

Gak heran kan, kalo menjadi ibu itu bikin perempuan lebih pintar. So, jangan malu, Berbanggalah!

**

Tapi ya, kalo kata Klappas en Stern, we’re all in this together. And every so often, it’s GOOD to do a little something for yourself, because a happier mom is a better mom.

CLAIM YOUR TIME.

And if anyone in ur family balks, explain patiently that out of da 1.440 minutes each day, 10 MINUTES for mom seems more than fair.

Enjoy! 😀

3 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s