Cerita Paus dan Skenario Tuhan

Gallery

Warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berbondong-bondong menyaksikan paus berbobot sekitar 2,5 ton yang terdampar di perairan Pantai Pakisjaya, Karawan. Sejak Jumat pagi hingga siang, warga lokal Karawang secara bergerombolan datang ke lokasi Pantai Pakisjaya menggunakan berbagai jenis kendaraan.

Paus yang diperkirakan jenis sperm whale (Physeter macrochepalus) itu terdampar sejarak sekitar 500 meter dari bibir pantai. Hanya punggung dan sebagian kepala atau sirip mendatar ekornya saja yang mudah terlihat. Paus berwarna hitam itu ditemukan nelayan setempat yang sedang mencari ikan pada Rabu (25/7). Badan paus itu panjangnya mencapai sekitar 12-13 meter.

Koordinator Satwa Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Iben, mengatakan, paus yang kini masih bertahan hidup setelah terdampar sedang diusahakan kembali ke laut. Lokasi terdampar paus itu di perairan dangkal 1-2 meter sehingga sulit membuat paus itu bergerak.

Lima hingga enam kapal untuk menarik paus itu, tetapi tidak berhasil. Oleh karena itu, dia berharap ada tambahan kapal besar untuk melakukan evakuasi paus tersebut. Informasi yang berhasil dihimpun, sejak Jumat pagi tim sempat meminta bantuan 10 kapal kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Karawang. Akan tetapi, yang keluar hanya empat kapal dalam proses evakuasi paus.

Dalam melakukan evakuasi, tim gabungan ada yang menyelam dan turun ke laut untuk berusaha menggerakkan paus itu. Selanjutnya, paus diikat dengan jaring menuju ke tengah laut dengan sejumlah kapal. (ANTARA-Jumat, 27 Juli 2012)

**

 

(gambarnya ngambil disini)

Waktu pertama membaca berita soal si paus betina ini, saya langsung keingetan filem Big Miracle. Udah nonton? NIH..

Film yang dibintangi drew barrymore itu sebenernya ceritanya standar, dan khas film keluarga lainnya yang selalu happy ending. Tapi kalo bersinggungan soal hewan, saya seringkali sensitif dan terharu. Hihi..

Aaanywaay, ceritanya hampir mirip dengan kejadian paus sperma yang terdampar di Karawang itu. Cuma bedanya, ini sekeluarga paus dan mereka terperangkap di Alaska yang lautannya mulai tertutup es. Karena berita dari seorang wartawan, yang kemudian ditanggapi serius oleh greenpeace, maka terperangkapnya si paus ini menjadi isu nasional. Bahkan internasional.

Ujungnya, mereka berhasil menyelamatkan dua ekor paus, meskipun harus merelakan bayi pausnya meninggal. Ini kisah nyata loh.

Tapi, usai nonton film ini, si nyinyir Poento bilang: “Capek-capek diselamatin, nanti di Jepang ketangkep juga trus dijual deh di supermarket.” Hahaha…ya iya sih bener juga. Bisa jadi, nasibnya jadi kaya si bayi paus sperma Karawang itu. Mungkin bisa baca kronologisnya disini.

Yak, minggu pagi, beberapa nelayan menemukan si bayi paus itu tak bernyawa di perairan kampung Beting Muara Gembong, Bekasi. Pantai legendaris tempat ditemukannya banyak mayat korban mutilasi. Inalillahi wa inaillaihi raajiuun, so sad.

Yeah well, banyak asumsi dari para ahli yang menyatakan bahwa hal ini pertanda bahwa laut sudah tak lagi ramah bagi mahluk-mahluk di dalamnya. Seperti yang sudah kita ketahui bersama. Demikian.

Tapi, poin tulisan saya ini bukan soal paus nya. Tapi soal ini.

Yak, rezeki.

**

“Puluhan nelayan yang biasa mencari ikan di pantai yang terletak di ujung Karawang ini mendapat rezeki tambahan dari banyaknya masyarakat sekitar yang ingin menyaksikan mamalia laut tersebut dari dekat.”

Disaat uang sedang susah-susahnya dicari, padahal sedang bulan Ramadhan. Entah siapa dari nelayan itu, atau mungkin anaknya, atau mungkin anggota keluarganya, yang memanjatkan doa meminta rezeki. Tuhan datangkan mbak paus itu.

Kita, siapapun, rasanya enggak akan tau kenapa Tuhan turunkan satu kejadian baik besar maupun kecil. Tapi semua pasti ada tujuannya, toh?

Saya menitikkan airmata sembari mengikuti berita soal paus ini, saya ngebayangin perasaannya tersesat dan jauh dari kedua orangtuanya. Terluntang-lantung di pantai sampai empat hari, kelaparan dan lelah. Ditonton orang banyak dengan kapal sewaan dari nelayan, yang cenderung membuatnya tambah stress. Kemudian dibantu oleh orang-orang baik, dan berakhir mati di pantai lain.

Tapi, ternyata di balik kesedihan yang muncul karena empati pada si paus. Ternyata ada orang-orang yang berbahagia, dan mungkin bisa bernafas lega untuk sementara. Mungkin, ada anak-anak yag akhirnya mendapatkan sepatu atau baju baru. Mungkin ada istri yang akhirnya bisa membayarkan utang beras ke warung. Dan mungkin ada simpanan uang untuk modal kerja seorang ayah. Who knows?!

Mereka salah? Saya rasa enggak juga. Ya karena kita kan gak akan pernah tau, apa tujuan Tuhan damparkan paus itu di Karawang.

Sama kaya di film big miracle. Siapa dari kita yang tau nasib sepasang paus yang akhirnya bebas itu? apakah mereka akhirnya happily ever after, dan berhasil membuat keluarga lagi dan mencegah paus dari kepunahan? Atau berakhir di supermarket Jepang?

Tapi, look what they’ve done. Ada laki2 dan perempuan yang bertemu di TKP paus kemudian menikah. Ada reporter yang mendapatkan promosi karena pekerjaannya meliput terus isu paus. Ada masyarakat Alaska yang bisa meningkatkan pendapatan daerahnya. Ada pelaku bisnis kecil, yang akhirnya sukses karena membuat alat yang bisa memperlambat perubahan air menjadi es, dan berperan serta membantu paus. Ada pelaku bisnis minyak yang kemudian jadi sadar akan isu lingkungan.

Ada begitu banyak kejadian setelah paus-paus tersebut berhasil diselamatkan.

God works in mysterious ways.

Selalu ada jalan rezeki, jalan jodoh dan berbagai hikmah serta kemudahan dari Tuhan, selama kita percaya, i guess?

Kalo kata Alanis Morisette, “Well life has a funny way of sneaking up on you, When you think everything’s okay and everything’s going right.

And life has a funny way of helping you out when You think everything’s gone wrong and everything blows up In your face…”

So, sebaiknya saya harus terus berprasangka baik sama Tuhan, dan gak berhenti berusaha, juga berdoa. SEMANGAAAAT!!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s