Sayang Anak, Pasti Sayang Bumi

Gallery

Sayang anak..sayang anak..kata pedagang maenan keliling sore itu.

Jadi kepikiran. Sayang anak itu apa? Sayang sama anak kita, terbukti dengan apa aja sih? Ngasih sumber nutrisi yang baik, menjaga keamanan dan kebersihannya, memerhatikan kesehatannya, nemenin, selalu ada, dll dll. Gak habis2.

Ya wajar, karena sayang sama anak, rasanya gak akan ada habisnya. Nah, waktu itu, saya nonton serial How I Met Your Mother season 7, episode ‘field trip’. Hehe..lengkapnya boleh lirik disini.

Ceritanya, Marshall udah dapet kerjaan baru nih di kantor pengacara pro lingkungan yang terkenal-Garrison Cootes.  Konsisten ya, sama cita2nya dari dulu, hehe. Tiba2 di episode ini, boss nya mendadak mengambil kebijakan soft, untuk tidak menindak perilaku perusahaan yang mencemari lingkungan. Karena bayaran cocok, cencunya. Opening nya aja, 24 ribu dollar.

Akhirnya Marshall kecewa berat sama kantornya ini. Setelah dapet uang itu, kantornya bahkan party2 merayakan uang banyak. Boss nya juga ngejelesin ke Marshall bahwa, kita semua, di dunia ini, nowadays, udah sekarat. Kita tinggal tunggu mati aja, dengan pencemaran lingkungan yang terlalu masiv. Jadi, kata si Boss, ngapain juga kita masih harus peduli. Kita siap2 mati aja dengan uang yang banyak. Haha..

Selang sehari, Marshall menepis kegalauan dan kekeuh sumekeuh untuk ngebalikin uang gede itu, untuk kemudian ‘menghabisi’ perusahaan yang kerjanya mencemari lingkungan itu. tau gak apa yang memicu sikap tegas Marshall? Bayi dalam kandungan bininya. Dia bekerja, harus berusaha untuk bikin perbaikan di dunia, buat anaknya kelak.

Dalem gak? Hahaha..cheesy sih serial nya, tapi topiknya cakep ya?

Semua orang pasti juga pernah denger lirik lagunya Michael Jackson-Heal The World. Inget? Here it is:

There’s A Place In Your Heart, And I Know That It Is Love
And This Place Could Be Much Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try, You’ll Find There’s No Need To Cry
In This Place You’ll Feel, There’s No Hurt Or Sorrow

There Are Ways To Get There, If You Care Enough
For The Living, Make A Little Space
Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place, For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying, If You Care Enough
For The Living

Make A Better Place, For You And For Me

If You Want To Know Why, There’s A Love That Cannot Lie
Love Is Strong, It Only Cares For Joyful Giving
If We Try We Shall See In This Bliss We Cannot Feel Fear Or Dread
We Stop Existing And Start Living

Then It Feels That Always Love’s Enough For Us Growing
So Make A Better World
To Make A Better World…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

And The Dream We Were Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul Though It’s Plain To See
This World Is Heavenly
Be God’s Glow

We Could Fly So High Let Our Spirits Never Die
In My Heart I Feel You Are All My Brothers
Create A World With No Fear Together We’ll Cry Happy Tears
See The Nations Turn Their Swords Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough For The Living
Make A Little Space, To Make A Better Place…

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me

Heal the world we living, save it for our children
Heal the world we living, save it for our children
Heal the world we living, save it for our children
Heal the world we living, save it for our children

Well, sebenernya lagu ini dibikin MJ buat anak-anak korban perang, dan konflik-konflik ekonomi-politik antar negara. Yang, menyisakan terlalu banyak luka.

Tapi entah kenapa, abis nonton si Marshall tadi, saya langsung kepikiran lagu ini. “Heal the world we living, safe it for our children”. Bumi ini, rasanya, masih butuh disembuhkan. Dari kerusakan, yang kita buat sendiri. Kita, iyak, kita. Bukan saya sendiri, atau anda sendiri. Kita rame-rame, sudah melakukan pengrusakan masiv pada bumi.

Kalo kata walter di Fringe, di dunia ini, gak ada salah atau benar. Yang ada: balance dan imbalance. Saat ada yang sudah gak seimbang, pada akhirnya, akan menimbulkan kerusakan. Iya, mungkin hal itu terjadinya masih puluhan tahun lagi, saat kita udah mati. Trus siapa yang akan ngalamin kerusakan, karena perbuatan kita? True. Anak-anak kita.

Sedih gak ngebayanginnya?

Saya seneng banget ajak abib nonton filem2 national geographic, atau dokumenter nya BBC soal lingkungan, hewan dll. Sambil nonton, sambil sedih. “Kira-kira nanti Tuhan masih membiarkan Abib melihat hewan-hewan dan flora macam di filem ini, secara nyata gak ya? Atau nanti, saat dewasa, semua itu udah gak ada?”

Jadi, sejak punya anak, rasanya saya semakin khawatir. Pertanyaan besar di kepala saya adalah: “Apa yang udah saya lakukan buat menyelamatkan kehidupan?” sumpah saya masih pengen liat anak saya main bola di rerumputan, menikmati udara dingin di lembang/puncak sambil makan jagung dan duduk2 di kebunteh, kasih makan burung-burung di taman dll yang dulu waktu kecil saya pernah lakukan.

Nampaknya hal kecil, memang. Tapi pernah gak, dahulu, terpikir di kepala, kalo hewan yang jumlahnya banyak macam orang utan, akan punah? Kenyataannya begitu. Orang utan, sadly, hampir punah. Jadi bukannya enggak mungkin, ‘hal kecil’ macam lapangan rumput asli, burung2 di taman kota, udara dingin dan kebun teh itu, suatu hari nanti akan musnah juga. Kalo saya, gak buru2 sadar.

(this orangutan’s Photo taken from radarsampit.net)

Saya sayang anak saya, karena itu saya memisahkan sampah. Saya sayang anak saya, karena itu saya membatasi penggunaan kendaraan bermotor. Saya sayang anak saya, karena itu saya gak tiap weekend ajak dia main ke mol. Saya sayang anak saya, karena itu saya menghemat penggunaan air. Saya sayang anak saya, karena itu saya mengurangi sampah yang sulit terurai. Saya sayang anak saya, karena itu saya menghemat penggunaan listrik.

Coba deh.

Saya yakin, akan ada ratusan bahkan jutaan hal baik yang rela kita lakukan untuk menyembuhkan bumi, kalo kita tambah dengan embel-embel “Saya sayang anak saya”..

Sayang kan, sama anak? 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s