Mnemonic buat Abib

Gallery

Suka ngikutin serial FRINGE?

Well, saya bukan penggemar serial, karena suka males aja ngikutinnya. Gak sabar.

Haha..tapi FRINGE ini, waw! Cakep banget. Rasanya kaya nonton the X files dalam versi yang, mnurut saya, lebih masuk akal. Kontinuitas cerita dari satu episode ke episode lainnya juga berlangsung, while ide ceritanya ga pernah basi. Jadi nontonnya bikin deg2an. Soal fringe, bisa liat disini dan disini.

Karena saya bukan mau cerita soal fringe-nya, melainkan cara menghapal yang diterapkan oleh dr Walter Bishop di felem ini. Jadi, di beberapa episode, diceritakan bahwa Walter biasa menyanyikan lagu2 aneh yang dia karang sendiri. Misalnya elephant song, yang terdengar seperti lagu anak2 dan sering banget dinyanyiin sama Walter. Ternyata setelah dijabarkan, lagu itu adalah mnemonic. Cara Walter menghapal kode, rumus dan tempat. Lagu itu dan berbagai lagu2 mnemonic lainnya yang dia hapal, membantu ingatannya saat harus meneliti dan menemukan pengobatan.

Mnemonic? Jadi inget keanu reeves di Johnny Mnemonic ya? Hehe.. Jadi ternyata, mnemonic itu adalah cara seseorang untuk membantu menghafal. Bisa berupa singkatan, pengadaian dengan benda, mengingat sesuatu berdasakan hubungannya dengan hal lain, lagu dll. Asal katanya dari Mnemonikos, bahasa Yunani, yang artinya mengingat. Bisa juga dikaitkan dengan cerita Mnemosyne, yang dipercaya sebagai dewa memori. Mejikuhibiniu, inget pasti kan? Warna2 pelangi. Itu salah satu bentuk Mnemonic.

Jadi, kalo menurut Wikipedia dan teman2nya, Mnemonic itu adalah teknik untuk mengingat informasi yang sulit. Untuk menghapal dengan cara mnemonic, ternyata ada banyak cara. Bisa dengan imajinasi, asosiasi dan lokasi. Misalnya, akronim, singkatan. Macam si mejikuhibiniu itu. atau mervebumaryusaurneplu—apalan nama planet bimasakti jaman SD, heheehe.. Ada lagi cara lain, akrostik. Mirip sama akronim, tapi kalo ini bikin kalimat baru. Misalnya untuk menghapal istilah2 yang sulit dengan bahasa asing, kita ubah menjadi bahasa Indonesia. Macam menghapal nama bunga lantana camara menjadi lentera kamar. Nah!

Selain itu ada juga yang namanya metode loci. Yang ini biasanya dipakai jika kita haus mengingat banyak hal dalam satu waktu. Misalnya buat menghapal unsur kimia, yang sampe detik ini saya belom pernah sekalipun hapal hahaha, bisa menggunakan barang2 yang ada di kamar. Laci sebagai oksigen, pintu sebagai hidrogen dll. Teknik mnemonic ini banyak ragamnya, lebih lengkap bisa baca di wikipedia, atau disini kalo mau baca yang bahasa Indonesia.

Karena, menurut saya, cara yang nampaknya paling menyenangkan: membuat lagu dan membuat cerita. Hehehe.. misalnya belajar alfabet dengan lagu, belajar huruf hijaiyah juga dengan lagu. Dulu juga diajarin ngapalin nama-nama nabi pake lagu. Ya kan? Kalo cerita, istilahnya Link System. Jadi kalo mau menghapal daftar belanja, bisa jadi cerita. Misalnya, harus beli cabe, bawang, daun jeruk dan tomat. Diubah menjadi: Pak cabe mengetuk rumah pak bawang meminta daun jeruk untuk dibawa oleh bu tomat. Hahahaha… Dua cara itu, menurut saya paling menyenangkan, karena saya hampir gak pernah lupa sama lagu dan cerita.

Coba deh, kalo ditanya rumus abc, masih inget gak? Hahaha..lupa kan? Coba kalo, ehm, lagunya backstreet boys? Ya seenggaknya reff nya pasti masih inget deh…ya kaaaaan. Begitu juga dengan cerita, dulu waktu kecil, tiap dimandiin mama, diceritain soal si pipo yang dibawa terbang sama busa sabun. Atau diceritain eyang soal si perkak yang nakal. Itu nempel terus di kepala sampe sekarang. Coba kalo semua lagu yang dinyanyiin dan semua cerita yang dipaparkan, sebenarnya berisi hapalan? WAW. Efektif kan?

Jadi nyesel, kenapa dulu males banget belajar. Hahaha..padahal saya termasuk orang yang seneng bikin lagu dan cerita. Dan gampang ngapalin lagu juga cerita yang seru. Coba aja kalo dulu saya bikin tu rumus2 matematika jadi lagu, atau hapalan biologi jadi cerita, mungkin saya bisa ranking 1? Ahaha..tapi menyesal gak ada gunanya. Sekarang saya harus move on, dan yeaaay, kabar baiknya adalah saya punya bahan eksperimen. ABIB!

Sekarang ini, saya jadi sering berdendang-dendang. Tiap kepikiran irama dan liriknya, saya catat. Jadi misalnya, saya menyanyikan lagu berhitung. ehem.. “Abib pergi ke warung membeli telur setengah kilo, ibu warung berkata, harganya lima ribu. Abib membayar dengan uang dua puluh ribu, berapa yang dikembalikan? *dengan suara melengking yang selalu sukses bikin ketawa* duapuluuuuh dikurang limaaaaa, sisanyaaaa 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15!!! Limaaabelaaaasss ribuuuu, abib pulang kerumah, dengan hati senang lalalalala”

Atau, sambil memasak, abib duduk di stroller saya kemudian bercerita soal bawang, cabe dan bumbu2 lainnya yang berenang bersama bayam di dalam air. Abib seneng loh. Iyeee, anak saya baru empat bulan, belom ngerti. Biarin lah, saya dibilang ambisius. Saya Cuma gak mau buang2 waktu. Mumpung sinapsis nya masih terbentuk, lebih baik saya jejali dengan hal yang berguna toh?

Sejak menyadari mnemonic ini, saya juga jadi gak berani kasih dengar lagu2 yang agak tricky macam bintang kecil. “Bintang kecil, di langit yang biru. Amat indah, menghias angkasa. Aku ingin terbang dan menari, jauh tinggi ketempat kau berada” tricky kan lagunya? Hehe..dari lagu itu, akan timbul BANYAK pertanyaan yang akan sulit saya jelaskan dengan masuk akal.

So, ketimbang menyanyikan lagu-lagu tricky atau bahkan lagu2 dewasa yang bahkan anak kecil pun gak ngerti maknanya, tapi trus nempel di kepala sampe tua. Mendingan nyanyiin lagu yang bermanfaat atau malahan saya bikin lagu sendiri, lirik sendiri, bikin cerita yang seru, yang bermanfaat, gak tricky, masuk akal dan mudah dimengerti. mumpung loh, mumpung masih punya banyak waktu. Ya kan? hehehe..

Shall we?

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s