Selamat hari Ibu, Indonesia…

Gallery

 

Hamil dan melahirkan, adalah dua kegiatan yang Cuma bisa dilakukan oleh perempuan. Begitu suratannya. Karena itu, kita menyebutnya, Ibu. (atau mamah, atau enyak, atau bunda, whatever..:D)

Seharusnya, baik hamil dan melahirkan, bisa menghasilkan kebahagiaan. Iya dong, ya kan? Tapi kenyataannya enggak selalu. Liat aja, fakta berbicara bahwa angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi banget. Data BKKBN bilang, AKI sampe 2010 masih 228/100.000 kelahiran. (Itu yang terdata, ya…ehem *batuk2pelan*) padahal target Millenium Development Goal udah menetapkan maksimal 103/100.000 kelahiran.

Itu angka. Penyebabnya? Tinggi rendahnya AKI disuatu negara bisa dilihat dari kemampuan untuk memberikan pelayanan obstetric yang bermutu dan menyeluruh. Well, itu baru bicara AKI yah, belum Angka Kematian Bayi (AKB) nya yang gak kalah banyak. Jaman kuliah, taun 2006, saya bikin skripsi soal pelayanan Rumah Bersalin Cuma-Cuma nya Dompet Dhuafa yang bagus banget. Program itu langsung turun ke lapangan dan melakukan sesuatu buat kaum dhuafa, instead of “bikin tim” “Melakukan evaluasi dan pengawasan” “Membuat gerakan sayang ibu” yang standar-standar itu. *ehem

Karena skripsi itu saya jadi tau bahwa banyak banget warga Bandung yang miskin, tapi beranak melulu kaya tikus. Rumah Cuma sepetak, yang tinggal ada 3 keluarga, masing2 punya anak lebih dari 4. Tidurnya tumpuk2an kayak buku di rak. Kenyataannya, biaya melahirkan itu MAHAL. (Sumpah!) dan disini, as we know, ada kebijakan Rumah Sakit menahan si bayi sampe pembayaran lunas. Kalo dapet uang, pasangan ini bisa membawa pulang bayinya. Kalo enggak, ya harus rela diadopsi.

Karena hal ini, kebanyakan dari mereka melahirkan di paraji (dukun beranak) dan gak sedikit yang meninggal karena komplikasi. Nah, selama kehamilan, gak ada pemeriksaan rutin, trus melahirkan tanpa tau teknik2 yang bener sesuai prosedur. Padahal selama kehamilan juga enggak pernah mengkonsumsi makanan yang proper, istirahat cukup, atau minum vitamin. Hasilnya? Perdarahan, pre eklampsia, atau berbagai komplikasi lainnya. Kemudian, meninggal.

Hal kaya gini, ternyata kejadian di seluruh Indonesia, terutama di daerah yang miskin. Miskin finansial yang otomatis bikin miskin informasi. Sektor ini yang membuat seorang Ibu Robin iba, dan pindah ke Indonesia. Tau kann ibu Robin? Saya tau dia pertama kali saat mulai follow@bumisehat di twitter. Karena penasaran sama gentle birth. Iya, dia orang Amrik, dan pindah ke Ubud, buat bantuin orang-orang Indonesia melahirkan. Kemarin, dia baruuuu aja menang CNN Hero of the Year 2011.

Saya liat videonya disini http://edition.cnn.com/2011/12/11/living/cnn-heroes/index.html

Di Los Angeles, pas dia ngasih pidato kemenangannya, dia bilang “Hari ini di bumi kita, 981 ibu yang sedang berjuang melahirkan akan meninggal dunia, dan besok seperti itu lagi, begitu pula kemarin.” Dia bilang itu sambil nangis. Saya juga sedih nontonnya. Gak Cuma sedih karena ada begitu banyak ibu yang harus mati karena melahirkan, tapi karena, “KENAPA harus bule yang turun tangan untuk membantu kelahiran di negara gue??” …..

Saya, bukan tenaga medis. Meskipun saya cukup expert dalam membantu persalinan kucing-kucing saya dan beberapa kucing orang, tapi ITU KUCING. Heheu,,, saya sendiri pernah ngerasain sakitnya mules melahirkan, sampe sakitnya rahim dipaksa mengecil karena operasi caesar. Karena itu, saya gak yakin saya bisa berbuat banyak layaknya Ibu Robin. Tapi saya,sebagai orang Indonesia, jelas malu banget. Ya bayangin aja, seorang ‘bule’ bikin yayasan yang nyediain perawatan pascapersalinan, layanan persalinan dan bantuan medis GRATIS di Bali dan di Aceh. Malah, kalo digabungin, dua klinik itu udah memfasilitasi lebih dari 5.000 kelahiran bayi.

Ibu Robin sebenernya gak pernah punya cita2 jadi bidan. Tapi, dia pernah kehilangan sahabatnya yang seorang bidan, dan adiknya yang meninggal karena komplikasi kehamilan. “Saya putuskan untuk tidak berlama-lama marah. Saya memutuskan untuk menjadi bagian dari solusi. Jika saya mampu setidaknya mencegah kematian seorang ibu dan anak, saya akan melakukannya. Saya akan mendedikasikan hidup saya untuk itu.”

Dan dia menjadi bagian dari solusi, permasalahan pelik kematian ibu dan bayi, di NEGARA SAYA. Padahal, dia BUKAN warga negara saya. Dan saya, KEMANA??? Saya kan juga ibu-ibu, saya tau rasanya melahirkan, dan saya tau rasanya mencintai seorang anak. Kenapa saya gak pernah berbuat sesuatu? Humpppff…*mewek

Ngebahas soal ini, sedikit mau saya bahas, bahwa si Ibu Robin ini bukan ‘bule’ pertama yang menjadi bagian dari solusi berbagai permasalahan di Indonesia. Diantaranya, bisa liat disini. Link http://www.kickandy.com/theshow/1/1/2213/read/KU-TAMBATKAN-HATI-DI-INDONESIA.html

Dulu, jaman masih les EF, teacher saya, yang warga Australia pernah bilang: “Negara lo ini surga, kita, bule-bule, sangat cinta sama Indonesia. Kita bisa dapetin semua disini. Tapi elo, dan orang2 Indonesia lainnya gak ngerasain yang kita rasain. Just face the truth then, suatu hari nanti, semua kekayaan lo ini bakalan jadi punya kita.”

Iya juga ya? Makanya waktu orang2 heboh di twitter saat Ibu Robin jadi pemenang, dan merasa bangga, saya malah merasa malu. Rasanya, saya lebih bangga waktu 2009, Budi Soehardi terpilih sebagai salah satu dari 10 penerima award di ajang yang sama. Setidaknya dia orang Indonesia, meskipun, well, dia juga tinggalnya di Singapore. Soal Budi, bisa baca postingan Yoris ini, bagus banget.

Linknya: http://yorissebastian.com/budi-soehardi-cnn-heroes-2009/comment-page-1/#comment-9198

Tapi, ya, setidaknya, rasa terima kasih, hatur nuhun sebesar-besarnya tetap harus saya sampaikan kepada Ibu Robin. Salut buat anda, bu. Anda sudah mau dan peduli untuk menjadi bagian dari solusi untuk permasalahan kematian emak-emak di negara saya.

Kalo kata Ibu Robin,”Kami percaya bahwa proses persalinan yang sehat dan penuh dengan perhatian adalah landasan dari sebuah kehidupan yang indah. Perdamaian di dunia dapat di mulai hari ini, melalui satu-persatu bayi yang lahir ke dunia. Tiap nafas pertama bayi di bumi ini adalah perdamaian dan cinta.Tiap ibu seharusnya sehat dan kuat.Tiap kelahiran seharusnya aman dan menyenangkan.Tapi,dunia kita belum sampai ke sana..”

Suatu hari nanti, saya pasti bisa jadi bagian dari solusi, bagi negeri saya sendiri. Pasti.

Selamat hari ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s