Bedanya Hachiko dan Saya

Gallery

Hachiko, anjing itu menunggu tuannya yang sudah mati di stasiun. Menunggu dengan setia, seperti layaknya seekor anjing.

Semua musim dia lewati, terus menunggu.

Sampai akhirnya, kematian pun harus menjemput anjing super setia itu.

Saya, juga pernah merasakan kebingungan yang sama dengan yang Hachiko rasakan. Kebingungan karena ditinggal mati. Meskipun ‘Cuma’ ditinggal mati hewan peliharaan.

Situasi yang terbalik dengan Hachiko.

Tahun lalu, 26 April 2010, kucing kesayangan saya, sahabat saya, kecintaan saya, harus mati. Diambil paksa oleh Boss besar. Rasanya kehilangan dia, seperti si Boss menarik-narik jantung saya, tapi meletakannya lagi, tarik lagi, kembalikan lagi, begitu terus, setahun ini.

Akhirnya, saya juga melakukan hal yang sama dengan yang Hachiko lakukan. Entah sampai berapa bulan, saya duduk memandangi tempat kesukaan babang, dan masih berharap lihat dia duduk lagi disitu. Jilat2, kemudian bergelung manja sambil mengeluarkan purr khasnya.

Saya menunggu.

Melihat semua pojokan tempat babang biasa sembunyi, melirik semua gerakan yang terjadi.

Iya, saya menunggu.

Gak tau menunggu apa….

Saya Cuma gak terima, gak terima kalo babang, sahabat saya itu, harus pergi dan gak balik2 lagi.

(msk RS sblm meninggal)

Saya sadar betul kok tentang hal itu, tentang rasa, tentang asa, tentang pertentangan logika yang mendadak mati dan terkalahkan. Karena ego. Karena saya gak mau menerima kenyataan.

Sekarang sudah hampir setahun,

Masih ada titik airmata setiap ingat dia. Masih ada pedih, setiap lihat fotonya, makanan kesukaannya, bantal favoritnya, bercak2 darah di dinding yang dia tinggalkan.

Tapi saya akhirnya sadar, saya ini bukan anjing.

Si boss, Tuhan, kasih saya kapasitas jauh lebih besar daripada seekor anjing. Sebab, Hachiko, si anjing, memang diorder Tuhannya untuk jadi mahluk yang setia dan sabar, untuk jadi mahluk yang nerima, dan Cuma bisa menunggu.

Saya? Saya manusia. Tuhan ciptakan saya untuk bisa berpikir, untuk mengambil pelajaran dari semua hal yang terjadi. Saya dibuat, untuk jadi mahluk yang kuat dan bisa jalan maju kedepan, bukan diam di tempat seperti seekor anjing. Itu poin lebih saya, sebagai manusia.

Jadi, ya udahlah. Babang, sudah tenang dan aman di pangkuanNya. Pasti jauh lebih tenang, daripada duduk dipangkuan saya. Hehehe..

Eniwei, saya pernah membayangkan, Si Boss berdialog dengan Babang di haribaan:

Mei 2010: babang: Tuhan, gimana si yasmin? Tuhan: MESSED UP!!! (babang berbalik dengan muka sedih)

Juli 2010: Babang: Tuhan, gimana yasmin? Tuhan: lagi ulang tahun, ketawa2, tapi sesudah itu masih nangis inget jij! (babang terdiam)

Oktober 2010: Babang: Tuhan, gimana Yasmin? Tuhan: dia beberes rumah, masukin barang2 kamu ke box dan mengubah letak isi rumah, tapi masih sembil nangis. (Babang menghelan nafas)

Januari 2011: Babang: Sudah masuk tahun baru, Tuhan, gimana Yasmin? Tuhan: Saya bikin redakturnya taro dia di istana, biar sibuk, jd ga terlalu mikirin kamu. Babang: Sukses? Tuhan: Lumayan, meskipun kadang2 dia masih nangis. (Babang termenung)

Maret 2011:Babang: Tuhan, sekarang gimana si Yasmin? Tuhan: Saya kasih dia calon anak di perutnya, saya kasih mudah dia dan poe biar bisa punya rumah..Babang: Jadi dia udah move on, Tuhan? Tuhan: Iya, dia udah jauuuuh lebih baik. (Babang tersenyum dan beringsut)

Tuhan: Eh eh tunggu, mau kemana kamu? Babang: kenapa Tuhan? Tuhan: Dia, semalam bilang sama saya: “Tuhan, saya kepengen sekali ada babang disini, lihat saya punya rumah sendiri, lihat saya melahirkan, jadi temennya anak saya. Tapi, Tuhan, saya tau, saya yakin, dia udah disana baik2 saja. Gapapa Tuhan, saya tau, semua yang terjadi ini pasti yang terbaik buat Babang dan buat saya. Saya gak bakalan lagi nyalahin diri sendiri. Saya juga ga bakal nyalahin Tuhan. Titip salam ya buat Babang, saya kangen peluk dia,,,,”

Babang: Jadi dia gak lupa sama saya ya Tuhan?

Tuhan: (tersenyum)

One response »

  1. Alhamdulillah… congrats ya Mineeee… Gue di akhir baca jadi cuma kebayang ini doang:

    bla bla bla bla bla bla bla bla…
    …Saya kasih dia calon anak di perutnya, saya kasih mudah dia dan Poe biar bisa punya rumah…
    bla bla bla bla bla bla bla bla…

    udah hahaha.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s