sebelas jam tanpamu

Gallery

(From FB’s note, March 22th 2010)

Dering alarm pagi membangunkan kita,

Dengan sebuah ciuman aku terbangun.

Merenggang, mengulet, menggelesor dan menatapmu yang masih setengah sadar lalu menepuk lembut pipiku..

Letih meranggasi wajahmu, aroma keringat asemmu yang masih menetes merebak di hidungku, tapi sungguh, tak buatku jera.

Karena aku tak lantas menyingkir, dan malah menyelinap pelan, bersembunyi di balik ketiakmu dan mendekapmu erat. Seakan tak ingin terlepas.

Sebab, sebelas jam kita akan terpisah, kau duduk disana mengurusi ‘negara’, dan aku disini menghujam hampir setiap kebijakan di negara, lalu lepas magrib, rumah mungil kita ramai kembali. Ada suaramu, suaraku dan lari2 kecil si jelita dan tampan berbulu lebat yang tercinta.

Suaranya bertambah ceklikan kompor, ulekan sambal, irisan sayur, gorengan lauk kemudian ceplakan mulut khas nikmatnya makanmu. Setelah itu, suara tivi, tak lama, senyap dan berganti ngorokmu.

Tak banyak waktu kita seharian. Itu sebabnya, ingin kudekap kamu lebih lama tiap dering alarm kita berbunyi di pagi hari. Agar bisa kubiarkan desau nafasmu dan penuh jiwamu merasukiku, buat jadi semangat yang kupakai untuk menjalani seharian penuh, berjalan menapaki pelajaran kehidupanku.

Dan jadi tirai untuk menjagaku agar lantas selalu ingat bahwa aku akan terus kembali pulang padamu. Bahwa aku sudah menemukan sarangku dan sudah tak kan pernah terbang terlampau jauh lagi, seperti dulu…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s