Rujak Pak Wahid, Nomor Wahid

Rujak.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisinya adalah:

Makanan yg dibuat dr buah-buahan kadangkadang disertai sayuran yg diiris (ditumbuk dsb), kemudiandiberi bumbu yg terdiri atas asamgulacabai.

Saya sukaaaa banget makan rujak. Dan dulu, waktu masih tinggal di Pasar Minggu, rujak langganan kami adalah rujak ‘Goyang Lidah’ yang mangkalnya di depan Masjid Palapa. Enak bumbunya dan banyak ragam buahnya. Memang harganya agak mahal.

Nah, sejak menikah dan pertama-tama ngontrak rumah di Jalan Pedati, Otista, Jakarta Timur, tiap mau makan rujak agak  syulit. Soalnya, susah aja nemuin tukang rujak yang komposisi bumbunya pas. Keasinan lah, kemanisan, hambar, terlalu lengket, kebanyakan kacang, et cetera.

Sampe suatu hari, saya lagi beli kerupuk di warung deket jembatan,di jalan utama pedati, keliatanlah bapak tua sedang mengulek bumbu rujak. Dia mangkal di depan Fatahillah Medical Center, klinik kesehatan, yang jarang beroperasi. Gedungnya bagus, gerbangnya cakep, tapi digembok terus. Kadang2 saya suka mikir ni klinik beneran ‘jalan’ atau Cuma …..

Yasudahlah. Haha..

Nah, akhirnya si bapak tua ini mangkal dengan gerobak rujak dan 1 bangku panjang.

Penggemarnya lumayan banyak, karena itu saya penasaran dan nyoba beli.

Saya ngeliatin dia ngulek; kacang, gula merah, asam jawa, garam, cabe rawit, dan buah segar agar bumbu agak berair, hmm, tidak terlalu kental. Semuanya biasa. Sampe kemudian dia mengeluarkan pisang kepok mentah, diiris-iris dan diulek bareng bumbu. Hmm? Baru liat tuh saya.

Kalo minta additional garam cabe juga bisa. Tapi dia gak akan ngasih garam cabe yang udah diplastik2in kaya tukang rujak pada umumnya. Dia pasti ngulekin lagi, cabe rawit dan garam, baru kemudian dibungkus.

Buah2annya juga BANYAK dan segar. Rata-rata buah yang diambil dari pohon sendiri, atau dari kebon masyarakat sekitar.

Harganya Rp 8.000

Hasilnya: ENAK banget!!!

Wah, sejak hari bersejarah itu (*lebay), saya gak pernah beli rujak di tempat lain. Saya selalu ke Pak Wahid.

Ohiya, namanya Pak Wahid. Umurnya sih saya gak tau, lupa terus mau nanya hehe. Kayanya sih sekitar 60-an. Dia asli Brebes, tapi rumahnya di belakang Jalan Pedati. Gak jauh dari tempat mangkalnya itu. biasanya dia udah mulai nongkrong disitu dari jam 11 siang, dan pulang saat dagangan habis, sekitar jam 5 sore.

“Buah sih kalo gak ada dari kebon, ya belanja di pasar pagi-pagi,” gitu katanya.

Sekarang, sejak tinggal di Bekasi, saya kembali berwisata rujak. Sayang, belum nemu yang seenak rujak Pak Wahid. Heu. So, believe it or not, atau saya aja yg lebay, haha, tiap kepengen rujak, ya saya balik ke pedati dan silaturahim sama Pak Wahid.

Oia, Pak Wahid ini juga baiiiiik banget. Seneng ngobrol, plus kalo abis ngulek, ntar dia ngasih sepotong buah sambil ngomong:

“Nih, cobain dulu, udah pas atau belum rasa bumbunya?”

Jadi, meskipun siang bolong panas harus agak mengantre nungguin Pak Wahid ngulek bumbu, hasilnya selalu senang.

Makan rujak enak, seger dan pedeeeesssss….

Mau? Main aja ke jalan Pedati. Ketemu sama Pak Wahid di depan Fatahillah Medical Centre yaaaa…

(Maap gk ada foto rujak dan bumbunya, baru inget buat foto-in pas rujaknya abis hihihihi)

4 responses

  1. Whoaaa rujak Goyang Lidah mangkalnya jam berapa?
    Sluuuurp…

    *gantian jadi penghuni Palapa*

    1. haha setau gua sih tiap hari dari siang-an jam 10an sampe sore. tapi gatau kalo wiken deh…

  2. Saya tertarik dengan artikel pada web anda mengenai ” Rujak Pak Wahid, Nomor Wahid “.
    Saya juga mempunyai artikel yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Explore Indonesia

  3. Pasang first media lagi ada promo…all channel 3bln smpai 6 bln…gratis biaya pemasangn dan gratis 40 mter kbel…hrga 220rb nett.hbungi 085775960584 seftian

Leave a comment

Ava Reed is the passionate and insightful blogger behind our coaching platform. With a deep commitment to personal and professional development, Ava brings a wealth of experience and expertise to our coaching programs.

About the Coach ›

Newsletter

Weekly Thoughts on Personal Development

We know that life's challenges are unique and complex for everyone. Coaching is here to help you find yourself and realize your full potential.

About the Coach ›